Select Language:
Home arrow Berita arrow Berita Umum arrow Sekali Lagi Dunia Kesmavet Indonesia Perlu Diperkuat
  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Sekali Lagi Dunia Kesmavet Indonesia Perlu Diperkuat E-mail
(2 votes)
Ditulis Oleh Baihaqi Abdul Madjid - Pukesmaveta   
Minggu, 28 September 2008

Dunia kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) selalu menjadi buah bibir menjelang event-event keagamaan dan event nasional, seperti bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha dan hari-hari raya lainnya yang melibatkan kebijakan dan kepentingan publik serta kemaslahatan ummat manusia. Dunia Kesmavet Indonesia, sering muncul dengan wajah asli di layar-layar televisi nasional dengan penuh kesemrawutan dan salah urus dari atas sampai ke bawah. Peredaran daging limbah, daging sapi yang dicampur daging celeng, daging illegal, daging berpotensi merusak manusia karena penyakit menular (zoonosis), daging tidak sehat, daging ayam mati, suntikan formalin, suntik air dalam daging dan berbagai praktek keji para pengusaha dan pedagang yang hanya mencari untung diatas penderitaan orang lain merupakan pemandangan yang biasa di Indonesia. 

Bahkan, saking biasanya, pemerintah kita bahkan rutin saban hari, bulan dan tahun, terus menghadapi masalah-masalah patologi sosial ini secara sistematis. Tanpa upaya dan langkah-langkah memutuskan semua 'kejahatan kemanusiaan' ini secara permanen.

Pada kasus kejahatan kesmavet yang lebih canggih, dalam bulan Ramadhan ini ditemukannya peredaran makanan dan susu yang terinfeksi bahan melanin di Mall dan hypermaket di kota-kota besar. Makanan dan susu berisi melanin ini merupakan produksi impor dari negara asing (Cina). Keresahan yang ditimbulkan juga tidak kepalang tanggung, bahkan banyak negara di Asia Tenggara, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand ikut panik, tetapi pejabat mereka sangat cepat berindak.

Pada Ramadhan ini juga, kita dikejutkan lagi dengan kebijakan Menteri Pertanian RI, Anton Apriyantono yang akan membuka kran import sapi dan daging asal negara Amerika Latin, Brazil yang terkenal sebagai negara endemis PMK. Sangat luar biasa, bahkan Menteri ini dengan bangga menyatakan akan bertanggungjawab terhadap kemungkinan penularan PMK jika import sapi dari Brazil terealisasi. Padahal dokter hewan-dokter hewan di negeri kita pada masa lalu telah dengan susah payah membebaskan wabah penyakit ini di tanah air sehingga negara Indonesia dikenal sebagai negara yang bebas PMK.

Kita sangat menyesalkan, sikap Menteri Pertanian yang tidak mau tahu akan nasib dunia kesmavet dan dunia peternakan tanah air yang kembang kempis. Harusnya, Menteri Pertanian justru tidak mengusung kepentingan pengusaha dan para importir ternak yang hanya ingin menikmati dolar dari mahalnya harga daging dalam negeri, sementara produksi dalam negeri anjlok dan peternak tanah air dimarginalkan. Bahkan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Departemen Pertanian dapat dikatakan telah gagal mengangkat produksi ternak dalam negeri.

Karenanya, kita ingin menggugat saja dengan pertanyaan, lalu untuk apa Departemen Pertanian? Apakah Departemen ini layak dipertahankan untuk memajukan dunia peternakan kita, tempat bergantung nasib 250 juta lebih rakyat yang membutuhkan sumber protein hewani? Atau perlu kita usulkan untuk ditiadakan saja? Catatan lain, kasus yang super canggih seperti bioterorisme yang mungkin dapat disebut contoh flu burung, pencemaran bakteri enterobacter shakazakii yang masih menjadi bulan-bulanan dan yang terakhir sempat menjadi bola liar.

Sungguh wajah dunia kesmavet Indonesia sedang dipermainkan. Berbeda halnya dengan dunia kesmavet negara-negara tetangga kita, Malaysia contohnya, begitu rapi dan sistematis dalam mengatur masalah hajat hidup orang banyak ini. Pemerintahnya tidak sombong dan takabur dalam mengelola urusan kesehatan publik, tidak sok pintar seperti Menteri-Menteri dan pejabat di negara kita yang sok tahunya sampai di ubun-ubun. Karenanya tidak aneh, jika kejahatan dunia kesmavet di negeri ini terus menjadi-jadi, seperti ada pembiaran dari pemegang kebijakan. Belum lagi hukum dan sanksi yang tidak konsisten dan tidak membuat para pelakunya jera dan taubat.

