|
Ikan Paus Kepala Melon Diserahkan ke FKH Unair |
|
|
Ditulis Oleh Friesca Vienna
|
|
Kamis, 21 Pebruari 2008 |
Ikan paus yang mati di Pantai Kenjeran pada Minggu (17/2) dimanfaatkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair sebagai bahan praktikum anatomi ikan. Sejak kemarin (18/2), ikan paus kepala melon (Pephonocephala electra) itu berada di laboratorium patologi kampus tersebut untuk diteliti.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur memang menyerahkan bangkai ikan itu kepada Laboratorium Patologi FKH Unair. Ada dua maksud pengiriman bangkai mamalia seberat 150 kg dengan panjang 208 cm tersebut. Pertama, BBKSDA ingin mengetahui secara pasti penyebab kematian hewan itu. Tujuan lain adalah bantuan bagi Unair untuk penelitian hewan langka.
Menurut Ketua Departemen Patologi FKH Unair Hani Plumeriastuti, beberapa paramedis sejak pagi membedah perut ikan paus yang ditemukan pada Jumat (15/2) tersebut. Dari hasil analisis sementara, ada dua penyebab kematian paus spesies terkecil itu. "Penyebabnya adalah kematian jaringan (nekrosis, Red) paru-paru dan hati," jelasnya.
Kegagalan dua organ tersebut mengakibatkan ikan itu tak bisa bergerak banyak. "Kondisi usia juga mengakibatkan daya tahan tubuhnya terus melemah," tuturnya. Dari analisis para dokter, ikan tersebut telah berusia 50 tahun. Itu bisa diketahui dari giginya yang tidak runcing lagi. Setelah penyebab kematian diketahui, FKH akan mengirimkan laporan tertulis kepada BBKSDA Jatim.
Tentang bangkai ikan tersebut, kata Hani, pihaknya akan mengawetkan dengan formalin. Beberapa bagian tubuh, termasuk alat kelamin, ikan jantan itu akan diawetkan dalam stoples berformalin. "Nanti, mahasiswa bisa mempelajari anatomi di lab tersebut," tegasnya. Laboratorium itu sudah berkali-kali mengoperasi hewan langka. Sebelumnya, laboratorium tersebut pernah diminta membedah bangkai singa dan orang utan.
Hani mengatakan, paus kepala melon yang masih satu keluarga dengan lumba-lumba itu tergolong jenis paling dilindungi. Setiap Februari, ikan tersebut bermigrasi dari Samudera Hindia ke perairan Madura. "Ikan itu hidup berkelompok. Nah, kebetulan karena ada arus besar, dia terpisah dari kelompoknya, " papar wanita berkerudung tersebut.
Seperti diberitakan, warga di sekitar Pantai Kenjeran pada Jumat lalu dikejutkan dengan terdamparnya dua paus. Minggu lalu, dipimpin oleh Wali Kota Bambang D.H., warga bermaksud melepaskan dua paus itu. Namun, setelah sampai di tengah laut, salah satu di antara ikan tersebut mati. (git/nw) Tags: Berita Berita Umum Ikan Paus Kepala Melon Diserahkan ke FKH Unair Berita Terkait Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
|