Home arrow Berita arrow Berita Umum arrow Tanggapan MenKes Mengenai Kontaminasi "Enterobacter sakazakii" Sungguh Mencengangkan

Login

Google
Web vet-indo.com

Komentar Terakhir

  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Download Our Toolbar. Free, Private and Secure

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure


Tanggapan MenKes Mengenai Kontaminasi "Enterobacter sakazakii" Sungguh Mencengangkan E-mail
(4 votes)
Ditulis Oleh drh. T Metalestari Kahu   
Kamis, 28 Pebruari 2008

Bagaimana tanggapan Rekan-rekan sekalian terhadap pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari, mengenai keraguan Beliau terhadap status dokter hewan dari rekan sejawat yang berasal dari IPB? Pada pemberitaan yang akhir2 ini hangat dibicarakan."Penelitian itu signifikan atau tidak. Siapa yang meneliti, caranya bagaimana, pendanaannya bagaimana. Kenapa yang diperiksa susu itu. Apakah perusahaannya hanya sekitar itu," kata Menkes. Tampaknya saling pengertian antara profesi itu sangat dibutuhkan. Bagaimana kita bisa memahami tugas dan tanggung jawab dari masing-masing profesi, sehingga bisa tumbuh suatu kinerja yang ritmis dan dinamis untuk mencapai keberhasilan yang kita impikan bersama-sama. Saya selaku dokter hewan merasa prihatin bahwa bangsa Indonesia yang saya cintai mempunyai Menteri Kesehatan yang sama sekali tidak tercermin dalam perkataan yang keluar dari beliau. Mau dibawa kemana Kesehatan Bangsa Indonesia ini nantinya ? Dari Bangsa yang sehat, muncullah manusia yang pintar, tangguh dan berakhlak baik.

BRAVO VETERINER

drh. T. Metalestari Kahu Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya


Tags:  Berita Berita Umum Tanggapan MenKes Mengenai Kontaminasi "Enterobacter sakazakii" Sungguh Mencengangkan




Digg!Reddit!Del.icio.us!Facebook!Technorati!StumbleUpon!Furl!Yahoo!Add this social bookmarking functionality to your website! title=
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
aleegeboy - sediiihh     | | 2008-02-28 06:16:58
sedih, karena semua mata tidak mau terbuka.
sedih, karena akal sehat dikalahkan gengsi.
Semua jadi mati dan tak mau mengerti.

kita...,?
saya dokter, kamu? tidak.
saya profesor, kamu? tidak.
saya pinter, kamu? tidak.
jadi jangan banyak omong dech looo...

haram hukumnya pelit bicara dijaman yang tidak lagi menilai diam itu emas.
namun, berbicara karena tak mau mengerti dan memahami akan sangat tampak bodoh.
itulah ibu mentri.
gimana kalau ganti jalur menjadi politisi? pasti sangat asik sekali,tapi resikonya pasti bukunya jadi tidak laku lagi..
dan.., paling2 jadi pedagang lagi.

ibu mentri...
ibu mentri, kata di wurwuri bakteri itu lucu sekali.

ibu mentri...
ibu mentri, mengapa sih? apa emang mau jadi politisi?

ibu mentri...
ibu mentri, singkong di ragiin.
TAPE deeech............
udin..   | | 2008-03-01 05:43:21
seharusnya kalau emang pemerintah tegas ya...... ditanggepin dengan baik lah..... jangan asal menentang demi market gt ntar ujung2nya masyakarat yang dirugiin???
gimana deptan ko mo berubah jadi departemen padi bukanya memajukan semua lini JAGUNG MAHAL, KEDELE MAHAL, BIsa bisa peternak punah tuh jangan egosentris yang hanya mentingin padi ja!!!!!!!! bisa bisa jadi DEPGAB alias jadi departemen gabah.....
VetManiac - Penguatan Internal PDHI n Vets     | | 2008-03-01 05:44:30

Kita harus kuat and solid...
Sesama dokter hewan kudu akur...saling menopang satu sama lain...
Penguatan internal dokter hewan tentu berdampak pada penguatan profesi dokter hewan di Indonesia..
Hidup Dokter Hewan...
Bravo Veteriner !!!
VetManiac - Think bout it...     | | 2008-03-01 05:46:47
Vision without action is a daydream...
Action without vision is nightmare...
So....
(hanya vets profession sejati yang tahu jawabannya)
Setijawati   | | 2008-03-01 09:00:45
Dear : My Community

