Select Language:
Home arrow Berita arrow Berita Umum arrow Desa Tanggap Flu Burung

Login

Google
Web vet-indo.com

Komentar Terakhir

  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Download Our Toolbar. Free, Private and Secure

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure


Desa Tanggap Flu Burung E-mail
(4 votes)
Ditulis Oleh Dibya Presasta   
Selasa, 08 Juli 2008
Tanggap Flu BurungDESA TANGGAP: Memberdayakan Masyarakat Mencegah Flu Burung Masyarakat desa yang mempunyai pemahaman yang baik, dapat menjadi benteng paling efektif untuk menghadapi bencana. Jika itu terjadi, yang ada di sekitar kita adalah anggota keluarga dan tetangga. Penyakit flu burung potensial menyebabkan bencana besar. 

Flu Burung adalah penyakit yang umumnya menyerang bangsa burung. Penyakit ini disebabkan oleh virus avian influenza subtipe H5N1. Flu burung telah menyita perhatian kita sejak 2003 sampai sekarang, lebih-lebih setelah terbukti menular kepada manusia dan biasanya mematikan. Sampai Juni 2008, 133 orang telah dikonfirmasi positif di Indonesia, 108 meninggal dunia.

Ancaman yang paling dikhawatirkan adalah virus flu burung dapat menjadi pandemi. Penyakit itu menyebar ke seluruh dunia dan tidak ada satu negara pun yang luput darinya. Pandemi influenza pernah terjadi pada tahun 1918. Saat itu, lebih dari 50 juta orang meninggal. Penyakit itu merugikan pendapatan masyarakat dan mengancam kesehatan umat manusia. Jutaan unggas telah mati atau terpaksa dimusnahkan untuk mengerem laju penyebarannya.

Untuk Bali, kita yakin, bahwa flu burung dapat mempengaruhi pariwisata, salah satu mesin penggerak ekonomi masyarakat Bali. Flu burung juga dapat mempengaruhi aspek sosial budaya. Karena, unggas menjadi bagian yang penting untuk upacara adat keagamaan, lebih-lebih untuk masyarakat Bali. Unggas dan telurnya diperlukan pada berbagai upacara keagamaan di Bali. Dalam menekan dan mengurangi risiko flu burung, kita percaya, kunci utama adalah peran serta masyarakat. Untuk itu, masyarakat perlu pengetahuan yang benar.

Bagaimana pengatahuan mereka tentang flu burung, berikut komentar masyarakat yang sebenarnya. Semua orang harus terlibat secara aktif untuk melakukan kegiatan yang aman flu burung. Untuk itulah Program Desa Percontohan Tanggap Flu Burung ini dikembangkan. Program ini merupakan kerjasama Komnas FBPI melalui Kelompok Kerja Regional Bali dan Perwakilan UNICEF (Badan PBB untuk Dana Anak-anak) dan didanai oleh Pemerintah Kanada.

Program dilaksanakan oleh Yayasan CREATE Bali dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Program dilakukan di Takmung – Kabupaten Klungkung, Beraban Kabupaten Tabanan, dan Banyubiru, Kabupaten Jembrana. Ketiga desa itu dipilih dengan alasan tertentu. Takmung mewakili desa dengan padat unggas itik dan banyak pengepul. Beraban merupakan daerah tujuan wisata yang penting di Bali. Banyubiru merupakan daerah pesisir yang rawan penyelundupan unggas. (Footages tentang desa oleh Kades/Kadis masing-masing).

Hakekat dari program ini adalah penyampaian pesan-pesan nasional secara berulang-ulang dan melalui praktek langsung serta percontohan. Penyampaian pesan dilakukan melalui penyuluhan yang intensif, di semua sekolah dasar, sekolah menengah pertama, atau sederajat, anggota banjar atau dusun, dan anggota PKK desa. Jumlah peserta sosialisasi lebih dari 3600 orang selama kegiatan. Setiap peserta diharapkan dapat mengetok-tularkan pengetahuannya pada rata-rata 3 orang. Penyampaian pesan juga dilakukan melalui baju kaos Gebyar Tanggap Flu Burung, pelatihan vaksinatur dan biosekuriti, pelatihan dokter dan para medis dan pembagian kandang jaring percontohan sebanyak 20 unit.

Program ditutup dengan lokakarya evaluasi dan rencana tindak lanjut, serta peluncuran desa tanggap. Kesenian rakyat dan drama oleh anak-anak sekolah dasar yang dipentaskan pada acara peluncuran juga digunakan untuk penyampaian pesan tanggap flu burung. Bagaimana tanggapan masyarakat tentang program desa tanggap, berikut beberapa komentar.

Palajaran berharga yang kami petik adalah pelibatan semua masyarakat tidak mudah. Diperlukan usaha-usaha yang terus menerus, sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang aman flu burung.

Hal ini terungkap dari hasil jajak pengetahuan dan sikap, baru 80% warga yang mengetahui tentang flu burung pada unggas dan manusia. Pada lokakarya tindak lanjut, terungkap juga bahwa masih diperlukan upaya lanjutan dan sosialisasi yang terus menerus, sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Keberhasilan yang sebenarnya baru akan kita ketahui dalam waktu yang lama, yaitu jika terjadi perubahan prilaku yang aman flu burung, Desa tetap aman flu burung, atau jika terjadi kasus, masyarakat dapat mengantisipasi dengan segera sehingga tidak meluas dan tidak menular ’lagi’ ke orang.

Sekalipun telah dilakukan secara intensif, kita sadari, bahwa program ini merupakan awal partisipasi aktif masyarakat. Usaha-usaha lanjutan masih tetap diperlukan menjadikan desa-desa itu benar-benar tanggap flu burung.

Dibya Presasta - Yayasan CREATE Bali

(Silakan Login Untuk melihat profil penulis) 


Tags:  Berita Berita Umum Desa Tanggap Flu Burung Flu burung avian influenza AI




Digg!Reddit!Del.icio.us!Facebook!Technorati!StumbleUpon!Furl!Yahoo!Add this social bookmarking functionality to your website! title=
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 Hary Setiyono
 heri susanto
 Winda Syafitri
 ilyas wiradirga
 kantun setiawan
 Jesisca Novieani
 Nakmie Al Khansa
 Jari Tihinen
 MARTIN SIANIPAR
 Zainee Mohd
 afriyansyah zaenal
 Heru Prabowo
 joker DVM
 lia vina
 Arief Fachrudin
 hidayatun nisa
 Zainee Mohd
 joker DVM
 zakiah mohd rashid
 Johan Manery
 Devine Larasati
 Sari Karunia Dewati
 ismail umar
 joko supriyatno

Featured Video




More on Vet Videos...
We Support CIVAS

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


online veterinary store

Who's Online

Saat ini ada 4 tamu online
free 
website hit counter