Select Language:
Home arrow Berita arrow Berita Umum arrow Jerit Peternak Sapi Perah

Login

Google
Web vet-indo.com

 Indri Sanatin
 Stephanie2gfyi7 DamionPeaisjs3ZQ
 DEVI ROVITA
 Rudi Rudihasonangan
 Yohanes Cahyo
 Robby Wienanto
 Drh. Amirullah Amir
 Prof. Dr.Annette Hoc
 Perdi Girsang
 jesica ramadhanita
 rini novianti
 adhika priyamanaya
 Indri Sanatin
 Atar Saja
 Stephanie2gfyi7 DamionPeaisjs3ZQ
 Stephanie2xqmb6 Stephanie2hirh8ZQ
 afif yuda kusumah
 andi mulyono
 Muhammad Ridwan
 BAYU SETIAWAN
 rostiani silta
 freddy hutajulu
 GUNAWAN KOSASI
 Agung Siswo
 Dara Keumala
 nofri darwin
 lela megawati
Jerit Peternak Sapi Perah E-mail
(8 votes)
Ditulis Oleh nanang miftahudin   
Rabu, 22 April 2009
Program pemerintah yang dicanangkan pada tahun 2012 tentang SWASEMBADA SUSU yang diistilahkan Indonesia sebagai kolam susu tampaknya tidak akan terwujud. Hal ini jika kita tilik dari harian-harian terkemuka di negeri ini yang memuat bahwa PT NESTLE akan menurunkan harga susu perah dari KSU pertanggal 21 April 2009 menjadi Rp 3.185 atau turun Rp 300. Hal ini berarti KSU akan membeli susu dari peternak dibawah Rp 2.900. Padahal harga tersebut merupakan BEP pemeliharaan sapi perah. Kalau harga susu dibawah 2.900 maka peternak akan mengalami kerugian. Bagaimana program swasemabda susu akan terealisasi pada tahun 2012 jika peternak mengalami kerugian. Pertambahan produksi susu yang diharapkan akan bertambah juntru akan terjadi sebaliknya karena peternak pasti akan mengalami kelesuan untuk berkembang, jangankan untuk mengembangkan usaha, untuk BEP saja tidak tercukupi.

Hal ini terjadi karena kesalahan pemerintah yang membuat kebijakan membebaskan biaya pajak impor susu dimana pada saat ini susu dunia harganya jeblog dimana bila dibandingkan dengan harga susu dlam negeri lebih murah. Hal ini sudah pasti dimanfaatkan oleh perusahaan persusuan untuk mengimpor susu demi mendapat keuntungan yang lebih banyak. Untuk menyikapi kondisi ini pemerintah harus segera bertindak dengan memberlakukan biaya pajak impor yang cukup tinggi sehingga susu dalam negeri tetap bisa bersaing. Padahal kalau kita mendasar data bahwa sampai saat ini susu dlam negeri hanya bisa menyupali kebutuhan 30 % dari kebutuhan Nasional. Apa kita akan selalu tergantung pada pihak luar jika hal ini tidak segera diatasi. Kalo kebijakan pemerintah terus seperti ini kapan bangsa kita bisa berdiri diatas kaki sendiri. Jangankan untuk sekedar berdiri, untuk merangkak saja kita tidak akan bisa. Bagaimana bangsa kita bisa mengejar bangsa-bangsa lain yang sudah berlari kencang?

Nanang Miftahudin





Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >


Featured Video




More on Vet Videos...


Find Us On Facebook


Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


Jurnal Terbaru

Populasi anjing yang tidak terkontrol menjadi suatu masalah yang harus dipecahakan. Isu kesejaht...

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...

Who's Online

Saat ini ada 11 tamu online