|
60 Ekor Anjing Divaksin untuk Mencegah Rabies |
|
|
Ditulis Oleh Admin
|
|
Kamis, 02 Agustus 2007 |
Untuk mencegah penyakit rabies di Gunungkidul, Dinas Peternakan sudah melakukan pengambilan sample darah anjing di wilayah Kecamatan Semin dan Wonosari. Di Semin dan Wonosari, masing-masing 40 ekor dan 20 ekor anjing divaksin agar tidak terjangkit rabies.
Upaya pencegahan penyakit rabies ini memang tak hanya dilakukan dengan pengambilan sample dan vaksinasi. Tetapi juga informasi kepada masyarakat agar anjing yang dipelihara dijaga kesehatannya dan dirantai. Sementara masyarakat diminta untuk melakukan eliminasi anjing-anjing liar yang ditengarai masih banyak di Gunungkidul. Jumlah anjing liar ini memang belum dapat diketahui secara pasti, tetapi tanda-tandanya masih banyak. Hal ini dapat dilihat gejalanya, seperti sering terjadinya serangan anjing liar atas domba di Desa Gari, Kecamatan Wonosari. Kemudian kejadian serupa sering terjadi disepanjang pantai selatan. ”Seperti di Saptosari yang sering ditemukan kambing mati misterius,” demikian yang dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Gunungkidul, drh Krisna Berlian. Selain anjing liar yang masih banyak dijumpai, juga ada jenis anjing yang dipelihara warga setengah liar. Artinya, kadang diurusi tetapi kadang dibiarkan tidak terpelihara. Untuk itu Dinas Peternakan berharap masyarakat bisa membantu untuk mendeteksi agar jangan sampai hewan tersebut menjadi sumber ancaman penyakit rabies.
Daerah ini sebenarnya sudah dinyatakan bebas rabies, tetapi upaya pencegahan dan kewaspadaan tetap dilakukan agar jangan sampai penyakit yang berbahaya ini masuk ke Gunungkidul. Karena vaksinasi dipilih di daerah perbatasan atau yang tergolong rawan. (KR) Tags: Berita Berita Umum 60 Ekor Anjing Divaksin untuk Mencegah Rabies Berita Terkait Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
|