Saya menyesal dengan pendapat ibu Menkes RI , kenapa sih kalau menyampaikan pendapat tidak berpikir panjang , tolong dong dikonfirmasikan dulu, panggil staf ahlinya, adakan kordinasi dengan pihak terkait, dan buatlah pernyataan pada publik yang positip terutama thd hasil penelitian dan dimohon lebih bijaksana.
Indah Setijawati,
Purwokerto
drh.Bobot Saputra   | | 2008-03-03 02:42:48
Suatu penrnyataan yang patut disesalkan, dari seorang setingkat menteri dan dokter.
Tapi mmg kita para dokter hewan masih berselimut keegoan profesi dan almalter, sehingga didunia kerja kita sulit utk bersatu (yang namanya PDHI, biasanya masih didominasi oleh para kawan2 yg dipemerintahan/sepengetahuan saya) kita perlu lebih kuat lagi dalam menjalin persatuan profesi, dan mari kita hilangkan keegoan almamalter, karena kita semua tenaga veteriner disumpah dalam satu profesi
Drh. dobret - Ironis   | | 2008-03-03 02:43:07
Sepertinya menteri kita satu ini kalo ngomong gak dipikir dulu dech. Mestinya dia menindak lanjuti temuan tersebut jangan asal ngomong yang melecehkan penelitinya. tanggapan tersebut juga melecehkan Profesi dokter hewan. Ingat Dokter hewan juga berperan dalam kesehatan masyarakat. mungkin bu mentri lupa hal tersebut. ingat BU!!
Hippopothamus   | Registered | 2008-03-03 02:43:23
avatar Saatnya dokter hewan berbicara,tunjukkan ke Bu Menteri siapa dan apa sih profesi Dokterhewan, kalo perlu ajak si Ibuk ke FKH biar tau seperti apa tuh penelitiannya.

Bravo Dokter Hewan !!
putu widyarini   | | 2008-03-04 01:07:29
Menurut saya,
Tentang bagaimana pendanaan dan kenapa susu tertentu saja yang diperiksa, memang hal tersebut adalah pertanyaan yang perlu dijawab oleh pihak IPB dan perlu disampaikan pada seluruh masyarakat terutama latar belakang adanya penelitian tersebut, padahal seharusnya badan POM seharusnya sudah melakukan penelitian semacam itu. Pendapat saya terlepas dari kenyataan bahwa peneliti tersebut adalah dokter hewan.
Mengenai keraguan kebenaran hasil dari penelitian tersebut karena penelitian
dilakukan oleh dokter hewan dan dengan obyek hewan, saya tidak setuju. Karena
semua penelitian seharusnya sudah melalui proses pemikiran dan uji coba
sebelumnya, lagipula banyak penelitian ilmu kedokteran manusia yang memakai obyek penelitian berupa hewan percobaan.
Bats - No Title     | | 2008-03-04 07:00:54
Ingat....!!!suatu masalah itu sangat tergantung dari bagaimana kita menyikapinya. bukan tergantung dari berapa besar masalahnya. mungkin Ibu Mentri kita, pada saat itu lagi lelah, karena Indonesia...punya se abrek permasalahan. biar permasalahan yang berhubungan dengan Kesehetan Masyarakat Veteriner jelas, Maka_a kita harus punya Departemen sendiri, yaitu DEPARTEMEN KESEHATAN HEWAN. gimana..????
rico FKH IPB - quote   | | 2008-03-04 07:01:07
Untukmu MENKES!!!!!!

Lihatlah diri.......!!!!!!
Tengok jeruji hati!
Tak selembut sutera.....
Tak seputih susu formula.....

karna lidah tajam, setajam..???
tak kubayangkan...
sedih, sesak, tangis....itu korbanmu.
caci, cela, uang sakumu.
Semprotan mautmu, ikrar kebengisan.
fakta Indonesia..................

tak bersahabat, tak ada curhat.
merasa hoki, tapi sok ngerti.
profesi? itu profesi?
profesi dolanane cah cilik!!!

seribu makhluk tersakiti....
berapa kilogram dosa terbeli?

tau?kita juga belajar......
dari ribuan keringat......
bukan ngobrol soal posisi......

ingat!!!kita tak selemah malam hitam.

yang mudah terombang ambingi rajut problematika....

solusi?
lidah lepas berucap,,,,,,,,,
sorotan layar berkumandang.
TAK ADA SOLUSI!!

