Select Language:
Home arrow Berita arrow Artikel Member arrow Upaya Swasembada Daging

Login

Google
Web vet-indo.com

Komentar Terakhir

  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Download Our Toolbar. Free, Private and Secure

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure


Upaya Swasembada Daging E-mail
(0 votes)
Ditulis Oleh Iwan Berri Prima   
Selasa, 02 Oktober 2007
Mungkin sudah terbiasa, memasuki bulan Ramadan, menjelang Lebaran dan Tahun Baru, kebutuhan pangan (pokok) mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor utamanya tak lain adalah karena di picu minimnya persediaan bahan, tetapi meningkatnya (tingginya) permintaan di pasar. Tidak tanggung-tanggung, lonjakan harga tahun ini diprediksi lebih tinggi dibandingkan pada tahun sebelumnya.. Sebut saja, kebutuhan konsumsi daging. Sampai saat ini, kenaikan harga daging sudah mencapai 22% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan serupa juga terjadi pada harga daging ayam yang melonjak 10% lebih tinggi dari tahun lalu, belum lagi kebutuhan pokok lainnya.
Jika kita cermati, ditengah musibah yang melanda negeri ini, tentu kenaikan harga ini ironis dan cukup memperihatinkan. Bahkan bisa jadi masalah ini akan menambah beban penderitaan rakyat.
Dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri, pemerintah akan melakukan impor daging. Hal ini tentunya "sejalan"dengan Program Kecukupan Daging (PKD) 2010 yang digulirkan pemerintah melalui Departemen Pertanian.
Artinya, melalui PKD, pemerintah dapat melakukan impor jika terjadi kekurangan kebutuhan daging di dalam negeri, asal memenuhi syarat kesehatan dan syarat teknis lainnya, urusan impor dapat berjalan. Tidak perlu ada upaya keras dari Direktorat Jenderal Peternakan, Deptan, atau dinas peternakan di setiap daerah. Asalkan peternak luar negeri (Australia, Selandia baru dll) masih mau dan rajin beternak sapi, seberapapun banyaknya daging yang dibutuhkan pasti akan terpenuhi. Sungguh sebuah program yang sebenarnya kontraproduktif dengan semangat kemandirian bangsa (swasembada) .
Akhirnya, keran impor itupun saat ini akan dibuka kembali. Tak pelak, dengan asumsi bahwa seekor sapi lokal menghasilkan daging 123,91 kg dan sapi impor 198,85 kg, maka jumlah itu setara dengan 933.500 ekor sapi lokal hidup atau setara dengan 581.695 ekor sapi impor, sehingga total impor pada 2010 mencapai 931.695 ekor. Angka ketergantungan yang fantastis!
Meskipun demikian, program swasembada harus segera dimulai. Memang terlambat, tetapi itu jauh lebih baik dari pada tidak sama sekali. Atau selamanya kita akan ketergantungan dengan negara lain?. Bukankah negara ini kaya akan sumber daya alamnya?

IWAN BERRI PRIMA
Ketua Umum IMAKAHI
Tags:  Berita Lainnya Upaya Swasembada Daging




Digg!Reddit!Del.icio.us!Facebook!Technorati!StumbleUpon!Furl!Yahoo!Add this social bookmarking functionality to your website! title=
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 Danceman Danceman
 IGNB Trilaksana
 Rokhmanudin Rokhmanudin
 Silvia Andryani
 rico artanto
 paul jadu
 ananta budi kusuma
 dias nursanty
 Heru Prabowo
 joker DVM
 lia vina
 Arief Fachrudin
 hidayatun nisa
 zakiah mohd rashid
 umar suryanaga
 Bravendra Dwitiya Jati
 joker DVM
 zakiah mohd rashid
 Johan Manery
 Devine Larasati
 Sari Karunia Dewati
 ismail umar
 joko supriyatno
 Heru Prabowo

Featured Video




More on Vet Videos...
We Support CIVAS

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


online veterinary store

Who's Online

Saat ini ada 9 tamu online
free 
website hit counter