Lagi-lagi Departemen Pertanian yang memiliki otoritas tidak memiliki strategi untuk menjawab persoalan, sehingga taruhannya adalah nasib generasi penerus dan manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas akan menurun. Menteri Pertanian, yang dijabat oleh orang-orang yang tidak berkompeten karena aliansi politik, justeru memberikan kontribusi besar bagi maraknya kejahatan bidang kesmavet yang berakhir pada rusaknya kesehatan jasmani dan rohani generasi bangsa.

Dunia kesmavet seharusnya menjadi bidang yang sangat penting, karena langsung terkait dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kita bisa menyimak dalam kitab suci umat Islam, Al-Qur'an Al-Karim, betapa banyaknya Allah SWT mengatur dunia kesehatan masyarakat veteriner ini. Allah SWT bahkan menyebut-nyebut susu, daging, hewan ternak, perdagangan yang jujur, timbangan yang tepat secara berulang-ulang. Bahkan seorang Nabi Syu'aib As, yang khusus diutus kepada kaum yang telah melakukan kejahatan perniagaan (ekonomi) dalam segala sendi seperti halnya mencampur daging halal dengan haram, menjual hewan mati, dan lain seterunya.

Karenanya, kita berharap kepada para ahli bidang kesehatan masyarakat veteriner dan para dokter hewan di Indonesia agar dapat membangun kedaulatan dunia kesehatan masyarakat veteriner secara utuh. Tanpa usaha dari para ahli dan dokter hewan yang sungguh-sungguh, nampaknya tidak akan ada perubahan nasib dunia satu ini yang sangat menentukan nasib perjalanan bangsa ini. Kita tidak boleh membiarkan, merajelalanya kejahatan-kejahatan di bidang kesehatan masyarakat veteriner yang dilakukan oleh penjahat-penjahat kemanusiaan. Mari kita bertindak! wallahu'alam bissawab.

Oleh: Baihaqi Abdul Madjid (Direktur Pusat Pengembangan Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Peternakan) 

* penulis adalah mantan aktivis ISMAKAHI periode 1994-1995, sekarang masih fungsionaris Pengurus ICMI Pusat





Facebook!Yahoo!
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
nanang   | Registered | 2008-10-08 07:45:58
inilah permasalahan yang ingin saya angkat beberapa waktu lalu dengan mengangkat tema PERAN DOKTER HEWAN. Memang pada keadaan akhir-akhir ini perlu diperkuat bidang KESMAVET dalam hal ini peran dokter hewan, banyak permasalahan2 yang akan terus bermunculan selama peran dokter hewan belum sepenuhnya dimaksimalkan dan diberi ruang gerak yang luas dalam penanganan permasalahan2 kehewanan. Kasus2 yang selama ini muncul karena kebijakan yang diambil tanpa mengikut sertakan para ahli di bidangnya, dan kita sebagi dokter hewan tidak bisa berbuat banyak karena ruang kita dalam ikut serta dalam pengambilan kebijakan sangat lemah yang dikarenakan lemahnya organisasi kita, kita hanya bisa berbuat sendiri2 sebatas kemampuan masing2 tanpa ada organisasi/lembaga khusus yang ditempati oleh para dokter hewan. Saya akin di masa yang datang akan semakin banyak kasus2 yang timbul selama kita tidak bisa secara lebih ikut perpartisipasi dalam pengambilan kebijakan pemerintah. Hal ini terus membuat gundah s...
erni d. wijayanti   | Registered | 2008-10-10 03:13:45
avatar andai Indonesia punya lembaga yang khusus diduduki oleh dokter-dokter hewan Indonesia dalam negeri yang paham betul kesmavet pasti masyarakat lebih merasa aman mengkonsumsi produk2 asal hewan. kapan ya..? rekan-rekan yuk bersatu berjuang demi indonesia tercinta ini..
Pak Anton juga, piye toh kok malah arep impor daging po maneh dari negara yang belum bebas penyakit PMK! . bukannya memperbaiki peternakan Indonesia supaya bisa swasembada daging..
nanang   | Registered | 2008-10-11 05:35:52
ayo kita perjuangkan ini tapi terlebih dahulu kita persolit persatuan dokter hewan Indonesia sehingga kita punya posisi yang kuat
joker   | Registered | 2008-10-10 03:19:47
avatar Realita kasus kesmavet yang telah terjadi di Indonesia, belum tuntas satu kasus, maka kasus yang lain segera muncul tetapi tidak ada tindakan apapun untuk menyelesaikannya. Apakah negara kita tidak mempunyai dokter hewan yang kompeten di bidanya untuk memberi jawaban atas kasus tersebut? Apakah negara kita kekurangan tenaga ahli baik doktor maupun profesor yang mampu menjawab pertanyaan kesmavet di masyarakat? tentang sakazakii? melamin? atau kasus klasik pmk dan flu burung? Saya kira mungkin kita harus mengecek dulu data statistik mengenai jumlah para pakar kesmavet ataupun jumlah dokter hewan di Indonesia. Tetapi realita permasalahan yang sebenarnya tidak ada hubungannnya dengan banyaknya tenaga ahli di Indonesia.
Pertanyaan yang seharusnya timbul adalah : apakah para (konon) dokter hewan di Indonesia mau menyelesaikan permasalahan ini?
joker   | Registered | 2008-10-10 03:20:22
avatar atau lebih mendetail lagi : apakah para (konon) dokter hewan di Indonesia boleh menyelesaikan permasalahan ini?
ada beberapa contoh kasus untuk 2 pertanyaan mau & boleh ini.
Adanya berita mengenai korupsi pengadaan rapid test flu burung di departemen pertanian dengan 2 tersangka yang sekarang berada di cipinang, apakah menurut pendapat anda mereka memang mau dan berniat menyelesaikan permasalahan flu burung di Indonesia atau ada tujuan lain? profit pribadi atau profit berjamaah?
Kasus lain, dengan diturunkannya bapak suhaji dai keswan departemen pertanian karena beliau menolak impor daging dari negara yang belum bebas PMK, apakah menurut pendapat anda beliau boleh menyelesaikan permasalahan pencegahan PMK di Indonesia, atau malah dianggap menghalangi rencana yang lebih besar dari sekedar impor daging?
Bagaimana menurut anda ?
Anda bisa mencoba merenungkan dan Saya tunggu jawaban anda.

