Select Language:
Home arrow Berita arrow Berita Umum arrow Dokter Hewan ke Kalimantan? Suatu Semoga dari Masyarakat

Login

Google
Web vet-indo.com

Komentar Terakhir

  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Download Our Toolbar. Free, Private and Secure

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure


Dokter Hewan ke Kalimantan? Suatu Semoga dari Masyarakat E-mail
(6 votes)
Ditulis Oleh Nuraini Suharsono   
Selasa, 10 Juni 2008
Setiap tahun masing-masing almamater mengikhlaskan para Dokter Hewan muda menempuh ‘pendidikan’ baru yaitu kampus kehidupan bersama masyarakat. Jika diambil rata-rata, paling tidak ada ratusan dokter hewan baru siap mengaplikasikan ilmunya di bidang klinik, kesehatan masyarakat veteriner, produksi peternakan serta cakupan bidang lainnya.

Kemanakah akhirnya mereka berkecimpung ? Inilah pertanyaan sederhana yang selalu ditanyakan oleh masyarakat umum maupun perternak yang berada di luar pulau jawa kepada saya hampir setiap tahunnya (itung-itung sudah 3 tahun inilah). “O ya banyak bapak/ibu, banyak lho, contohnya ada yang di peternakan sapi perah, ada yang membuka klinik hewan bersama sesama dokter hewan, ada yang berkerja di perusahaan obat hewan bahkan bekerja di luar negeri sebagai tenaga ahli.” Sambil mengikatkan kembali tali leher hewan sapinya, setelah saya beri terapi, salah satunya bertanya kecil, “Kalo untuk kami di luar jawa seberapa banyak pak ?”

Pernyataan lain, “Disini ini pak dokter, yang nangani penyakit banyak mantri hewan.” Sedangkan sejumlah pegawai instansi pemerintahan, “Sulit banget ya dek menempatkan tenaga dokter hewan di daerah, banyak yang gak mau, padahal kami butuh, jadi honor dulupun dak papa, kan kalo ada formasi dokter hewan di tes pegawai, pasti kami prioritaskan.” Terkadang saya sering salah sambung menjawab pertanyaan di luar kepala ini, contohnya jawaban saya yang paling atas tadi.

Yang nanya mintanya scope luar jawa, sedangkan jawaban saya masih scope ideal dokter hewan di pulau jawa dan luar negeri. Sedangkan hati saya kan tidak enak menjawab, masak saya harus bilang, katanya dokter hewan masih takut ke luar jawa karena orang kalimantan masih makan daging manusia, katanya ada dokter hewan dilarang orang tuanya pergi jauh-jauh yang pengennya tetap di wilayah jawa saja jadi kalo mau kawin tidak susah, katanya ada dokter hewan tidak siap di lapangan karena selama kuliah dulu banyak berkutat di target ngejar IPK, katanya ada dokter hewan yang akhirnya ‘terpaksa’ ke luar jawa karena kebijakan perusahaan obatnya yang mengharuskan dirinya ‘untuk sementara’ ditempatkan di luar jawa misalnya, banyak dokter hewan yang berobsesi idealis pengennya wajib kerja ringan tapi banyak duitnya (tapi kerja apa ya ?).

Jawaban off the record di atas juga sering banget kami bahas bersama dokter hewan di daerah. Saya punya pengalaman, pada waktu pembukaan tes cpns serentak tahun 2007-2008 di seluruh kabupaten/kota di daerah saya di kalimantan, jauh-jauh hari HP saya berdering, “Dek Nur, cariin dokter hewan ya untuk kab/kota.....ada formasi sejumlah.....orang.” Yang saya ingat ada 6 kab/kota yang nge-bel saya. “Oh iya Bapak, coba nanti saya kontak teman-teman dan kampus saya.” Singkat cerita, saya hubungi kampus via mantan dosen kesayangan dan alhamdulillah, iklannya telah terpasang di kampus sesuai rencana juga termasuk kontak via sms massal ke teman-teman saya yang dicurigai masih nganggur jaya (apalagi nolong teman kan pahalanya besar).

