Select Language:
Home arrow Berita arrow Berita Umum arrow MOHON BANTUAN - Sidik Kasus Pengadaan Alat Tes Flu Burung, Rockeby AIV Antigen Test

Login

Google
Web vet-indo.com

Komentar Terakhir

  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Download Our Toolbar. Free, Private and Secure

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure


MOHON BANTUAN - Sidik Kasus Pengadaan Alat Tes Flu Burung, Rockeby AIV Antigen Test E-mail
(4 votes)
Ditulis Oleh KAMAL S, DRH SYARIEF   
Kamis, 24 Juli 2008

Kejaksaan Sidik Kasus Pengadaan Alat Tes Flu Burung (Rockeby AIV Antigen Test) Rabu, 09 Juli 2008 | 20:10 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Kejaksaan sedang menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan alat tes flu burung (avian influenza) di lingkungan Departemen Pertanian. "Ada dua tersangka yang sudah ditetapkan," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Marwan Effendy Rabu (9/7). Kedua tersangka bergelar dokter hewan itu, kata dia, adalah Ketua Pengadaan Rapid Test Avian Influenza Irwan Sofyan dan pejabat pembuat komitmen Musni Suratmadja. "Mereka masih aktif," kata Direktur Penyidikan Muhammad Farela.

Hari ini, jelas dia, tim jaksa pidana khusus yang diketuai Nur Rachmat memeriksa sekretaris pengadaan alat tes, Sumadi, sebagai saksi. Pengadaan ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian pada tahun 2006 untuk mengendalikan virus flu burung. Jumlah pengadaan alat tes saat itu sebanyak 191 ribu unit dengan nilai Rp 17,1 miliar. Diduga terjadi perubahan persyaratan teknis sehingga sebuah perusahaan, yakni PT Bio Farma menjadi pemenang tender dengan nilai penawaran Rp 14,8 miliar. Setelah alat tes didistribusikan ke daerah, ternyata alat itu tidak dapat dipergunakan sama sekali. "Tidak memenuhi mutu yang disyaratkan," ujar Marwan. Akibatnya negara dirugikan sebesar Rp 14,8 miliar.

RINI KUSTIANI MOHON TEMAM-TEMAN YANG PUNYA ARTIKEL/PENELITIAN YANG BISA MEMBUKTIKAN BAHWA DIAGNOSTIk RAPID TEST ROCKEBY AVIAN INFLUENZA VIRUS BERFUNGSI DENGAN BAIK DI LAPANGAN SEGERA DI EMAIL KE Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya (penelitian/artikel Anda akan membantu teman se-profesi kita di atas), untuk menyelamatkan teman kita dari fitnah mengingat diagnostik Rockeby sebelum dipakai di lapangan sebelumnya telah di uji lab dan uji lapang di BALITVET Bogor dan hasilnya bagus juga telah teregistrasi di BPMSOH dan memiliki sertifikat,juga hasil tes Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana juga melakukan penelitian dan hasilnya juga bagus, Rapid Test Rockeby berfungsi dengan baik. SEKALI LAGI MOHON BANTUANNYA. 


Tags:  Sidik Kasus Flu Burung Rockeby AIV Antigen Test AI avian influenza




Digg!Reddit!Del.icio.us!Facebook!Technorati!StumbleUpon!Furl!Yahoo!Add this social bookmarking functionality to your website! title=
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
indah setijawati   | Registered | 2008-07-26 07:59:09
Teman sejawat ,Saya ikut prihatin mudah-mudahan jadi pelajaran buat kita semua,dan mudah-mudahan yang jadi tersangka benar-benar cuman tersangka saja. Tapi sangat disayangkan kalau seorang dokter hewan mengkhianati profesi apalagi memanfaatkan situasi dan kondisi.
SYARIEF   | Registered | 2008-08-04 08:17:21
avatar TRIMA KASIH KOMENTARNYA APAKAH IBU INDAH PUNYA HASIL PENELITIAN YANG BISA MEMBANTU ???
Dibya   | Registered | 2008-08-07 02:33:19
avatar hasil penelitian ROCKEBY di lab. biomedik fkh unud sudah dikirim kejakarta. saya mengikuti pengujian ROCKEBY tersebut.semoga bisa membantu.
indah setijawati   | Registered | 2008-08-07 23:26:08
Teman sejawat: drh Syarief, Saya tidak memiliki penelitian tentang rockeby, tetapi sya adalah salah satu tim PDRS (Participatory Disease Respons Disease ) di kabupaten Banyumas - Jawa tengah yang turun ke lapangan apabila ada kasus atau laporan kematian ayam mendadak dan melakukan rapid test thd bangkai ayam.