satu hal.....
sadar diri.....
merasa lemah.....
dan RENDAH di mata-NYA....
INGAT KITA SATU.
Viva Veteriner.
by:Rico FKH IPB
ardi, Skh   | | 2008-03-04 08:09:43
saya sangat sangat kecewa apa yang diomongkan sama MENKES..apa itu cara berfikir orang yang berpendidikan???
seharusnya sebagai MENKES mencari solusi,kita musyawarahkan..kan negara ini negara demokrasi...

seharusnya peneliti yang menemukan merupakan kemajuan di bidang peneliti kita..bukannya dicekal dengan ucapan2 yang sangat tidak berpendidikan...

saya sebagai bangsa indonesia sangat MALU mempunyai pemimpin seperti beliau..

pemimpin itu amanah rakyat, dipilih rakyat,dan untuk rakyat..

saya cinta profesi saya = " lebih bermoral kita menyelamatkan harimau yag buas dan kita terluka bahkan kehilangan nyawa kita..daripada hanya mendengarkan ucapan omongkosong dari seorang PEMBUAL"...
eka - jaga lidahmu   | | 2008-03-05 03:47:08
bu menkes terkesan memandang sebelah mata profesi dokter hewan
padahal pihak depkes maupun bpom blm pernah mlkk pnelitian bakteri ini
buat bu menkes yth
tunjukkin ke masyarakat klo ibu berani bertanggung jawab atas perkataan ibu
so gimana hasilnya enterobacter sazakii dah ktemu blum ato jangan2 ibu jg gak tau bakteri ntu seperti apa???
rein - bu menteri dari dulu kok...   | | 2008-03-05 08:11:03
kecewa berat sih.dah dari dulu saya perhatikan semua statemenya emang rada ngawur.dia pikir kita bodoh.dari dulu dunia kita dipandang sebelah mata.tapi semangat fren!buktiin kalo kita bisa,jangan patah semangat!tunjukin ke dunia bahwa kita benar.semua basic on research!ndak ngawur bu menteri.VIVA VETERINER!
geboy - "gombal dengan veteriner"     | | 2008-03-06 01:53:58
"gombal dengan veteriner"
kaya ibu mentri donk pinter,
ee... malah tertawa,
ngece sisan!!
ibu mentri itu pinter makanya disebut bu mentri.
coba g pinter?
hayooo...

wah masih g percaya to...
kandani ngeyel!!dong orae.