Alhasil ada seorang dokter hewan fresh cewek tampaknya tertarik dengan publikasi saya di kampus. Sayapun excited, apalagi ini cewek lho, sendirian lagi, sebagai kakak kelas saya sangat berdosa besar kalo ndak ngopeni dengan semulia mungkin. Ditambah beberapa kali pihak keluarganya yang dokter hewan meyakinkan saya tentang kesungguhan tekad bu dokter muda ini. Sebaik mungkin saya mencoba kontak dengan kabupaten terdekat dengan kota tempat saya tinggal. Mungkin persepsi tiap orang relatif, namun kabupaten inilah yang cukup baik dan cocok baginya. Akhirnya, sayapun kontak dengan dokter hewan di situ untuk masalah penginapan, sejumlah bantuan berupa kemudahan mengurus administrasi pendaftaran (tapi bukan suap-menyuap lho ! Iya-iya ; tahu-tahu ) dan kontak dengan BKD setempat.

Hari kedatanganpun tiba, setelah berkontak via telp dan sms sangat intens (saya khawatir nyasar, opo maneh cewek ! Ngerti dewe to) dan fikiran salut karena keberanian untuk datang kemari sendirian, bu dokter hewan muda datang. Dalam satu paragraf ini, saya coba singkatkan, ternyata bu dokter ini gak ngomong kalo :

  1. Bawa pacar tercinta (mungkin pengen jalan-jalan ?)
  2. Cuma sehari di pulau kalimantan (ngurus administrasinya piye ?)
  3. Ternyata setelah menitipkan persyaratan administrasi ke dokter hewan senior di kab, bu dokter gak balik lagi
  4. Setelah dibantu segalanya (Jujur, kami disini dak minta upah kok), pulang ke Jawa dak pamit (dak usah cium tangan, sms aja cukup kok-kalo kebelet kehabisan pulsa telpon).

Dalam paragraf kedua ini, efek samping yang ditimbulkan adalah :

  • Pihak keluarga yang merupakan dokter hewan senior menghubungi saya sambil menyayangkan kejadian unik ini
  • Kami yang telah berusaha membantu merasa agak malu dengan kabupaten setempat
  • Alhamdulillah, beberapa hari setelah kejadian, ada juga sms masuk ke hp saya. Yach syukurlah masih ada secercah santun.

Sedangkan di paragraf ketiga ini, harapan saya : 1. Ya sabar aja dek Nur, wong jenenge arek nom, unggah ungguhe yo gak sepiro (Lho ini nasehat bu siapa ya, saya lupa tapi begitulah bunyinya); 2. Tuh benerkan ? Orang kalimantan dak makan orang, malah baik-baik, disediakan fasilitas tempat dll segala; 3. Semoga masih tertarik untuk bergabung bersama kami membangun masyarakat di sini. Pengalaman lain, setelah tes cpns selesai, ada juga yang silaturahim ke kantor sambil dicarikan lowongan di kantor. Hehehe, saya sesungguhnya bukan PJTKI, Cuma kalo ada formasi CPNS yang telah keluar infonya dari BKD, yach saya teruskan aja ke almamater terkait. Apalagi saya juga masih terhitung baru di kantor, dimana hati saya masih baik dan mulia (emangnya setelah lama bekerja jadi jahat?), jadi saya coba membantu masyarakat peternak luar jawa tersebut dengan membantu rekan sejawat veteriner saya bekerja di instansi pemerintahan sebagai salah satu lahan pekerjaan dokter hewan. O ya, ada adik kelas saya yang Alhamdulillah udah jadi PNS di instansi peternakan bilang begini, yach kalo bisa mas, adik-adik yang mau kesini (mau ke Kalimantan ?? syukurlah), diberi kejelasan tentang bagaimana lingkungan Kalimantan sebenarnya, nanti tidurnya dimana ? apa kos atau ada mes, terus gajinya berapa besarnya, terus nanti statusnya jadi apa ndek sana apakah tenaga kontrak, honorer, atau PNS ?

Ok deh-ok deh, dengan penuh wibawa dan tak lupa memasang lingkaran putih di atas kepala saya (hehe), saya menanggapi, ini tergantung dari kabupaten / kotamadya bersangkutan, jika dari hasil diskusi saya dengan wilayah tersebut ok, yach termasuk lingkungan, tempat tinggal, gaji, kejelasan karir kecuali jodoh kalo masih bujangan, maka saya baru berani memasang iklan dimanapun baik via telp, sms hingga iklan di kampus.

