Select Language:
Home arrow Berita arrow Kasus Medis arrow Bagaimana Pengobatan Mastitis yang Efektif?
  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Bagaimana Pengobatan Mastitis yang Efektif? E-mail
(46 votes)
Ditulis Oleh Admin   
Kamis, 15 November 2007
Mastitis adalah penyakit radang ambing yang merupakan radang infeksi. Biasanya penyakit ini berlangsung secara akut, sub akut maupun kronis. Mastitis ditandai dengan peningkatan jumlah sel di dalam air susu, perubahan fisik maupun susunan air susu dan disertai atau tanpa disertai perubahan patologis atau kelenjarnya sendiri (Subronto, 2003). Di Indonesia, kasus mastitis masih banyak terjadi, terutama pada peternakan kecil yang kurang memperhatikan kondisi kandang maupun tingkat kebersihannya. Lantas bagaimana pengendalian ataupun pengobatan yang efektif untuk penyakit ini? Mastitis memang termasuk dalam penyakit yang sering terjadi pada sapi perah. Namun bukan berarti penyakit ini bisa disepelekan, karena akibat yang ditimbulkan bisa menjadi sangat fatal. Di Amerika, pada tahun 1980an, kerugian yang dialami karena mastitis mencapai $ 163 tiap ekor dalam setahunnya. Hal-hal yang meyebabkan kerugian begitu besar ini diantaranya karena produksi susu yang menurun, ongkos perawatan dan pengobatan, banyaknya air susu yang dibuang karena diafkir, serta kenaikan biaya penggantian sapi untuk kelangsungan produksi.
Menurut faktor penyebabnya, mastitis dapat disebabkan oleh bakteri Streptococcus agalactiae, Str.dysgalactiae, Str.uberis, Str. zooepidemicus, dan Staphylococcus aureus, serta berbagai spesies lain yang juga bisa menyebabkan terjadinya mastitis walaupun dalam persentase kecil. Dilihat dari faktor penyebabnya yaitu bakteri, memang penggunaan antibiotik sangatlah tepat untuk pengobatan penyakit ini, terutama penicillin (Benzyl penicillin G, procain penicillin-G, ampicilin), cephalosporin, erythromycin, neomycin, novobiosin, oksitetrasiklin, dan streptomycin.
Dewasa ini, seiring dengan banyaknya penelitian-penelitian yang telah dilakukan beberapa sejawat dokter hewan maupun mahasiswa di kalangan medis veteriner, semakin banyak pula penemuan-penemuan baru yang menarik untuk dicoba dan dibuktikan kebenarannya. Penemuan terbaru yang dilakukan beberapa mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, menyebutkan bahwa penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO) dapat menghambat pertumbuhan bakteri. VCO ini, yang diujikan pada mencit, terbukti dapat menghasilkan pembentukan asam laurat yang tinggi dalam tubuh yang dapat membunuh bakteri. Dalam pengujiannya, penggunaan VCO ini bisa mematikan bakteri patogen dalam mencit dalam waktu satu hari, sedangkan pada pemberian antibiotik, bakteri mati dalam 4 hari.
Mengenai biaya yang dipakai, penggunaan VCO ini dikabarkan tidak memakan biaya yang begitu besar. Dengan Rp. 15.000,- bisa didapatkan VCO sebanyak 1,5 liter. Cukup murah bukan? Bagaimana bila dibandingkan biaya pemakaian antibiotik untuk penggunaan mastitis, apakah keberadaan antibiotik sudah bisa digantikan dengan VCO untuk penanganan mastitis?
Di sisi lain berikut pertanyaan yang akan muncul di benak kita, bakteri seperti apa yang bisa mati oleh VCO? Apakah bakteri penyebab mastitis juga bisa dimatikan dengan VCO? Mungkin ada yang punya pengalaman lebih? Mari berbagi pengalaman di sini, silakan tinggalkan komentar atau bergabung dalam forum diskusi untuk mendiskusikan kasus ini.




Facebook!Yahoo!