Ternyata ketika saya melakukan rapid test dengan 2 jenis antigen AI yang berbeda dan salah satunya yang saya pergunakan adalah Rockeby , maka hasil rapid test tersebut memang Rockeby sering sekali menunjukkan deteksi negatip, dibandingkan bila saya mempergunakan anigen lain yang sejenis (bantuan FAO). Tetapi saya tidak apriori terhadap Rockeby Test, barangkali Rockeby yang saya pergunakan di lapangan tidak mengikuti aturan mata rantai dingin.
indah setijawati   | Registered | 2008-08-07 23:26:58
Pengalaman teman teman petugas dinas peternakan wilayah ternyata boleh dikatakan sama seperti pengalaman saya. Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini saya dan teman teman masih tetap menggunakan kedua jenis anigen tersebut di lapangan ( karena satu bekal sbg petugas dan satu sbg tim pelacak ).
SYARIEF - Cepat Asal Selamat (Dulu)   | Registered | 2008-08-12 04:17:03
avatar Senin, 29 Januari 2007, 17.07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sepekan lalu, Cianjur sempat panik. Sekitar 200 ekor unggas milik warga mati mendadak. Gejalanya: flu burung. Wabah baru flu burung mencapai ke sana?

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Cianjur segera bergerak cepat. Ia mengerahkan para pegawainya menggelar uji cepat (rapid test) untuk memastikan sebab-musabab kematian massal itu. Ia pantas cemas karena, sekali teruji positif, itu berarti semua unggas harus ikut dibasmi demi menyumbat penyebaran si virus. Unggas harus didepopulasi, bahasa halusnya.

Beruntung, Chairul Anwar, sang kepala dinas, belakangan menyimpulkan kematian itu disebabkan oleh serangan tetelo--musuh lama ternak unggas yang sudah dikenal lebih baik. "Tidak ada indikasi kematian unggas akibat serangan virus H5N1. Hasil rapid test negatif," katanya.
SYARIEF - Cepat Asal Selamat (Dulu)   | Registered | 2008-08-12 04:18:02
avatar Benarkah? Chairil Anwar Nidom, ahli biologi molekuler di Universitas Airlangga, Surabaya, mengingatkan bahwa turunan virus flu burung yang paling ganas saat ini, H5N1, bisa menyerang paru-paru, saluran pencernaan (diare), dan saraf. Pada unggas, apabila virus menyerang saraf, gejala klinisnya akan sangat mirip dengan tetelo.

Menurut Nidom, Chairul semestinya memastikan lagi hasil uji cepatnya itu dengan uji di laboratorium. "Kelemahan rapid test besar sekali," katanya.

Nidom pernah menguji sendiri validitas alat uji serupa di laboratorium pemerintah dan di laboratorium kampusnya. Hasilnya, apa yang dinyatakan rapid test positif ternyata negatif. Dan, "Apa yang dibilang negatif, eh, menurut uji reaksi rantai polimerase (PCR) yang saya lakukan ternyata positif," tuturnya.
SYARIEF   | Registered | 2008-08-12 04:19:44
avatar I Wayan Wibawan dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor menjelaskan alat uji cepat yang beredar saat ini kebanyakan bekerja mendeteksi flu burung dengan cara menangkap virusnya langsung atau antigen capture.

Darminto, Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Departemen Pertanian, mengungkapkan Anigen ataupun Rockeby--dua jenis rapid tests kit yang beredar di Indonesia saat ini--bisa mendeteksi apabila jumlah virus yang menginfeksi lebih dari 10 ribu partikel. "Kami sudah mengujinya, dan itu sensitivitas yang cukup bagus," katanya.
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 Stefen Teo
 farid aria kesuma
 Winda Syafitri
 Biatin Wiyono
 Bheta Syach
 Laboratorium Retna
 JELLIA WIBISONO
 Nurul Hidayah
 MARTIN SIANIPAR
 Zainee Mohd
 afriyansyah zaenal
 Heru Prabowo
 joker DVM
 lia vina
 Arief Fachrudin
 hidayatun nisa
 Zainee Mohd
 joker DVM
 zakiah mohd rashid
 Johan Manery
 Devine Larasati
 Sari Karunia Dewati
 ismail umar
 joko supriyatno

Featured Video




More on Vet Videos...
We Support CIVAS

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


online veterinary store

Who's Online

Saat ini ada 3 tamu online
free 
website hit counter