Yang terakhir, beberapa minggu ini saya mendampingi adik-adik dari mahasiswa koasistensi FKH IPB. Sambil maem gorengan dengan salah satu dengan SKH IPB, saya mencoba memberikan gambaran nyata daerah saya tentang keberadaan dokter hewan. Saya fikir, semangatnya akan ludes dengan cerita saya, eh ternyata dia bilang suka tantangan. Dari sms terakhir (maksudnya terakhir berita ini saya upload), dia nulis, Pertama :“Pa; sya mau nglmr krj d dnas pusat (maksudnya propinsi), gmn y carax?,sy tertarik tuk krj Dsni. Pa;Nur bsa dkung sy ga.” Dan yang kedua :”Sy ingn coba2 melamar dr skr…jd nt tgl nggu lu2s drh sja. Pa’Nur…s’andaix jd drh kontrak,apkh nt ad pngangktn jd krywn tetap ga ya ?. Jawaban saya,”Kalo prestasi kerjamu bagus, bisa aja kmu diusulkan jd pns. Teruslah berusaha.”

Akhirnya kembali ke populasi dokter hewan kita (almamater manapunlah), kemanakah gerangan rekan-rekan sejawat melangkahkan kaki profesi ? Sungguh mulia kemanapun kita menjejakkan karir, tapi jangan lupa jika hidup bersama masyarakat kecil juga termasuk profesi mulia. Begitu ta’ iye Smile

Nuraini Suharsono

(Silakan Login untuk melihat profil penulis)


Tags:  Berita Berita Umum Dokter Hewan ke Kalimantan? Suatu Semoga dari Masyarakat




Digg!Reddit!Del.icio.us!Facebook!Technorati!StumbleUpon!Furl!Yahoo!Add this social bookmarking functionality to your website! title=
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Drh. Rini Nilamsari - pa kabar nur..??   | | 2008-06-10 09:08:59
ass.,
nuraini, pa kabar?
sukses sll dlm berkarir memajukan peternakan di tanah kelahiran


-salam-
rini
alumni fkh ua'98
Drh. Nuraini Suharsono   | Registered | 2008-06-10 22:04:58
avatar alhamdulilah baek2 ajah, dah punya momongan blom ?
rini   | | 2008-06-12 00:06:24
sudah,cowok umur 7 bln.
nur..kalo butuh obat hewan kontak aku ya...
tkz

