0

Tata Laksana Manajemen Pemeliharaan Sapi Perah

Terdapat kesalahan tulis yang cukup menganggu pada episode sebelumnya, yaitu di awal tulisan tertulis 'days open' atau hari kosong sapi 2 minggu. Yang benar adalah 2 bulan, atau kisaran antara 2-3 bulan (60-100 hari). Berikut ini lanjutan cerita pada fenomena 5. 

(5). Dalam penatalaksanaan manajemen pemeliharaan sapi perah banyak dikenal rambu-rambu yang harus dipatuhi. Selain days open, calving interval, pengamatan birahi, waktu pelayanan IB dan seabreg 'aturan main' lainnya. Diantaranya yang perlu mendapat perhatian oleh biotekrep adalah masa laktasi 305 hari, masa kering kandang dan nutrisi bunting tua (flushing pakan ?). Terdapat suatu aturan bahwa memasuki masa bunting tua sapi harus mendapat tambahan asupan pakan terutama konsentrat sehubungan dengan pertumbuhan janin yang dikandungnya. Di lain pihak pada saat yang sama sapi harus dikering kandang (umur 7 bulan kebuntingan) untuk mempersiapkan produksi susu masa laktasi 305 hari berikutnya.

Cara yang ditempuh mengeringkan adalah dengan mengurangi asupan pakan terutama konsentrat. Artinya terdapat 2 aturan main yang saling bertentangan dalam waktu yang bersamaan, menyangkut asupan pakan konsentrat. Aturan ini jelas justru membingungkan, mana yang harus dipatuhi. Tetapi umumnya lebih konsen pada masa kering kandang, yaitu mengurangi asupan pakan. Secara logika tentunya harus meningkatkan asupan pakan, untuk pertumbuhan janin dan pembentukan susu (laktogenesis). Akibatnya tidak ada sapi perah kita yang produksi tinggi, meski secara genetik berasal dari induk produksi tinggi.

Bahkan lebih dari itu, sapi terkena sindrome malnutrisi, penyakit defesiensi dan penyakit metabolik dengan segala komplikasinya (fenomena 4) di sekitar bunting tua dan hari melahirkan Oleh karena itu atas nama biteknologi reproduksi aturan main ini harus dikaji ulang, memperhatikan kesejahteraan hewan (kesrawan). Sapi tidak boleh menderita apalagi mati sia-sia selama di 'eksploitasi'. Kurangi beban fisiologisnya, dengan tidak memberi kesempatan bunting tetapi produksi susu dan anak (melalui embryo transfer) harus tetap berjalan. Sapi harus mendapat asupan pakan yang baik dan benar sepanjang masa laktasi.

Perlu diketahui bahwa sapi perah produksi tinggi dengan manajemen pakan yang baik dan benar tetap berproduksi masih tinggi meski telah memasuki masa 305 hari, sulit untuk dikering kandang (mengandung resiko sindrome malnutrisi dan defesiensi). Hapus masa kering kandang, biarkan turun secara alami meski melewati satu tahun. Baru kalau produksi sudah turun memungkinkan bunting kembali (tidak terkendala fenomena 1-5)buntingkan, kering kandangkan sebagaimana biasanya (bersambung)

drh. M. Arifin Basyir

Filed in: Berita Umum Tags: 

Get Updates

Share This Post

Related Posts

Leave a Reply

Submit Comment

© 4325 Vet-Indo. All rights reserved.
Designed by Theme Junkie. Busana Muslim