Select Language:
Home arrow Berita arrow Berita Umum arrow Perlunya Membangun Sinergisme Petugas Kesehatan Hewan di Daerah
  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Perlunya Membangun Sinergisme Petugas Kesehatan Hewan di Daerah E-mail
(4 votes)
Ditulis Oleh muhrishol yafi   
Kamis, 19 Pebruari 2009

Setelah menempuh pendidikan profesi dokter hewan, dan telah disumpah serta siap untuk melakukan pengabdian pada masyarakat. Maka saat itu pula berbagai macam idealisme terkadnung dalam diri masing-masing dokter hewan. Ada yang memilih sebagai TS, dimana pekerjaan ini ditengarai menjadi jembatan untuk menjadi wirausahawan dikemudian hari, karena tidak sedikit mereka yang telah sukses terutama di bidang unggas adalah mantan TS. Ada yang punya idealisme ingin masuk dipemerintahan, karena ingin memperbaiki sistem kesehatan hewan di sektor pemerintahan yang kurang bagus. Ada yang memilih membuka klinik bersama. Ada pula yang lebih memilih untuk kembali ke daerah, dengan maksud untuk mengabdi pada masyarakat sesuai dengan ilmu yang dimiliki serta untuk memajukan daerahnya. 

Seperti yang dilakukan seorang dokter hewan A yang berasal dari Ngawi ini. ia ialah seorang dokter hewan perempuan, tapi dalam dirinya termaktub semangat yang begitu besar untuk memajukan daerahnya dalam bidang peternakan maupun kesehatan hewannya. Ia mengurus surat izin praktek (SIP) pada dinas peternakan setempat,tak lama kemudian ia dapat mengantongi SIP. Ia diberi wilayah sebuah kecamatan tertentu oleh dinas peternakan setempat. Dengan senang hati ia mencoba untuk mengenalkan pada masyarakat tempat ia paraktik. Dan iapun tak lupa untuk bekerjasama dengan mantri hewan yang notabennnya telah lama berada di daerah itu. Sebuah plakatpun ia dirikan di depan rumahnya.

Namun seiring berjalannya waktu, rupanya sang mantri merasa tersaingi olehnya. Pelanggannya mulai beralih pada sang dokter hewan, karena peternak merasa lebih nyaman ke dokter hewan pasalnya sang dokter hewan selaan menyuntik ternyata juga memberikan pendidikan pada peternak tentang bagaimana beternak secara baik. Dan lebih jauh lagi sang dokter hewan membuka toko untuk berjualan obat hewan, kebetulan sang mantri juga jualan obat hewan, tapi harga obat di mantri jauh lebih mahal, maka peternak berangsur-angsur beralih pada dokter hewan.

Maka bertambah panaslah hati sang mantri, dan ia khawatir akan nasib lahannya dikemudian hari. Ultimatumpun dilontarkan sang mantri pada sang dokter hewan. Sang mantri meminta dokter hewan untuk menurunkan papan nama yang ada didepan rumahnya. Mantri itu mengancam jika tidak diturunkan maka SIP yang telah diperoleh diusahakan akan dicepot oleh dinas setempat. Sang dokter hewan tidak terima dengan perlakuan sang mantri, ia mencoba melapor pada dinas setempat, tapi sayang pihak dinas malah berpihak pada sang mantri. Ia mencoba melapor ke PDHI setempat, tapi pihak PDHI kurang kuat, akhirnya ia melapor pada PDHI Jatim, tapi entah sampai sekarang belam tahu apa keputusannya.

Kejadian ini terlihat sebuah ketidakharmonisan antara petugas kesehatan hewan yang ada di daerah. Satu sisi sang dokter hewan muda sangat ingin mempraktekkan ilmu yang telah ia timba dari sumber ilmu di dunia kampus. Namun disisi lain petugas kesehatan hewan di daerah yang sudah mapan, karena telah lama didaerah itu enggan untuk memberi kesempatan pada yang muda. Dan malah merasa tersaingi oleh munculnya yang muda. Mungkin kejadian ini tidak akan terjadi jika kedua belah pihak sama-sama saling memahami posisi masing-masing dan siap untuk bersinergi demi memajukan peternakan dan kesehatan hewan didaerahnya.

Seperti yang ada di wilayah Kab banyuwangi misalnya. Pernah suatu ketika saya berkunjung ke rumah seorang dokter hewan praktek di Banyuwangi. Saya tiba di kediaman sang dokter saat hari telah menjelang sore, kebetulan ada peternak yang lapor agar sang dokter bersedia untuk mengobati ternaknya yang sedang sakit. Kemudian saya ikut dengannya ke peternak, di tengah perjalanan sang dokter itu mengatakan pada saya bahwa di Banyuwangi tak ada konflik antara dokter hewan dengan mantri hewan pasalnya semua telah ada tugas sendiri-sendiri. Menurutnya yang menangani masalah kesehatan diserahkan pada dokter hewan sedang untuk melayani kawin suntik sudah diserahkan pada petugas inseminator sendiri. Pada awalnya saya kurang percaya, karena biasanya aturan ini hanya manis di lidah saja atu apik ditulisan saja. Seperti yang terjadi di Ngawi itu.

Tapi keraguan saya terjawab, ketika suatu ketika ada seoarang peternak sapi memintanya untuk memeriksa apakah sudah waktunya kawin atau belum, setelah diperiksa ternyata tidak waktunya kawin, sang peternak itu meminta pada sang dokter hewan untuk sudi untuk melakukan insemanasi pada sapinya jika masa kawinnya tiba. Tapi sang dokter hewan itu tidak mau, dan sang dokter hewan itu memberi tahu pada peternak itu bahwa yang bertugas untuk kawin suntik sudah ada petugasnya sendiri. “jika peternak itu menghubungi saya untuk keperluan kawin suntik,maka akan saya limpahkan pada petugas insemenasi yang ada” terang sang dokter hewan. Sang dokter hewan itu mengatakan pada saya bahwa dokter hewan di Banyuwangi sangat kuat, malah akan berencarana untuk membuat PDHI Jatim IV. Dengan demikian saya melihat bahwa perlu untuk dibangun sebuah sinergisme antar petugas yang ada dilapangan baik dari kalangan dokter hewan, mantri hewan maupun petugas insemenasi.





Facebook!Yahoo!
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 Selamet Hidayat
 Ashley Maruyama Vincent
 sovia hariani
 Dwi Wisnugrahani
 iken septi
 kristiana rini astuti
 NUNIK YULIANTI
 dina fitrah
 arif setyonarutomo
 anjar wigianto
 moigariacix moigariacix
 Rudi Harso Nugroho
 Indra Lesmana
 Paramita Diana
 achoiro wati rasid
 ahmad syazali ahmad syazali
 Harisman Sopandi
 kris ws
 Revan Maulana
 aracle -
 Drh Lani Suryaningsih
 drh.Jaden.P.Sidadolog Sidadolog
 Data Putra
 Oki Komara

Featured Video




More on Vet Videos...

Find Us On Facebook

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


Jurnal Terbaru

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...

Dalam rangka menghadapai swasembada daging sapi tahun 2010 diperlukan peningkatan populasi sapi p...

Who's Online

Saat ini ada 41 tamu online
free 
website hit counter