Keep in touch, I will give you the best answer for all of these problems.
nanang   | Registered | 2008-10-11 05:35:28
inilah realita bangsa kita yang mau tidak mau harus kita hadapi dimana banyak kasus tidak dicari pemecahanya malahan terus di tambah permasalahan baru. kita bisa apa? Mungkin kita tahu dan bisa mengatasi permaslahan tersebut tapi apa kita punya wewenang itu? dan hal ini selamanya akan terus begini selama suatu bidang tidak dipegang atau dikelola oleh ahlinya. Para pengambil kebijakan hanya mementingkan dirinya atau golonganya untuk mengeruk keuntngan sesaat tanpa mau memikirkan akibat yang akan muncul. Untuk itu marilah kita seluruh kolega dokter hewan bersatu dan berjuang agar kita bisa ikut berperan dalam pengambilan kebijakan pemerintah lewat persatuan kita dokter hewan. Mari berjuang kolega dokter hewan smua!!!!
erni d. wijayanti - mana yang laen?   | Registered | 2008-10-11 22:33:30
avatar ga seru ah yang komen ntu ntu aja , dokter hewan di indonesia kan banyak yang masing-masing punya pendapat yang beda2.mana yang laennya? ayo kita samakan visi dan misi kita sebagai dokter hewan agar dokter hewan semakin diakui di masyarakat..dan punya kedudukan semakin kuat..
let's change the world.. !!
joker   | Registered | 2008-10-18 08:35:44
avatar all right, these are good comments.

sekarang kita bisa tahu mengenai sedikit realita dokter hewan di Indonesia, kalau untuk sekedar berkomentar saja hanya diperoleh 4 orang drh,menurut anda berapa banyak drh di Indonesia yang benar-benar perduli terhadap permasalahan kesmavet di Indonesia? Pertanyaan anda terjawab sendiri kan?
Face it man, this is our reality!! Ini kenyataan kita, gak ada lagi yang perduli dengan tanggung jawab profesi drh!! Kalian mau ada perubahan? ayo kita bergerak bersama , tidak perlu kita menunggu yang lain!
Nabi syu,aib tidak menunggu saat diperintahkan untuk memperingatkan para pedagang yang curang, Anda bertanya tentang wewenang? Hell, we,re the goddamned veterinarians. Ini tanggung jawab kita, ingat kita pernah disumpah sebagai dokter hewan?

Hanya ada 1 jawaban. DO IT NOW, OR NEVER DO ANYTHING AT ALL!!
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 Hippopothamus sp
 anton kushartono
 Agus Triana Wijatagati
 Johan Purnama
 deni fitra
 Trisnanto Trisnanto
 CHRISMA ALBANDJAR
 magdalena margaretha
 deddy rapen
 Abdul Haris
 Joshua Loh
 Shandy Maha Putra
 khrisna wahyu
 Dewi Larasati
 deny jaya triatma
 henny Pringadi
 deddy rapen
 Ayu Joesoef
 deny jaya triatma
 dedi kurniawan
 arif rahman
 Gold Coin HR
 Citra Nuranisa
 Ayu Setiawati

Featured Video




More on Vet Videos...

Find Us On Facebook

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


Jurnal Terbaru

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...

Dalam rangka menghadapai swasembada daging sapi tahun 2010 diperlukan peningkatan populasi sapi p...

Who's Online

Saat ini ada 115 tamu online