salam buat keluarga

*rini*
rinjani_vet@yahoo.co.id
erni d. wijayanti - Mo nanya pak dokter   | Registered | 2008-06-10 23:13:40
avatar Assalammu'alaikum
Pak dokter, ini mo nanya nech soal tenaga dokter hewan di Kalimantan. kabupaten mana saja ya yang masih banyak butuh dokter hewan? di propinsi mana saja? ada juga sich teman yang bilang kalau di suau kabupaten daerah kalbar masih butuh dokter hewan tapi jalannya cuma bisa ditempuh dengan naek perahu berjam-jam, wah itu yang kadang bikin nyali ciut pak, apa bener ndueso gitu kan kami perlu wawasan juga gitu biar gak balik kucing ke Jawa o iya kalo suami istri dokter hewan gitu apa bisa di terima dua-duanya dalam 1 dinas?
terima kasih infonya
wassalam,
erni, fkh ua'02
Drh. Nuraini Suharsono   | Registered | 2008-06-13 03:10:35
avatar Waalaikumsalam wr wb.
Terimakasih atas antusiasnya, Pertama ebetulnya (ini yg bbrp thn tjd dan sy alami), setiap dinas peternakan kab/kota selalu mengajukan formasi dokter hewan dan paramedik ke Pemda masing2. Shg, seperti yang bisa kt nikmati hari ini, alhamdulillah hampir setiap tahun ada ajah lowongan buat kita2 yang hobi ditantang,baik ilmunya,teorinya, praktiknya, kebaikan hatinya, mupun egonya (hehe), khususnya drh fresh. Jadi untuk lowongan selanjutnya, ditunggu ajah karena yg terbaru udah liwat (bln 2 kmaren).
Kedua, di Kal-bar ada 14 kab/kota (yang 2 baru), ada bbrp daerah yg emang medannya berat (ini jujur kacang ijo), sy sebutkan spt : Kab. Sintang ; Kab. Kayong Utara (ini kab. baru) ; Kab. Kapuas Hulu dan Kab. Ketapang. Tapi yang naek kendaraan air berjam-jam adalah Ketapang,tapi bukan naek perahu tapi kapal ekspress, uenak kok, sy ajah pas surveilen AI ndek sana malah berdiri di luar sambil njilati tangan yang kena banyu asin (hehe), waktunya kira2 8 jam, tp gak kr...
Drh. Nuraini Suharsono   | Registered | 2008-06-13 03:10:58
avatar tp gak kroso kok dek apalagi sambil mbuat soto lamongan di kapal. Tp lagi, sy blom pernah merekomendasikan adik2 kelas ke Kab Ketapang (bole aja klo mau), bukan krn harus naek perahu tapi emang info lowongannya belum fix pd waktu itu dan ada bbrp faslitas utk Drh baru yg msh membuat saya ragu.
Erni, coba kamu baca nama 4 kab terberat di atas, percaya gak kamu klo di Kab. Sintang diisi ma Sriyanto fkh 02, sdg di Kab. Kapuas Hulu ma mbak Sekondi fkh ...(hehe lupa angkatannya).
Ok ? Klo ada yg blom jelas, nanya lg ajah, sambil belajar ngetik (hehe).
Wassalamualaiukm wr wb
Drh. Nuraini Suharsono   | Registered | 2008-06-13 03:11:12
avatar oh iya, ada pertanyaan ketiga, gmn kalo Drh nya suami istri gitu ya ?
Klo ke2nya kerja di Dinas sih tgt dari Dinasnya, cth : nyari 2 org Drh, yach dicoba ajah mskin lamaran dua2nya, smoga masuk. Contoh lg, saya kan dah di Dinas, sdgkn istri saya pas ada lowongan tenaga Dokter Hewan kontrak Biosekuriti AI Dinas coba2 mskkan lamaran, yach ketrima (disamping nyari Drh susah hehe). Alhamdlh, dah 2 thn ini kontraknya msh jalan, insya Allah klo ada tes CPNS mo ikut coba juga.
Hidayatun Nisa - mohon info   | | 2008-06-12 10:23:24
Selamat malam bu drh. Nuraini
Mohon maaf sebelumnya,
salam hangat dari saya, perkenalkan nama saya Hidayatun Nisa, saya mantan mahasiswa kedokteran hewan Universitas Udayana, BALI. Asal saya dari Yogyakarta.
Kebetulan kemarin saya membaca artikel ibu di internet. Saya menyayangkan kasus seperti yang ibi tulis tersebut, Saya tertarik banget untuk bekerja di luar pulau (merantau)....
Jika tidak keberatan mohon info kalo ada lowongan pekerjaaan dokter hewan,
Terimakasih Banyak sebelumnya


Salam,


Hidayatun Nisa
Drh. Nuraini Suharsono   | Registered | 2008-06-13 03:11:32
avatar Salam kenal, trmksh udah baca artikel saya. Insya Allah deh saya coba kabar2in klo ada lowongan (semua tergantung dari BKD Pemda setempat.
Kalo ada waktu maen-maen ke :

http://www.flickr.com/photos/pakdokter

Wassalamualaikum wr wb.
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 wahyu darsono
 maria ammed
 katrox neon
 Francesca Deph
 Komang Budiarta
 Nuryanti Nuryanti
 kang mas
 novi ardianasari
 MARTIN SIANIPAR
 Zainee Mohd
 afriyansyah zaenal
 Heru Prabowo
 joker DVM
 lia vina
 Arief Fachrudin
 hidayatun nisa
 Zainee Mohd
 joker DVM
 zakiah mohd rashid
 Johan Manery
 Devine Larasati
 Sari Karunia Dewati
 ismail umar
 joko supriyatno

Featured Video




More on Vet Videos...
We Support CIVAS

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


online veterinary store

Who's Online

Saat ini ada 2 tamu online
free 
website hit counter