|
Beberapa hari terakhir, Negara ini kembali di hadapkan pada masalah gizi buruk. Kejadian yang disebabkan karena rendahnya asupan nutrisi, khususnya protein, ini selalu muncul berulang. Bahkan menurut data dari Departemen Kesehatan, kasus gizi buruk dan gizi kurang di Indonesia pada akhir tahun 2007 mencapai 4.135.797 jiwa. Berawal dari permasalahan tersebut, Forum Kajian Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasional (FKPKHN) yang beranggotakan komponen mahasiswa (IMAKAHI / Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia, ISMAPETI / Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia) dan Pers Peternakan (Poultry Indonesia, Trobos dan Infovet), pada Sabtu (15/03/2008) bertempat di Gedung J H.Hutasoit, Fapet IPB, mengadakan seminar tentang protein hewani dengan tema: “Protein Hewani dalam Membangun Kecerdasan Bangsa: Sebagai Upaya Menanggulangi Kejadian Gizi Buruk di Indonesia”.
Seminar yang dihadiri tidak kurang dari 250 peserta dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fapet IPB, Dr. Ir. Luki Abdullah, MAgrSc ini mengundang Dirjen Peternakan yang di wakili oleh Direktur Kesmavet Ditjen Peternakan, Drh.Turni Rusli Syamsudin, MM sebagai keynote speaker dan hadir sebagai pembicara adalah Dr. Ir. Teguh Boediyana (PPSKI/Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia), Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan (Ahli Gizi IPB), Drh. Darwan Kiswandi (Pelaku Industri Perunggasan) dan dimoderatori oleh Iwan Berri Prima, SKH (Ketua Umum IMAKAHI). Disampaikan ketua panitia pelaksana, Andi Yekti Widodo yang juga mahasiswa FKH IPB angkatan 42 (2005) dan kepala bidang Kebijakan Publik IMAKAHI Cabang FKH IPB, kegiatan seminar ini dilaksanakan sebagai bentuk partisipatif mahasiswa dalam rangka mencari solusi mengurangi kejadian gizi buruk di Indonesia. Sektor peternakan sebagai penghasil susu, telur dan daging adalah sektor yang sangat tepat untuk menanggulangi masalah ini. Demikian ungkap Andi yang didampingi Maisa Selvia selaku sekretaris panitia dan Mahmudah sebagai Koordinator Acara yang keduanya adalah mahasiswa fapet IPB di sela-sela acara. “Mudah-mudahan acara ini juga sekaligus sebagai ajang kampanye tentang peran pentingnya konsumsi protein hewani, karena jika kita abaikan maka ancamannya adalah loss generation”, tegas Andi. Berita Terkait Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
|