Select Language:
Home arrow Berita arrow Berita Umum arrow Bioteknologi Reproduksi
  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Bioteknologi Reproduksi E-mail
(18 votes)
Ditulis Oleh drh. M. Arifin Basyir   
Rabu, 04 Maret 2009

Terdapat fenomena alam yang juga menjadi tulisan oleh rekan sejawat sbb

1. Pada induk yang sedang laktasi khususnya sapi perah berproduksi tinggi, kadar hormon LTH atau prolaktin yang tinggi dalam darah mendorong terbentuknya corpus luteum (CL) persisten sebagai lanjutan dari CL gravidatum. Keadaan ini menyebabkan hormon progesteron meningkat sehingga tidak tumbuh folikel baru dan tidak diekskresikannya estrogen sehingga terjadi anestrus, dst (Mulianti. My life, myfeeling, my way. Blog Archieve for Juli 2007)

2. Puncak laktasi sangat berhubungan dengan produksi susu dan jumlah produksi susu memiliki hubungan positif dengan peningkatan hormon prolaktin. Kondisi prolaktin yang tinggi menyebabkan suasana progesteron meningkat sehingga estrogen menjadi rendah yang pada akhirnya berpengaruh terhadap aktualisasi estrus, dst (Bambang Hadisutanto. Study on Several Reproductive Performance of various Parities in Days Open Formulation of Fries Holland Dairy Cows. Case in Rural Dairy Farm, Lembang, west Bandung)

Kesimpulan : Dari dua pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa sapi perah produksi tinggi, sangat sulit untuk berkembang biak. dengan perkataan lain selama berproduksi mengalami infertilitas atau sub fertilitas. Sehingga tidak mungkin tercapai calving interval yang normal (kira-kira satu tahun).

3. Sapi perah produksi tinggi sulit berkembang biak juga dapat difahami selain karena proses pembentukan susu atau laktogenesis/milk production tsb diatas juga karena proses pengeluaran susu atau laktoscresis/milk letdown. Pada milk let down berhubungan dengan oksitosin. Logikanya semakin banyak produk susu yang harus dikeluarkan semakin tinggi oksitosin yang dibutuhkan. Di lain fihak oksitosin mempunyai target organ dalam kontraksi uterus. Kontraksi uterus yang intensif karena oksitosin yang tinggi inilah yang menggagalkan implantasi embrio, sehingga sulit bunting atau sulit berkembang biak.

Pada fenomena ke-3 bioteknologi reproduksi mampu mengatasi, sepanjang tidak keburu timbul fenomena 1 dan 2. Dalam arti sapi masih fertil menunjukkan gejala birahi yang baik dan di IB sesuai prosedur sebagaimana mestinya. Adapun caranya adalah sbb. Pada hari ketujuh (hari ke 0 birahi di IB) embrio yang telah jadi (morula, blastosis) dikeluarkan dengan metode flushing. Embrio yang diperoleh selanjutnya ditransfer ke sapi lain (sapi resipien) yang produksi rendah atau sapi potong lokal sekalipun. Sapi produksi tinggi (sapi donor) tidak bunting, tetapi mempunyai anak keturunan yang nota bene juga super genetik dikandung dan dilahirkan oleh sapi resipien. Sehingga sapi donor tidak bunting, tetapi berkembang biak. Lebih dari itu jumlah anak keturunannya menjadi lebih banyak dalam waktu singkat.

Kalau dalam satu siklus birahi (kira-kira 21 hari) diperoleh satu embrio menjadi seekor anak/pedet, maka dalam satu tahun 365 hari dibagi 21 hari dikali satu embrio akan diperoleh kira-kira 18 embrio atau identik 18 ekor pedet. Pada fenomena 1 dan 2 dapat diatasi dengan bioteknologi reproduksi generasi lebih tinggi yaitu kloning. Sementara ini biotekrep kloning belum terkuasai oleh SDM kita. Bahkan lebih dari itu produksi embrio kembar identik melalui spliting juga belum ada tanda-tanda berkembang minimal di institusi terapan/aplikasi ditempat saya bekerja. Saya belum tahu bagaimana kondisi di institusi peneliti dan akademisi dalam mengadopsi inovasi bioteknologi reproduksi ini. Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak rekanrekan sejawat, sudilah kiranya memikirkan hal ini.





Facebook!Yahoo!
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 Riche Hanny Zulfadli
 nur setiabudi yunianto
 Agung Sulistyo
 Hendi Hariyadi
 arif andi yahya
 syamsul bachri
 me justme
 jeannie wietoyo
 deddy rapen
 Abdul Haris
 Joshua Loh
 Shandy Maha Putra
 khrisna wahyu
 Dewi Larasati
 deny jaya triatma
 henny Pringadi
 deddy rapen
 Ayu Joesoef
 deny jaya triatma
 dedi kurniawan
 arif rahman
 Gold Coin HR
 Citra Nuranisa
 Ayu Setiawati

Featured Video




More on Vet Videos...

Find Us On Facebook

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


Jurnal Terbaru

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...

Dalam rangka menghadapai swasembada daging sapi tahun 2010 diperlukan peningkatan populasi sapi p...

Who's Online

Saat ini ada 120 tamu online