oiya dokter Bobot SEPAKAT!
arif andi yahya   | | 2008-03-07 09:09:10
saya sangat kecewa dengan keadaan tersebut. seorang menteri kesehatan yang mewakili pemerintah membuat pernyataan yang menurut saya merendahkan departemen
Kesehatan.
sebagai seorang menteri, harusnya dapat berfikir lebih luas terhadap permasalahan ini. jangan takut disalahkan jika memang penelitian tersebut memang benar. lebih baik duduk bersama bagaimana tindak lanjut dari adanya hasil penelitian tersebut. pemimpin bangsa ini memang tidak mempunyai keberanian untuk mengakui kesalahan jika instansinya kecolongan.
mereka tidak akan mau disalahkan, bahkan dengan kekuatan politik dan kekuasaanya akan menghapus kebenaran yang telah terbukti tersebut.
harapan saya pemerintah lebih bijaksana dalam menangani permasalahan ini. jangan mencampur-adukkan masalah kesehatan dengan kepentingan politik dan yang lain.
terima kasih
geboy - picik     | | 2008-03-08 15:22:55
janganlah kita picik dengan menganggap kasus susu formula adalah permasalahan/pertentangan/persaingan/sebagainya antara bumentri vs dokter hewan atau malah lebih luas lagi dengan dokter manusia karena hal tersebut takmembedakan kita yang mungkin mayoritas berbasic dokter hewan dengan persoalan ini sendiri atau mungkin lebih parah lagi.
kita sebagai manusia merdeka memang tak lagi menjadi dosa dengan mengumbar kritik namun bukan untuk mempertentangkannya.
KOEN,DVM - INI SALAH SIAPA   | | 2008-03-09 08:29:52
SEDIH...
JADI APA AKSI KITA SEKARANG SEBAGAI DOKTER HEWAN?
JANGAN CUMA PANDAI NGOMONG DOANG...
JANGAN CUMA PANDAI MENJATUHKAN TEMAN SEJAWAT...
JANGAN CUMA DIAM!!
BERSATULAH...!
HILANGGKAN FANATISME ALMAMATER
MAJU DOKTER HEWAN INDONESIA!!
bats - Sudah Lupakan...!!!     | | 2008-03-10 04:49:27
Saya fikir ketimbang setiap hari kita membicarakan hal sudah banyak orang bicarakan kayak gini, gak ada kemajuan, mending kita ubah topik pembicaraan kita. jangan terpusat pada satu permasalahan saja, ntar gak maju-maju dong kita. lagian, persoalan tersebut juga sudah basi. gimana kalo kita diskusikan topik lain saja. ayo kasih usulan dong...
TITANIS   | Registered | 2008-03-10 04:49:54
Menteri? Lha namanya juga jabatan politis, memangku banyak "kepentingan". jadi gak mungkin asal kasih pendapat yang merugikan [dirinya? ] .kalo mau komentar menkes yang sebenarnya sebagai insan kesehatan ya tanya secara empat mata, tapi bilang dulu kalo ini off the record.hehehehe
dokter hewan bego   | | 2008-03-10 04:54:24
dokter hewan seluruh indonesia adalah bego ... flu burung bagaimana ? kok yang diurusin zakasaki terus
patric - SKH   | | 2008-03-19 02:39:03
mas yang bego itu menkesnya. lha wong AI baik2 aja menkes yang taunya cuman melindungi pabrikan bukan rakyatnya. Kalo benar Flu burung berbahaya, aku udah seharusnya mati sejak 2003 semasa pemerintah belum berani mengumumkan.men kes umunkan itu karene dijanjiin dapat duit dari perancis
Drh. Nuraini Suharsono - Sobat Dokter Hewan, yuk bersat   | | 2008-03-11 02:12:14
Sobat, akhirnya semua balik ke profesi kita. Akhirnya kembali ke diri kita. Sakazaki akhirnya menjadi 'dosen' baru kita yang mengajaran mata kuliah kebersamaan profesi DAN BUKAN KEBESAMAAN MASING-MASING ALMAMATER. Dosen baru itu akhirnya mengajarkan kita 'sistem baru' bahwa gak ada IPB, UGM, UNAIR, UDAYANA dan SYIAH KUALA. yang ada semuanya yakin bahwa
Sakazaki 'dosen' buat kita semua. Akhirnya ketika Menkes menanyakan kevalidan E. sakazaki, ga hanya IPB yang berjuang, tp kita semua merasa.
Sudah lupakan fanatisme almamater msg2, toh sejak tahun 2000, program koasistensi tidak lagi harus di kampus msg2, byk mhs FKH IPB koas di FKH UNAIR (itu yang sy alami bersama teman2). Jadi apa yang salah dengan kebersamaan ? Viva Veteriner !!
Bats - Sepakat...!!!     | | 2008-03-11 02:13:14
Aq sangat sepakat dengan Drh. Nuraini, kita memang sudah selayaknya tidak lagi terkungkung oleh Ego Almamater (alumni) atau bahkan ego primordial. kita harus berfikir untuk kebersamaan, bersama untuk maju dan atau maju bersama. jangan ada lagi sekat-sekat. Drh adalah manusia cerdas, tapi bukan berarti kita harus sombong. teruslah berkarya...Saya tunggu kawan-kawan datang ke Aceh
Calon Dokter Hewan Dari UGM   | | 2008-03-13 15:53:15
Sebagai orang yang terpelajar dan mengabdi pada masyarakatharusnya bu dosen IPB alangkah indahnya jika mau menjelaskan di depan publik jangan gini kaya sekarang kan dikira cuma nyari untung bisa bisa makin ngawur tuh omongan Siti, ayo sebagai seorang pengabdi jangan takut, jangan risau, jangan gentar bicara didepan publik.
Bagi temn2 seprovesi ga sah terlalu koar koar panjang lebar, kita orang terpelajar so pasti bisa mengendalikan emosi dan bersikaplah secara bijak dan selalu berpikir positif OK.....
Salam perdamaian..................
drh.Bobot Saputra - SALAM   | | 2008-03-19 02:39:39
HIDUP BUK DOKTER NURAINI, VIVA VETERINER

DOKTER HEWAN YANG TERBAIK, ADALAH YANG BISA HIDUP DG MENGAMALKAN SUMPAH PROFESINYA,

HALO BG BATS PEU HABA

SALAM VETERINER UTK SEMUA
Bats - Haba Geut     | | 2008-03-19 02:40:16
Haba Geut Drh. Bobot. droen pat jinoe, selamat atas penyumpahan. Tetap semangat.
Bobot Saputra   | | 2008-03-19 02:40:49
Lun manteung kerja di aceh bang (meulaboh),
Drh. Nuraini Suharsono - klarifikasi gender :)     | | 2008-03-20 01:32:58

