|
Terima kasih saya ucapkan atas tanggapan para kolega dokter hewan atas artikel yang saya tulis pada 6 september 2008 lalu. Dari beberapa tanggapan itu ada yang setuju dan ada yang tidak bahkan ada yang sedikit tersinggung atas artikel saya. Mungkin dari beberapa permasalahan ini dapat kita temukan jawabanya sehingga profesi kita semakin solid karena kita punya ikatan dan permasalahan yang dihadapi bersama.
Berkaitan dengan tanggapan para kolega dokter hewan atas artikel yang saya tulis beberapa waktu yang lalu saya mempunyai argumen dan alasan kenapa saya menulis artikel tersebut. Hal itu saya lakukan untuk melihat sebenernya sampai dimana sih kebanggaan para kolega dokter hewan terhadap profesi kita? dan sejauh mana kesiapan kita menyongsong era globalisasi pada profesi kita. Hal ini saya lakukan karena hampir 3 tahun ini sejak saya lulus dokter hewan dan terjun sebagai dokter hewan praktisi dan bekerja di birokrasi saya mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap profesi dokter hewan, bahkan banyak kolega yang bertanya tentang lowongan pekerjaan. Dalam beberapa kali kesempatan saya mencoba menganjurkan para dokter hewan yang masih mencari jati diri dan mencari-cari pekerjaan untuk mencoba percaya diri dengan membuat lapangan pekerjaan sendiri dan mengaplikasikan ilmunya dimasyarakat dengan menjadi dokter hewan praktek di daerahnya masing-masing. Karena kalau kita mau membuka diri sebenarnya dengan ilmu yang kita punyai banyak lapangan pekerjaan yang bisa kita ciptakan. Hal ini berdasarkan pengalaman saya pribadi selepas lulus dari bangku kuliah. Sebenarnya ilmu dan peran kita sangat dibutuhkan dimasyarakat hal ini berdasarkan struktur ekonomi masyarakat yang banyak berkecimpung di dunia kehewanan. Di kota banyak hewan kecil dan hewan kesayangan, di desa banyak hewan besar, bahkan di dalam hutan masih ada pekerjaan yang bisa kita lakukan yaitu hewan liar. Tapi perdasarkan pengamatan yang saya lakukan selama 3 tahun ini hanya sedikit sekali dokter hewan yang mau mengaplikasikan ilmunya di masyarakat sebagai dokter hewan praktisi. Banyak dokter hewan yang sudah lupa dengan ilmunya selepas lulus dari bangku kuliah, bahkan tidak sedikit yang membuang ijazahnya untuk berkecimpung di dunia lain, yang di birokrasi sibuk dengan urusan birokrasinya, yang bisnisman sibuk dengan urusan bisnisnya sehingga ilmu yang sudah di dapat sekian lama di bangku kuliah hilang tanpa bekas; makanya peran dokter hewan tidak begitu kelihatan di masyarakat dan banyak bidang kedokteran hewan yang tidak tergarap sehingga ditangani tenaga-tenaga yang bukan dibidangnya. Bagaimana tentang KESWAN, KESMAVET? terus ujung-ujungnya masyarakat yang banyak dirugikan. Kita mempunyai kewajiban mengamalkan ilmu kita di masyarakat karena banyak hal di masyarakat yang membutuhkan ilmu kita antara lain keswan, peredaran obat, peredaran produk asal hewan, mencari dan menemukan teknologi peternakan yang modern untuk menyongsong era globalisasi, sesuai dengan sumpah kita sebagai dokter hewan dan etika profesi dokter hewan. bagaimana kasus flu burung terus berlarut-larut, beredarnya daging glonggongan dan pencampuran dengan daging babi/celeng, kualitas susu dan telor, aplikasi obat pada hewan sehingga timbul resistensi obat dan pencemaran antibiotik pada produk asal hewan yang membahayakan masyarakat, pencegahan dan penanggulangan penyakit hewan yang berbahaya bagi manusia yang mungkin akan timbul di masa-masa yang akan datang seiring dengan era globalisasi APA YANG SUDAH KITA LAKUKAN DAN SUDAH SIAPKAH KITA MENANGGULANGI PERMASALAHAN-PERMASALAHAN YANG AKAN TIMBUL? SIAPKAH KITA BERSAING DENGAN DOKTER HEWAN ASING YANG AKAN MEMBANJIRI DI MASA YANG AKAN DATANG? Pada bulan juli 2008 yang lalu para dokter hewan praktisi se-Jawa Timur dikumpulkan oleh Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur untuk diajak berdiskusi tentang peran dokter hewan di masyarakat serta serta menyatukan persepsi dokter hewan se-Jawa Timur dan mencoba meminta ide dan saran untuk ikut mewarnai arah kebijakan pemerintah jawa timur di bidang kehewanan serta mengharap terjalin kerjasama antara pemerintah dan para dokter hewan dalam bidang kehewanan. Kenapa hanya para dokter hewan praktisi? karena hanya dokter hewan praktisi yang mempunyai alamat jelas domisili dan sudah menjadi anggota PDHI. Bagaimana dengan kolega-kolega dokter hewan yang lain? Apakah aspirasi mereka bisa tertampung? jangan tanya soal aspirasi para kolega dokter hewan yang belum menjadi anggota PDHI apakah sudah terakomodasi, bagaimana bisa terakomodasi jika para kolega saja sulit untuk dihubungi apalagi untuk diajak diskusi. Dalam kesempatan itu kepala dinas peternakan Jawa timur mengkritik atas kesombongan para dokter hewan yang sudah melupakan ilmu dan kewajibannya serta tidak melaksanakan sumpahnya sebagai dokter hewan dan mengabaikan etika dokter hewan. Karena para dokter hewan khususnya di Jawa Timur sudah bertindak sendiri-sendiri tanpa mengindahkan kaidad-kaidah profesi dokter hewan, yang menjadi birokrasi sibuk melanggengkan kekuasaan, yang menjadi bisnisman melakukan praktek-praktek yang melanggar sumpah dan kode etiknya profesinya, yang praktisi melakukan segala hal sampai tidak mengindahkan sumpah, kode etik dan UU yang berlaku, dokter hewan yang lain ?????. Mari kita introspeksi diri kita masing-masing berada di mana sebenarnya kita? MARI KITA TINGKATKAN PERSATUAN DAN PERSAUDARAAN KITA DENGAN MENJADI ANGGOTA PDHI yang merupakan satu-satunya wadah resmi dokter hewan Indonesia. JANGAN BERTANYA APA YANG SUDAH DIBERIKAN PDHI, TAPI APA YANG SUDAH KITA BERIKAN UNTUK PDHI? Sebenernya sudah banyak yang sudah dilakukan PDHI baik secara regional maupun nasional melalui gathering, lokakarya, diskusi-diskusi problematika dokter hewan, penambahan wawasan ilmu kedokteran hewan, dll. Bahkan beberapa tahun terakhir ini para pengurus pusat terus mengupayakan agar dokter hewan bisa berperan dalam pengambilan kebijakan pemerintah dengan dibentuk suatu BADAN OTORITAS VETERINER sebagai wadah peran dokter hewan serta mendorong disahkanya UU kehewanan yang baru. Nanang Miftahudin Tags: dokter dokter hewan peran sumpah PDHI jawa timur kesmavet keswan Berita Terkait Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
|