Select Language:
Home arrow Berita arrow Artikel Member arrow Merintis Agribisnis Pembentukan Sapi Komposit Komersial
  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Merintis Agribisnis Pembentukan Sapi Komposit Komersial E-mail
(4 votes)
Ditulis Oleh drh. M. Arifin Basyir   
Rabu, 29 April 2009
Kini telah ada pengusaha yang akan menampung dan membeli sapi komposit F1 sesuai permintaan pasar yang dijalaninya selama ini. Sapi komposit betina akan dihargai lebih mahal daripada harga pasaran sapi murni, sedangkan sapi jantannya dihargai sama atau boleh dijual sendiri secara bebas karena sapi jantan ini tidak mungkin dijadikan pejantan. Sapi komposit betina dibeli setelah lepas kolostrum atau selambat-lambatnya lepas sapih atau sebelum dewasa kelamin, agar tidak kawin atau dikawinkan secara sembarangan yang akan merusak genetis populasi setempat. Sapi betina komposit selanjutnya diternakkan secara khusus dalam kawasan farm tersendiri, sebagai parent stock untuk menghasilkan sapi komposit bakalan potong final stock. Selain itu akan dipakai juga sebagai parent stock induk tiri dari sapi perah klas A dalam rangka replacement stock.

Adapun sapi komposit yang dimaksud adalah turunan pertama F1 persilangan antara sapi perah FH klas B dengan sapi potong Aberdeen Angus, dengan komposisi genetis fifty-fifty. Cara ini dapat ditempuh melalui dua cara yaitu sapi perah betina di IB dengan semen berasal dari pejantan Angus (sebut saja namanya Anghols), atau sebaliknya sapi potong betina Angus di IB dengan semen pejantan sapi perah FH (sebut saja Holsang). Dalam pengelolaan khusus nantinya sapi betina komposit F1 ini akan dikawin silangkan dengan pejantan sapi potong Simental, sehingga komposisinya menjadi 50% Simental + 25% Angus + 25% Holstein atau dapat disebut Simanghols atau Simholsang.

Karena didominasi darah Simental yang kemungkinan menurunkan sifat warna coklat, sapi komposit F2 ini akan diberi nama dagang ’Javanese Brown’, mengacu pada nama tempat geografis terjadinya yaitu pulau Jawa Bila memungkinkan dalam arti ada pasarnya, komposisi dapat diubah mengarah pada dominasi 50% Angus sehingga menurunkan sifat warna hitam, yang nantinya dapat menyandang nama dagang ’Javanese Black’.

japanese black cow
japanese black cow
Meskipun mungkin terkesan mengada-ada atau memang meniru dalam hal penamaan ini, namun inilah salah satu trik strategi dagang. Nama Javanese Black akan dipakai sebagai persaingan dagang sapi Jepang yang sudah terkenal, yaitu Japanese Black. Meskipun mungkin kurang tepat atau kurang etis dalam hal penamaan ini, kita mempunyai acuan yaitu nama sapi bali yang kita kenal sekarang ini adalah berasal dari banteng Jawa (Bos Javanicus) yang dijinakkan dan diternakkan secara murni berawal di pulau Bali. Sedangkan sapi jawa tidak ada hubungan sama sekali dengan banteng jawa. Sapi jawa yang ada sekarang ini sulit ditelusuri komposisi dan asal muasalnya, sering disebut sebagai peranakan Ongole (PO) dan juga mungkin mengandung darah Brahman bahkan sapi bangsa lainnya. Demikian pula sapi madura yang dipetahankan kemurniaanya konon adalah berasal dari Bos Taurus sapi Eropa dan Bos Indicus sapi Asia. Di pulau Sumba ada sapi Sumba Ongole (SO) yang berasal dari sapi Asia.

Artinya nama tempat geografis menjadi nama sapi yang bersangkutan, meskipun telah berpindah tempat nama tetap dibawa sebagai ‘trade mark’ Sebagai pengamanan terakhir seperti sapi bakalan Bx maka sapi komposit bakalan potong Javanese Brown maupun Javanese Black, akan dilakukan pengebirian pada yang jantan dan spayed pada betinanya sebelum dipasarkan.

Agribisnis sapi komposit ini dapat dipakai sebagai langkah modal awal penerapan penatalaksanaan industri persapian berdasarkan pemberdayaan bioteknologi reproduksi. Baik modal secara teknis maupun modal finansial antara lain membeli peralatan laboratorium, yaitu mikroskop stereo, sentrifus, water bath, foley kateter, gun TE, media dll. Oleh karena itu bagi rekan sejawat yang berminat segera hubungi : Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

photo source: de drie morgen





Facebook!Yahoo!
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 yudi mulyo
 Nissa gita
 bambang dwi
 Ermawati Berutu
 isnanto cahyo nugroho
 nuryanto widodo
 natannia nana
 komara komara
 deddy rapen
 Abdul Haris
 Joshua Loh
 Shandy Maha Putra
 khrisna wahyu
 Dewi Larasati
 deny jaya triatma
 henny Pringadi
 deddy rapen
 Ayu Joesoef
 deny jaya triatma
 dedi kurniawan
 arif rahman
 Gold Coin HR
 Citra Nuranisa
 Ayu Setiawati

Featured Video




More on Vet Videos...

Find Us On Facebook

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


Jurnal Terbaru

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...

Dalam rangka menghadapai swasembada daging sapi tahun 2010 diperlukan peningkatan populasi sapi p...

Who's Online

Saat ini ada 117 tamu online