Mhn maaf rekan2, saya sebetulnya bukan dokter hewan yang cantik jelita,seperti bu dokter lainnya, Dengan istri yang juga alhamdulilah dokter hewan juga, saya ngucapin terimakasih atas komentarnya. Bung Bats, nama sebenarnya siapa ya ? Bukan Batman kan ?
Kalo Pak Bobot kerja di instansi mana ?
Terimakasih.
Bats - Salam Kenal   | | 2008-03-20 01:33:08
Dokter, saya bukan Batman tapi Bakhtiar Sah Putra. kenapa sampai ada klarifikasi gender neh, terima kasih.
Bobot Saputra - Sori Salah Kaprah, dan salam k   | | 2008-03-20 01:33:18
Hallo Bung Nur

Sor,i berarti saya salah kaprah heheheh

saya saat ini masih ngontrak alias tenaga kontrakan sebuah LSM di Aceh bung, (heheheh...aktivis terselubung)

thanks

BS
im120n   | Registered | 2008-03-20 02:38:42
Denger-denger RUU PetKesWan sedang di garap buat disahkan...Mana Tanggapannya?Kira-kira sudah menguntungkan belum buat kita
drh.siwi - ikutan nimbrung..   | | 2008-03-24 21:29:35
allo teman sejawat,
salam kenal ya...
Anonymous   | | 2008-03-25 00:29:35
KALO BUKAN BERARTI SUPERMEN DONG
drh.sunar - hallo rekan2 sejawat   | | 2008-03-30 11:45:19
rekan2 sejawat dimanapun berada salam kenal dr drh sunar.
komentar tentang bu menkes ya?tidak seharusnya komentar seorang menteri seperti itu!harusnya ada kerjasama antar departemen terkait(depkes dan deptan) untuk bisa pecahkan permasahan susu yang terkontaminasi ataupun masalah AI, bukan saling menyalahkan begitu saja.Ingat Bu Menkes banyak penyakit yang zoonosis, siapa yang berada di garis terdepan untuk mencegah jangan sampai menular ke manusia?jawabnya pasti dokter hewan,betul?
Hidup dokter hewan indonesia!!!!!!!!!
aprilian_vet   | | 2008-04-02 08:30:40
cayoooooo...dokter hewan indonesia
syarip   | | 2008-05-18 03:35:59
Gak mungkin badan pengawasan obat dan makanan tidak tau soal bakteri ini.

Ada duit ada fatwa..
http://antisusu.blogspot.com/2008/05/susu-formula-dan-bakteri-enterobacter.html
den baguse_vet_02 - 20 Mei (HARI BANGKIT PROFESi)   | | 2008-05-19 06:20:35


SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL

JADIKAN HARKITNAS 20 MEI INI SEBAGAI
MOMEN KEBANGKITAN PROFESI DOKTER HEWAN INDONESIA.....


BANGKIT SAUDARA2KU
PERJUANGAN KITA MASIH PANJANG

TINGGALKAN EGOISME PRIBADI,ALMAMATER,GO
LONGAN

UTAMAKAN KEPENTINGAN PROFESI.....
PROFESI DOKTER HEWAN.......


SALAM PERJUANGAN...
bobotsaputra   | Registered | 2008-05-25 05:47:35
avatar utk bapak heru,apa anda bekerja di
PAKISTAN, wah kalau iya tantangan yang
cukup menarik utk dicoba heheheh,kalau
ada kesempatan
bank_thobinx - nubiz neh...!   | | 2008-05-26 01:14:20
halo semuanya, aq baru gabung neh...salam untuk semuanya....
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 sarah ulia
 Aan Awaludin
 totok hadi sucahyo
 RINI NILAMSARI
 sofy meilany -
 rizqi putratama
 siti junaidah
 Komang Budiarta
 hidayatun nisa
 RANGGA YUDHA KURNIAWAN
 joker DVM
 aris kurniawan
 Heru Prabowo
 rizaldo arbet
 ady wibowo
 sulistyo widyashadi
 aurora pujian
 indra praja
 wahyu darsono
 Tresna Setiabudi
 Helmy Al Farizy
 joker DVM
 Novika Ardyan
 Dara Keumala