Sebanyak 80 ekor ayam di salah satu pedukuhan Desa Bejiharjo, Gunung Kidul, Yogyakarta, mati mendadak dalam tiga hari terakhir ini. Dari pemeriksaan rapid tes yang dilakukan drh Riyanawati dari Dinas Peternakan Gunungkidul positif akibat serangan avian influensa (AI).
Untuk meneguhkan diagnosa spesimen dikirim ke Laboratorium Besar Veteriner di Wates. Senin (31/12) lalu sudah dilakukan penyemprotan disinfetan. Kemudian akan dilakukan vaksinasi. Semula warga tidak menaruh perhatian serius ketika baru ada satu atau dua ekor mati. Lantaran semakin hari jumlahnya semakin banyak, akhirnya Kepala Dukuh setempat melapor ke Dinas Peternakan Gunungkidul. Petugas Dinas Peternakan langsung melakukan pemeriksaan lapangan. Dan ternyata hasil sementara menunjuk positif AI. Yang semakin mencemaskan, selain 80 ekor ayam mati dua anak pemilik ayam yang mati, sekarang sedang menderita demam. Sudah beberapa hari ini, remaja berumur 18 tahun dan 15 tahun tersebut sakit panas. Karena warga setempat kemudian melaporkan kasus ini ke pemerintah. Walaupun kemungkinan sakit panas belum tentu berhubungan ayam mati karena AI, tetapi masyarakat semakin waspada dan hati-hati. Ayam yang mati langsung dibakar dan dikubur. Tidak ada yang berani menyembelih untuk dimakan. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Gunungkidul drh Krishna Berlian mengaku terkejut banyak ayam mati mendadak tersebut. Beberapa bulan terakhir ini nyaris tak ada laporan masuk. Namun, karena daerah ini endemi AI memang bukan hal yang mustahil. Karena kondisi cuaca sekarang seperti ini. Jangankan hewan orang, yang kondisinya kurang prima bisa jatuh sakit. Yang jelas, begitu ada laporan masuk langsung diterjunkan petugas untuk melakukan identifikasi lapangan dengan tes darah. Setelah itu ditindaklanjuti dengan penyemprotan disinfektan dan vaksinasi. Masyarakat diminta untuk lebih menjaga kebersihan. Jika habis memgang ayam hendaknya membersihkan tangan dengan sabun. Dalam kondisi banyak ayam mati harus dijaga jangan sampai ada ayam yang keluar dari daerah tersebut sehingga akan menjadi sumber penularan ke daerah lain. Wakil Bupati Gunungkidul Hj Badingah S.Sos meminta masyarakat senantiasa dapat menjaga peternakannya dengan baik. Sejak awal hendaknya dilakukan pemeliharaan secara standar kesehatan ternak. Kandangnya harus bersih, makanan juga harus terjamin. Sudah tentu dilakukan kegiatan vaksinasi sebagai upaya pencegahan atas serangan AI. Sebab, pemeliharan ayam ini sekarang telah menjadi salah pilar ekonomi masyarakat. Karena itu harus ditangani secara profesional. Sehingga masyarakat tidak dirugikan akibat banyak ayam yang mati, tandasnya. [KR] Berita Terkait Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
|