Mengonsumsi daging kerbau. Suatu kebiasaan yang bisa dibilang aneh. Kebiasaan inilah yang akhirnya menyebabkan puluhan warga Desa Tou Timur, Kecamatan Kota Baru, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, baru-baru ini, menderita sakit akibat bakteri antraks. Tak hanya itu, minimnya pengetahuan warga soal bahaya antraks turut memicu penyebaran penyakit tersebut.
Salah seorang korban bernama Dami Satu mengaku memakan bangkai kerbau, dua pekan silam. Namun dampak penyakit baru terasa setelah sepekan lewat. Kondisi Dami cukup memprihatinkan. Tangan kanannya terluka dan bengkak hingga sulit untuk digerakkan. Tak hanya Dami, ratusan warga desa pun turut menyantap daging bangkai kerbau.
Kondisi ini dipicu banyaknya kerbau yang mati mendadak. Sedikitnya 13 ekor kerbau mati akibat terjangkit bakteri antraks dalam dua pekan terakhir (SCTV). Sementara data di Kantor Kecamatan Kota Baru menunjukkan, populasi kerbau di sana mencapai 2.000 ekor.
Warga dan pemilik kerbau menganggap kematian ini merupakan hal yang biasa. Bahkan, warga tidak tahu ciri-ciri hewan terserang antraks. Jhon Weti, misalnya. Dia baru tahu kerbaunya terkena antraks setelah petugas Dinas Peternakan memberitahu indikasi hewan yang terserang penyakit tersebut. [liputan6] Tags: BeritaBerita UmumPuluhan Warga Ende - Flores Terserang Antraks