Select Language:
Home arrow Berita arrow Berita Umum arrow Pembentukan BKN Pengajar Ilmu Farmasi-Veteriner FKH se-Indonesia

Login

Google
Web vet-indo.com

Komentar Terakhir

  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Download Our Toolbar. Free, Private and Secure

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure


Pembentukan BKN Pengajar Ilmu Farmasi-Veteriner FKH se-Indonesia E-mail
(1 vote)
Ditulis Oleh Dr. Mochamad Lazuardi   
Rabu, 02 Mei 2007

Pembentukan BKN Pengajar Ilmu Farmasi-Veteriner FKH se-Indonesia Pada Tanggal 12 Maret 2007 telah terbentuk Badan Kerjasama Nasional (BKN) pengajar Ilmu Farmasi-Veteriner FKH se-Indonesia. Pembentukan dilakukan di FKH UNAIR, Surabaya, dihadiri oleh ketua PDHI dan BBPMSOH. Pada saat itu juga dilakukan Lokakarya Nasional Standarisasi Kurikulum S1 dan Program Dokter Hewan untuk mata kuliah Ilmu Farmasi-Veteriner.

 

 

 

Tujuan dibentuk BKN adalah :

  1. Melakukan standardisasi pendidikan S1 dan PPDH se Indonesia
  2. Membentuk Kurikulum Inti Farmasi-Veteriner Indonesia untuk S1 dan tingkat dokter hewan
  3. Melakukan perintisan berdirinya S-2 Farmasi Veteriner untuk para dokter hewan dan apoteker yang akan bergerak di bidang obat hewan
  4. Melakukan kerjasama Sains dan Pengabdian pada Msayarakat untuk pengembangan cabang ilmu Farmasi-Veteriner
  5. Membentuk network dengan pihak luar manapun untuk mengembangkan Sains di bidang Farmasi-Veteriner

 

 

Dr. Mochamad Lazuardi, Drh., MSi
Cabang Ilmu Farmasi-Veteriner FKH UNAIR

 


Tags:  Pembentukan BKN Pengajar Ilmu Farmasi-Veteriner FKH se-Indonesia dokter hewan veterinary animal health




Digg!Reddit!Del.icio.us!Facebook!Technorati!StumbleUpon!Furl!Yahoo!Add this social bookmarking functionality to your website! title=
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
teja - sedikit kemajuan   | | 2008-02-22 22:43:50
memang saat ini kita harus membutuhkan layanan farmasi yang sistematis dan teratur. maka dengan adanya keseragaman ini, diharapkan dapat membangun instansi farmasi atau apotik veteriner di setiap daerah-daerah di Indonesia, harapannya klien nantinya akan ikut andil dalam mewujudkan kesehatan hewan nasional dengan cara membeli sendiri resep yang telah dibuatkan oleh dokter hewan setempat. tapi kemudian saya jadi bertanya-tanya, lantas para TS-TS itu nanti ditaruh dimana? apa perusahaan obat hewan tidak rugi dengan sistem apotik veteriner di daerah, sementara masyarakat sekarang kepedulian terhadap hewan sangat minim kecuali bagi hewan yang dianggap mempunyai jual.
taufik - HAHHAHAHA ada ada aja dr hewan   | | 2008-05-05 03:06:54

Hahahaha..dokter hewan di indonesia bwt apa?? makan aja susah mau bwt hewan
dokter ma apoteker aja dah gak kepake,yg dipake ilmu pijet,refleksi, jamu mbok menik, diemin aja ntar juga sembuh...hahahhaha...cape deeee
taufik - reality profesi kesehatan kita   | | 2008-05-05 03:07:34

Resep dokter dibelisama perusahan farmasi, pelayanan resep tidak lagi patient oriented!! semua dah dibeli dari obat jamur ampe obat jantung yang dah jamuran!!gak percaya? liat aja di Rumah sakit!!!
Dokter kbanyakan berengsek, minta duit, minta servis, sok raja, minta dilayani baik waktu maupun nafsu,
Parahnya lagi banyak apoteker menjadi MedRep yang setiap hari jadi budak tinta nya dokter.. IRONIS tapi inilah sebenarnya muka tenaga medis kita..
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 lia vina
 jatmiko wahyu aji
 arifin musthofa
 Valentina Adisty
 BigManI BigManI
 wheda asmara putra
 TysonNY TysonNY
 Edi Santosa
 afriyansyah zaenal
 Heru Prabowo
 joker DVM
 lia vina
 Arief Fachrudin
 hidayatun nisa
 zakiah mohd rashid
 umar suryanaga
 joker DVM
 zakiah mohd rashid
 Johan Manery
 Devine Larasati
 Sari Karunia Dewati
 ismail umar
 joko supriyatno
 Heru Prabowo

Featured Video




More on Vet Videos...
We Support CIVAS

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


online veterinary store

Who's Online

Saat ini ada 7 tamu online
free 
website hit counter