Kenyamanan sapi atau bahasa kerennya "Cow Comfort" pada sapi perah ternyata memiliki keterkaitan dengan produksi dan kesehatan sapi. Pada peternakan yang terpadu, hal ini sudah menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan segala aktivitas di farm. Untuk itu peru diketahui fisiologis dan perilaku normal dari sapi perah.
Efisiensi kenyamanan Sapi Banyak peternakan rakyat yang masih belum memaksimalkan cow comfort pada sapi perah. Tetapi perlu diketahui bahwa observasi dan pengalaman menunjukkan bahwa sapi yang berada di kandang yang nyaman, memproduksi lebih banyak susu dan secara umum lebih sehat, hidup lebih lama (Delaval, 2007). Sapi harus tersedia pakan dan minum yang cukup, udara yang bersih, permukaan bedding yang empuk dan bersih. Sehingga sapi dapat berdiri dan berbaring dengan nyaman. Berbaring – durasi dan frekuensi Sapi menghabiskan lebih dari separuh hidupnya dengan berbaring. Menurut Delaval (2007), sapi biasanya berbaring sekitar 14 jam sehari dan selama waktu itu mereka tidur hanya 30 menit. Saat permukaan bedding tidak nyaman, sapi akan mengurangi waktu istirahat mereka. Jika sapi tidak dapat berbaring, mereka akan berdiri terlalu lama dan ini akan mengganggu natural behaviour cycle. Sapi akan berbaring terlalu lama dan mengurangi makan dan minum. Pengurangan frekuensi ke tempat pakan dan kurangnya konsumsi dry matter. Selain itu, cuaca, kualitas bedding, tipe kandang dan kepadatan ternak dalam kandang juga mempengaruhi lamanya dan frekuensi berbaring. Sapi butuh untuk berbaring. Pengurangan waktu berbaring, akan mengurangi produksi susu. Berbaring itu penting karena : - Sapi istirahat dan ruminasi saat berbaring.
- Sapi mengistirahat dan mengeringkan kukunya.
- Ada ruang lebih untuk sapi lainnya berjalan.
Sirkulasi darah ke ambing meningkat sampai 30 %. Istirahat sebagai pencegahan lameness Peningkatan waktu yang dihabiskan untuk berbaring dalam kandang yang bersih, kering dan nyaman berarti berkurang waktu yang dihabiskan untuk berdiri di lantai yang keras sehingga kuku tetap bersih dan kering. Ada 3 kriteria yang dapat digunakan untuk menilai kenyamanan pada sapi yaitu : - Animal signs : dengan melihat apakah sapi sehat atau tidak
- Body condition score (BCS) : dengan menilai BCS sapi yang berhubungan dengan stadium laktasi
- Locomotion condition score (LCS) : nilai kondisi lokomotorik pada sapi yang digunakan sebagai identifikasi masalah yang potensial sebelum sapi benar-benar pincang.
Gunung Kawi, 30 Mei 2008. Semangat... Woro Sri P (Silakan Login untuk melihat profil penulis) Berita Terkait Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
|