Puluhan warga Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, menderita sakit setelah mengonsumsi daging kerbau yang tewas karena antraks. Dari data yang dikoleksi dalam dua pekan terakhir sedikitnya 13 kerbau di daerah itu mati mendadak akibat terserang penyakit antraks.
Walaupun telah mati, bangkai-bangkai kerbau di Desa Tou Timur belum dievakuasi oleh para peternak. Karena Dinas Peternakan Ende berjanji akan mempelajari penyebab kematian hewan-hewan itu. Namun yang terjadi saat ini adalah pengetahuan warga setempat akan penyakit antraks yang sangat minim, begitu pula dengan dampaknya yang juga menimbulkan kekhawatiran. Dari data Kantor Kecamatan Kotabaru menyebutkan populasi kerbau di daerah tersebut mencapai 2.000 ekor [liputan6]. Tags: BeritaBerita UmumPuluhan Kerbau Mati Mendadak Karena Antraks