|
LDCC Pontianak. Dinas Kehewanan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat. Salah satu usaha untuk mendukung upaya Pembebasan Penyakit Flu Burung di Kalimantan Barat adalah mendeteksi dini kasus penyakit dengan melibatkan peran serta masyarakat. Kendala yang dihadapi selama ini antara lain terbatasnya tenaga teknis yang terlatih. Untuk itu Dinas Kehewanan dan Peternakan Provinsi Kalbar bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) mengadakan Pelatihan Tim Gerak Cepat Flu Burung (PDSR) Tahap I.
Gubernur Kalimantan Barat melalui Surat No. 254/0274/Ekon.A tanggal 26 Januari 2007 telah mengusulkan kepada Menteri Pertanian RI untuk menetapkan Provinsi Kalimantan Barat bebas penyakit Flu Burung dan saat ini dalam proses pembahasan di Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner sebagaimana Surat Direktur Jenderal Peternakan/Direktur Kesehatan Hewan No. 855/PD.620/F.5/02/07 tanggal 21 Februari 2007. Salah satu usaha untuk mendukung upaya Pembebasan Penyakit Flu Burung di Kalimantan Barat adalah mendeteksi dini kasus penyakit dengan melibatkan peran serta masyarakat. Kendala yang dihadapi selama ini antara lain terbatasnya tenaga teknis yang terlatih. Untuk itu Dinas Kehewanan dan Peternakan Provinsi Kalbar bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) mengadakan Pelatihan Tim Gerak Cepat Flu Burung (PDSR) Tahap I. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 25-29 Agustus 2008 di Aula kantor Diswanak Provinsi Kalbar Jln. Adisucipto no. 48 Pontianak. Praktek lapang dilaksanakan di Desa Rasau Jaya I, Kec Rasau Jaya, Kab Kubu Raya. Pelatihan ini diikuti oleh 28 orang peserta yang berasal dari perwakilan 14 kab/kota se provinsi Kalbar. Acara pelatihan ini merupakan kegiatan untuk pertama kali dilaksanakan di Indonesia, dimana Pemerintah Daerah (Provinsi Kalimantan Barat) sebagai pihak penyelenggara utama yang menanggung penuh biaya operasional pelatihan melalui dana APBD I, sementara FAO membantu biaya trainer. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kehewanan dan Peternakan Provinsi Kalbar (Drh. A. Manaf Mustafa). Materi pelatihan disiapkan langsung oleh tim FAO yaitu Drh. Muhammad Munir Shami, MSc (Training Specialist); Drh. Gunawan, Drh. Andreas, Drh Elly dan Drh. Afi sebagai Master Trainer serta Drh. Sjahrena Lubis sebagai Coordinator Management Unit (CMU) Departemen Pertanian RI. Materi dasar tahap I ini meliputi: - Pengenalan Konsep Komunitas
- Mobilisasi Masyarakat
- Partisipasi Masyarakat
- Epidemiologi Partisipasif
- Sistem Produksi Unggas di Indonesia
- Pengetahuan Tradisional Veteriner
- HPAI Indonesia
- Participatory Surveillance Tools Kit
- Penggunaan Global Positioning System (GPS)
- Rapid Test
- Kualitas Menajemen Unggas Yang Baik
- Pelaporan Cepat Dan Respon Cepat
- Biosecurity Personal
- Materi Komunikasi Dan Demonstrasi
- Metode Pengisian Laporan/Form Data
Sedangkan materi lapangan meliputi penggunaan GPS, Penggunaan Rapid Test, Wawancara Informasi Desa dan Simulasi Pemakaian Alat Biosecurity Personal. Hasil dari pelatihan ini diharapkan : - Kepada para peserta; memahami konsep Surveillance dan Respon partisipasif HPAI, mampu melakukan wawancara Semi Terstruktur, mampu menggunakan tools (alat-alat) epidemiologi partisipasif, mampu meningkatkan masyararakat dalam berpartisipasif, dan mampu menilai, menganalisis, melaporkan dan merespon data partisipatif epidemiologi.
- Pemda Kab/Kota untuk mendukung dalam hal kebijakan, dana, sarana dll agar PDSR yang telah dilatih dapat melaksanakan tugasnya secara optimal dalam mendeteksi kasus AI di daerahnya dengan melibatkan peran serta masyarakat sehingga sasaran akhir Kalbar bebas AI tahun 2009 dapat terwujud sebagaimana mestinya.
Pelatihan PDSR tahap II dilaksanakan sesuai jadwal pada tanggal 8-12 September 2008 di Hotel Merpati Pontianak. Pelatihan tahap II merupakan upaya meningkatkan pemahaman PDSR dalam upaya pencegahan dan pembebasan AI di Provinsi Kalbar. Nuraini Suharsono Berita Terkait Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
|