 |
|
 |
| |
|
Ditulis Oleh drh. M. Arifin Basyir
|
|
Selasa, 05 Mei 2009 |
|
Sungguh mencengangkan, kalau tidak boleh disebut memprihatinkan bahwa ternyata dalam perjalanan bioteknologi reproduksi generasi pertama yang bernama insemenasi buatan (IB) yang sudah ditekuni selama sekian puluh tahun, kiranya belum menunjukkan prestasi yang menggembirakan. Sebut saja antara lain keberadaan dan pengendalian penyakit reproduksi pada sapi bibit, belum tertatanya program breeding dalam industri persapian (dibandingkan dengan industri perunggasan). Lebih dari itu adanya indikasi ke arah kegagalan meraih program swasembada daging yang telah lama dicanangkan. Oleh karena itu jangan banyak berharap bagaimana perjalanan bioteknologi reproduksi generasi kedua ini yang bernama transfer embrio (TE) yang sudah sekian belas tahun, sejak dicanangkan pada awal dekade tahun 1990-an. Mampukah melanjutkan, mewujudkan mimpi bioteknologi reproduksi generasi selanjutnya? |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Andi Yekti Widodo
|
|
Senin, 04 Mei 2009 |
|
Wujudkan Indonesia Sehat Bersama Dokter Hewan Perayaan World Veterinary Day. Jakarta, 3 Mei 2009. Permasalahan kesehatan saat ini menjadi isu yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa. Tidak hanya masalah kesehatan dari sudut pandang kesehatan manusia tetapi juga kesehatan hewan. Hal ini terkait merebaknya penyakit-penyakit pada manusia yang ditularkan melalui hewan atau disebut zoonosis baik di dunia maupun di Indonesia. Sebut saja Flu Burung, Rabies, Tuberkulosis, Anthrax, Toksoplasma, Leptospirosis, Ebola, Penyakit Sapi Gila, merupakan penyakit-penyakit yang strategis untuk mengancam kesehatan masyarakat. Merebaknya Flu Burung di Indonesia sejak tahun 2003 telah menelan korban jiwa terbanyak di dunia, munculnya rabies di Bali pada akhir 2008, resiko leptospirosis mengingat Indonesia memiliki wilayah-wilayah rawan banjir adalah sebagian contoh ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat. Bahkan dari 1415 mikroorganisme penyebab penyakit (patogen) pada manusia yang telah diketahui: 61,6% bersumber pada hewan, serta 75% penyakit penyakit-penyakit baru yang menyerang manusia dalam dua dekade terakhir adalah patogen-patogen yang bersumber dari hewan atau zoonosis. Dokter hewan sebagai profesi medis yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab dalam memberikan jaminan kesehatan hewan dan keamanan produk hewan berperan dalam mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan manusia serta menciptakan ketentraman batin masyarakat. Sebagai bentuk penghargaan terhadap dokter hewan maka World Veterinary Association (WVA) menginisiasi perayaan World Veterinary Day (hari kedokteran hewan dunia). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh drh. suryatman wahyudi
|
|
Kamis, 30 April 2009 |
|
Setelah wabah flu burung yang melanda dunia sejak tahun 2004 dan sampai sekarang masih bersifat endemik di beberapa negara termasuk Indonesia, dunia kembali dikejutkan dengan munculnya flu babi setelah sekian lama tidak pernah ditemukan. Berawal dari Meksiko yang melaporkan warganya terinfeksi flu babi dan sampai saat ini dalam waktu tidak terlalu lama mengakibatkan kematian sekitar 152 orang, 20 orang dinyatakan positif virus flu babi dan sekitar 1.004 orang tertular virus ini. Kemudian Amerika Serikat juga melaporkan adanya flu babi di Texas dan California yang sudah menewaskan 8 orang warga. Kurang dari sebulan beberapa negara melaporkan telah ditulari oleh virus flu babi, diantaranya Kanada, Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, Korea Selatan, Selandia baru, Australia, Brazil, Kolombia dan Israel. Dengan keadaan yang demikian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan munculnya wabah flu babi telah mengancam akan terjadinya pandemi dengan jumlah korban yang besar terutama manusia, dan meningkatkan level bahaya ke level 4 yaitu mengindikasikan resiko pandemi global sudah di depan mata. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh drh. M. Arifin Basyir
|
|
Rabu, 29 April 2009 |
|
Kini telah ada pengusaha yang akan menampung dan membeli sapi komposit F1 sesuai permintaan pasar yang dijalaninya selama ini. Sapi komposit betina akan dihargai lebih mahal daripada harga pasaran sapi murni, sedangkan sapi jantannya dihargai sama atau boleh dijual sendiri secara bebas karena sapi jantan ini tidak mungkin dijadikan pejantan. Sapi komposit betina dibeli setelah lepas kolostrum atau selambat-lambatnya lepas sapih atau sebelum dewasa kelamin, agar tidak kawin atau dikawinkan secara sembarangan yang akan merusak genetis populasi setempat. Sapi betina komposit selanjutnya diternakkan secara khusus dalam kawasan farm tersendiri, sebagai parent stock untuk menghasilkan sapi komposit bakalan potong final stock. Selain itu akan dipakai juga sebagai parent stock induk tiri dari sapi perah klas A dalam rangka replacement stock. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh drh. Suryatman Wahyudi
|
|
Selasa, 28 April 2009 |
Baru-baru ini wabah flu babi dilaporkan menginfeksi Amerika dan Meksiko. Korban meninggal di Meksiko mencapai 68 orang, 20 orang positif flu babi dan 1.004 orang terinfeksi. Sementara di Amerika flu babi telah menginfeksi 8 orang di Texas dan California. Ditemukannya wabah flu babi ini apakah menjadi bertanda akan terjadinya pandemik flu babi seperti kejadian flu burung beberapa tahun silam?, saat ini belum diketahui pasti akan terjadinya pandemik atau tidak tetapi yang penting antisipasi dan pencegahan ke arah itu harus diwaspadai. Terkait dengan flu babi, berikut ini beberapa hal penting sebagai informasi yang berhubungan dengan penyakit tersebut. |
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 67 - 77 dari 326 |
|
|
|
|
|
 |
Jurnal Terbaru
Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...
Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...
Dalam rangka menghadapai swasembada daging sapi tahun 2010 diperlukan peningkatan populasi sapi p...
Who's OnlineSaat ini ada 31 tamu online
|