Select Language:
Home arrow Berita arrow Berita Umum arrow Tata Laksana Manajemen Pemeliharaan Sapi Perah

Login

Google
Web vet-indo.com

 Indri Sanatin
 Stephanie2gfyi7 DamionPeaisjs3ZQ
 DEVI ROVITA
 Rudi Rudihasonangan
 Yohanes Cahyo
 Robby Wienanto
 Drh. Amirullah Amir
 Prof. Dr.Annette Hoc
 Perdi Girsang
 jesica ramadhanita
 rini novianti
 adhika priyamanaya
 Indri Sanatin
 Atar Saja
 Stephanie2gfyi7 DamionPeaisjs3ZQ
 Stephanie2xqmb6 Stephanie2hirh8ZQ
 afif yuda kusumah
 andi mulyono
 mira dewi
 edison drh.
 nana -
 Arief Fachrudin
 Isywari .
 Ani Anggraini
 bambang dwi
 kharis arief
 Made Lelipi
Tata Laksana Manajemen Pemeliharaan Sapi Perah E-mail
(63 votes)
Ditulis Oleh drh. M. Arifin Basyir   
Kamis, 19 Maret 2009

Terdapat kesalahan tulis yang cukup menganggu pada episode sebelumnya, yaitu di awal tulisan tertulis 'days open' atau hari kosong sapi 2 minggu. Yang benar adalah 2 bulan, atau kisaran antara 2-3 bulan (60-100 hari). Berikut ini lanjutan cerita pada fenomena 5. 

(5). Dalam penatalaksanaan manajemen pemeliharaan sapi perah banyak dikenal rambu-rambu yang harus dipatuhi. Selain days open, calving interval, pengamatan birahi, waktu pelayanan IB dan seabreg 'aturan main' lainnya. Diantaranya yang perlu mendapat perhatian oleh biotekrep adalah masa laktasi 305 hari, masa kering kandang dan nutrisi bunting tua (flushing pakan ?). Terdapat suatu aturan bahwa memasuki masa bunting tua sapi harus mendapat tambahan asupan pakan terutama konsentrat sehubungan dengan pertumbuhan janin yang dikandungnya. Di lain pihak pada saat yang sama sapi harus dikering kandang (umur 7 bulan kebuntingan) untuk mempersiapkan produksi susu masa laktasi 305 hari berikutnya.

Cara yang ditempuh mengeringkan adalah dengan mengurangi asupan pakan terutama konsentrat. Artinya terdapat 2 aturan main yang saling bertentangan dalam waktu yang bersamaan, menyangkut asupan pakan konsentrat. Aturan ini jelas justru membingungkan, mana yang harus dipatuhi. Tetapi umumnya lebih konsen pada masa kering kandang, yaitu mengurangi asupan pakan. Secara logika tentunya harus meningkatkan asupan pakan, untuk pertumbuhan janin dan pembentukan susu (laktogenesis). Akibatnya tidak ada sapi perah kita yang produksi tinggi, meski secara genetik berasal dari induk produksi tinggi.

Bahkan lebih dari itu, sapi terkena sindrome malnutrisi, penyakit defesiensi dan penyakit metabolik dengan segala komplikasinya (fenomena 4) di sekitar bunting tua dan hari melahirkan Oleh karena itu atas nama biteknologi reproduksi aturan main ini harus dikaji ulang, memperhatikan kesejahteraan hewan (kesrawan). Sapi tidak boleh menderita apalagi mati sia-sia selama di 'eksploitasi'. Kurangi beban fisiologisnya, dengan tidak memberi kesempatan bunting tetapi produksi susu dan anak (melalui embryo transfer) harus tetap berjalan. Sapi harus mendapat asupan pakan yang baik dan benar sepanjang masa laktasi.

Perlu diketahui bahwa sapi perah produksi tinggi dengan manajemen pakan yang baik dan benar tetap berproduksi masih tinggi meski telah memasuki masa 305 hari, sulit untuk dikering kandang (mengandung resiko sindrome malnutrisi dan defesiensi). Hapus masa kering kandang, biarkan turun secara alami meski melewati satu tahun. Baru kalau produksi sudah turun memungkinkan bunting kembali (tidak terkendala fenomena 1-5)buntingkan, kering kandangkan sebagaimana biasanya (bersambung)

drh. M. Arifin Basyir





Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >


Featured Video




More on Vet Videos...


Find Us On Facebook


Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


Jurnal Terbaru

Populasi anjing yang tidak terkontrol menjadi suatu masalah yang harus dipecahakan. Isu kesejaht...

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...

Who's Online

Saat ini ada 14 tamu online