Select Language:
Home arrow Berita arrow Berita Umum arrow Perlunya Komunikasi Atasi Masalah Kesehatan Hewan
  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Perlunya Komunikasi Atasi Masalah Kesehatan Hewan E-mail
(10 votes)
Ditulis Oleh Iwan Berri Prima   
Kamis, 14 Juni 2007

Masalah kesehatan hewan merupakan permasalahan yang harus diperhatikan oleh berbagai pihak, baik pemerintah, pelaku industri peternakan, masyarakat luas, maupun akademisi. Sejak manusia tercipta di muka bumi ini, permasalahan kesehatan hewan telah menjadi bagian penting untuk mewujudkan kesejahteraan, ketenangan, dan kebahagiaan manusia. 

Bahkan di beberapa daerah tertentu, hewan dijadikan sebagai makhluk hidup yang suci, agung dan sakral. Hal ini semakin menegaskan bahwa kesehatan hewan merupakan hal yang penting dan harus selalu diwujudkan serta dijaga keberadaannya.
Namun, ternyata definisi hewan menurut UU di negara ini masih terlalu sederhana dan sempit. Pengertian hewan seperti halnya yang tertuang dalam UU No 06 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan, bahwa hewan adalah semua binatang yang hidup di darat, baik yang dipelihara maupun yang hidup secara liar. Sehingga makhluk hidup yang hidup selain di darat, seperti contohnya hidup di air (ikan, udang dan lain-lain) bukan termasuk hewan.
Meskipun definisi hewan menurut UU ini adalah istilah yang dipakai dalam UU yang bersangkutan, tentu hal ini perlu mendapat perhatian serius. Artinya, perlu pembenahan definisi, agar dalam mengatasi permasalahan kesehatan hewan, dasar dan acuannya menjadi jelas. Bahkan, ranah dan bidang kerja dari sektor yang terkait dengan masalah hewan pun tidak tumpang-tindih. Alhasil, hewan sebagai makhluk ciptaan Tuhan mempunyai manfaat dan faedah bagi bangsa ini.
Terkait hal ini, perlu kiranya kita mengajak segenap komponen, khususnya bidang yang terkait dengan masalah hewan seperti bidang kedokteran hewan, peternakan, perikanan, biologi dan kehutanan serta bidang yang lainnya untuk duduk bersama dalam sebuah forum komunikasi membahas dan memahami arti dan peranan masing-masing (minimal upaya ini berawal dari pihak akademisi/kampus) . Sehingga masalah tumpang-tindih peranan dan wewenang dapat dikomunikasikan dengan baik secara bersama.
Meskipun otoritas kesehatan hewan harus berada di tangan dokter hewan, namun upaya ini merupakan upaya konkret dan cukup baik untuk dilaksanakan, mengingat permasalahan kesehatan hewan merupakan permasalahan serius yang harus ditangani secara cepat, tepat dan berdasar keahlian profesi. Bukankah suatu perkara jika tidak diserahkan kepada ahlinya maka tunggulah kehancurannya?
Terlebih masalah kesehatan hewan bukan hanya berdampak pada hewan saja, namun lebih dari itu, akibat lemahnya kesehatan hewan terbukti berbagai zoonosis (penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya) seperti flu burung, antraks, rabies, tuberkolosis (TB) dan masih banyak lagi yang lainnya, secara pelan tapi pasti menjadi ancaman serius bagi bangsa ini.




Facebook!Yahoo!
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Sapto SKH Drh - Setuju Untuk Berry   | Unregistered | 2007-06-21 14:36:52
Secara umum saya sependapat. permasalahan apapun tidak bisa berdiri sendiri. selalu ada keterkaitan dengan berbagai pihak. monopoli oleh pihak tertentu terhadap suatu masalah tentu tidak dibenarkan. namun segala sesuatu harus pada proporsi dan tempatnya. misalnya, persoalan hewan karena terkait dengan kehidupan manusia secara umum, maka semestinya harus ada pendefinsian hewan secara umum. yaitu; semua makhluk ciptaan Tuhan (darat dan air)yang memiliki wujud, kehidupan, insting, dan tidak memiliki akal. terkait dengan kesehatan hewan/veteriner, maka definisi veteriner adalah urusan hewan dan penyakit-penyakitnya. sedangkan urusan veteriner adalah kewenangan khas dan tak tergantikan milik Drh atau dibawah pengawasan Drh.
dalam melaksanakan tugasnya Drh memiliki paradigma. yaitu paradigma veteriner yang meliputi; paradigma ekonomi (untuk hewan produksi), paradigma kesetaraan (untuk hewan companion), paradigma kelestarian (untuk hewan liar), dan paradigma iptek dan perbandingan kedokter...
nanang   | Registered | 2008-09-26 09:41:47
Komunikasi dan persamaan persepsi tentang keswan menurut saya sangat perlu tu mengingat semakin komplek permaslahan Keswan agar tidak saling tumpang tindih dan adanya batasan wewenang yang jelas sehingga kasus-kasus keswan teratasi secara tuntas
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 Uni Purwaningsih
 Ahmad Nur
 Rachman Yusuf
 Imron Rosyadi
 oky yosianto
 rahayu rahayu
 ratih ayu
 wiwin kusumawati
 deddy rapen
 Abdul Haris
 Joshua Loh
 Shandy Maha Putra
 khrisna wahyu
 Dewi Larasati
 deny jaya triatma
 henny Pringadi
 deddy rapen
 Ayu Joesoef
 deny jaya triatma
 dedi kurniawan
 arif rahman
 Gold Coin HR
 Citra Nuranisa
 Ayu Setiawati

Featured Video




More on Vet Videos...

Find Us On Facebook

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


Jurnal Terbaru

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...

Dalam rangka menghadapai swasembada daging sapi tahun 2010 diperlukan peningkatan populasi sapi p...

Who's Online

Saat ini ada 107 tamu online