Select Language:
Home arrow Berita arrow Berita Umum arrow 9 Kambing di Tanjungsari Mati Misterius
  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
9 Kambing di Tanjungsari Mati Misterius E-mail
(0 votes)
Ditulis Oleh Admin   
Sabtu, 18 Agustus 2007

Sebanyak sembilan ekor kambing milik warga Kecamatan Tanjungsari, mati mendadak dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pendataan hingga Minggu (12/8) kemarin, wilayah serangan meliputi dua desa masing-masing Desa Ngestirejo dan Banjarejo. Di Dusun Bruno dilaporkan terdapat 2 ekor kambing mati misterius, di Dusun Parangan 4 ekor, Drini dan Dusun Wonosobo, Banjarejo sebanyak 3 ekor.
 

Camat Tanjungsari, Drs Iswandoyo MM ketika dihubungi wartawan di kantornya membenarkan kejadian tersebut dan kini sudah dilakukan berbagai antisipasi. Diantaranya dengan meningkatkan pengamanan sekitar kandang. Bagi warga yang memelihara kambing dan menempatkan lokasi kandang jauh dari pemukiman agar dipindahkan dekat dengan rumah. Karena berdasarkan hasil pengecekan lapangan, ternak kambing yang mati misterius dan diduga karena diterkam binatang buas tersebut lokasi kandang jauh dari kawasan pemukiman.

Sementara beberapa warga di Desa Ngestirejo dan Banjarejo kepada KR mengisahkan bahwa kematian ternak miliknya tersebut benar-benar misterius. Beberapa bagian tubuh hewan terdapat bekas gigitan yang tidak hanya terdapat satu dua tempat tetapi banyak tempat. Dari sejumlah kambing yang mati hanya terdapat satu ekor diantaranya yang tinggal beberapa bagian tubuh dan diduga dimakan binatang buas.

Di Dusun Wonosobo, Banjarejo, Tanjungsari beberapa warga mendapati seekor kambing milik penduduk mati diterkam segerombolan binatang buas mirip anjing liar. Kasus kematian ternak jenis kambing di wilayah Gunungkidul sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Kejadian serupa juga pernah menimpa warga di Kecamatan Panggang, Purwosari dan Kecamatan Wonosari.

Berdasarkan hasil pengecekan baik dilakukan Dinas Peternakan dan Kepolisian Gunungkidul, kematian ternak warga itu disebabkan karena binatang buas. Di sejumlah desa wilayah Panggang dan Purwosari pemangsa ternak kambing itu adalah anjing liar yang banyak ditemukan di sejumlah gua kawasan pantai. Pada musim kemarau binatang buas ini kemudian berkeliaran ke sekitar pemukiman dan memangsa kambing. (KR)




Facebook!Yahoo!
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 andril oke
 mitsalina atikah
 diana sekar
 DENNI KURNIA
 budi prabowo
 Achmad Sokip
 Ika Dewi Cahyani
 Raras Patria Bhuana
 flany gabby
 arif setyonarutomo
 anjar wigianto
 moigariacix moigariacix
 Rudi Harso Nugroho
 Indra Lesmana
 Paramita Diana
 achoiro wati rasid
 Harisman Sopandi
 kris ws
 Revan Maulana
 aracle -
 Drh Lani Suryaningsih
 drh.Jaden.P.Sidadolog Sidadolog
 Data Putra
 Oki Komara

Featured Video




More on Vet Videos...

Find Us On Facebook

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


Jurnal Terbaru

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...

Dalam rangka menghadapai swasembada daging sapi tahun 2010 diperlukan peningkatan populasi sapi p...

Who's Online

Saat ini ada 12 tamu online
free 
website hit counter