|
Apakah perlu membuang hati di bulan haji ini? Pertanyaan itu akan sering muncul dibenak kita saat kita akan menghadapi momen-momen besar seperti yang akan kita jelang, hari raya idul adha. Pemeriksaan post mortem dan antemortem telah banyak dilakukan. Instansi pemerintahan, dokter hewan praktek sampai universitas semua ikut turun meramaikan pasar hewan, namun permasalahan kesehatan hewan qurban masih sering terjadi. Apakah ini merupakan kesalahan strategi pemeriksaan kesehatan hewan, yang biasanya dilakukan 2-3 hari sebelum hari H saja atau kesalahan manajemen kesehatan hewan di masyarakat, sehingga kasus-kasus serupa, yang seharusnya sudah bisa diatasi dengan perkembangan dunia kedokteran hewan, tetap saja terjadi. Saat kita membicarakan siklus hidup cacing hati penyebab distomatosis, mungkin bagi yang dokter hewan akan langsung hafal di luar kepala. Mulai dari telur cacing dari saluran empedu masuk kedalam usus sapi, telur keluar bersamaan dengan feses, berubah jadi mirasidium, dari mirasidium ke redia, serkaria dan metaserkaria yang infektif. Kesimpulan yang akan timbul adalah, bila yang infektif adalah tahap metaserkaria di rumput maka kita tidak perlu merisaukan adanya cacing di hati sapi. Bila kesimpulan itu yang kita ambil maka seharusnya kita mulai membaca mengapa cacing masih ada di hati?
Hal ini menunjukan bahwa manajemen kesehatan ternak kita yang kurang bagus. Negara maju boleh jadi mengkategorikan hati adalah bagian yang tidak di konsumsi, tapi bagi negara seperti Indonesia yang untuk memenuhi kebutuhan harian akan protein hewani masih sulit, hati sapi merupakan konsumsi masyarakat. Alangkah tidak etisnya pelaku dunia kedokteran hewan yang seharusnya mengabdi pada masyarakat melalui upaya kesejahteraan hewan menyajikan konsumsi makanan berupa hati yang rusak dan di dalamnya terdapat banyak cacing. Lalu apakah telah mensejahterakan masyarakat bila ternak yang tidak laku dijual pada saat idul adha kemudian menjadi peliharaan tetapi performa dan kualitasnya tidak baik dan menyebarkan cacing. Penyuluhan tentang managemen kesehatan hewan masih sangat diperlukan, penyuluhan tentang rotasi penggembalaan, sistem pengairan, waktu penggembalaan serta pelayuan hijauan pakan ternak juga masih diperlukan. Hal ini kita tempuh sebagai upaya memotong siklus hidup cacing hati. Semoga peningkatan manajemen kesehatan hewan segera tercapai sehingga dalam perayaan idul adha tahun ini kita tidak perlu membuang seluruh bagian hati sapi dan tercapai kesejahteraan bersama. Semoga... Berita Terkait Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
|