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
made suamba - no   | Unregistered | 2008-02-22 22:46:14
mastitis pengobatannya memeng perlu kesabaranya juga bila antibiotik yag dipakai tidak tepat atau terlslu lama akan merugikan peternak sapi perah karena cukup lama sapi tidak dapat diperah sehingga sering lebih baik di jual aja sapinya. terimakasih.
drh.siwi - aplikasi VCO terhadap penyakit   | Unregistered | 2008-02-22 22:46:08
cukup menarik tetapi belum jelas cara aplikasi dan seberapa dosis yang tepat karena yang saya tau VCO sangat mahal. saya tunggu balasannya
nata riani - mastitis   | | 2008-03-24 05:58:16
bagai mana pencegahannya melalui vaksin iradiasi dimana menggunakan kandidat bakteri s.aureus
drh. I Made Suamba   | | 2008-03-30 11:44:15
SAYA SANGAT TERTARIK DENGAN PENGOBATAN YANF TELAH DIPAPARKAN ITU. SAYA INGINTAU CARA PEMBERIAN BESERTA DOSISNYA.
TERIMAKASIAH
Deddy F. Kurniawan - mastitis   | | 2008-05-03 03:45:22
cara paling efektif untuk mengatasi setiap kasus adalah dengan mencari sebabnya. Sebab mastitis yang sering terjadi di indonesia adalah karena buruknya sanitasi kandang. jika dibandingkan VCO (Rp. 15.000/treatment) dengan antibiotik (Rp. 12.500/treatment), maka antibiotik masih lebih ekonomis.apalagi dengan biaya itu dibutuhkan 1,5 liter. tidak efisien..dibanding antibiotik yang hanya 10 ml. pencegahan jauh lebih murah..
marza f hardani - mastitis   | | 2008-05-28 08:26:08
bisa ga di perjelas lagi bagaimana cara kerja VCO membunuh bakteri penyebaba mastitis?? msh ngambang ne??
marza f hardani - mastitis   | | 2008-05-28 08:27:13
bisa kirimin ga proses pentembuhan mastitis dengan VCO?? reaksi yang terjadi antara asam laurat sebagai antibakteri dengan bakteri penyebab mastitis itu sendiri??
gusti   | Registered | 2008-08-23 00:00:04
avatar Dikatakan diatas VCO dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Tapi bisa menekan sampai berapa persen? Mekanismenya gmn?
trims
Arifin Basyir - pengalaman pengobatan     | Registered | 2009-03-02 07:29:13
avatar Dalam pengobatan mastitis selain menggunakan antibiotika broad spectrum, ada anjuran menggunakan sediaan anti radang kortikosteroid, kortison.untuk mempercepat proses penyembuhan. Di lain fihak ada referensi bahwa penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang memicu terjadinya teratologi/cacat bawaan lahir. Memang pada suatu ketika lain waktu saya menjumpai pedet lahir dengan palatoschisis. Kelahiran itu malam hari, ditolong oleh piket malam seperti biasanya dirawat diberi kolostrum dsb. Pagi hari saya periksa terdapat suara nafas ngorok. Nah, saat itulah saya ketahui terdapat kasus palatoschisis. Saya ambil tindakan medis,melakukan tracheotomi :trache saya keluarkan lewat leher, disayat dihubungkan dengan udara luar tubuh. Cukup membantu dapat bernafas lega. Sayang selang 2 hari pedet mati. Dari hasil nekropsi di bronchi terdapat cairan putih kekuningan, yang tidak lain adalah kolostrum.
Arifin Basyir     | Registered | 2009-03-02 07:30:36
avatar Inilah faktor yang mematikan,aspeksia.Kemungkinan karena pemberian kolostrum sesaat setelah lahir oleh piket malam, masuk saluran nafas lewat celah palatoschisis.Pengalaman sangat berharga, seumur-umur baru kali itu saya mendapat kasus langka.Apakah benar palatoschisis itu akibat pemberian kortison ketika saya merawat induk waktu bunting menderita mastitis?
jaenal arifin   | Registered | 2009-10-27 17:26:35
avatar rekan2 bgmn cara mengobati ambing yang membesar post partus???? trmksh masukannya
jaenal arifin   | Registered | 2009-10-27 17:28:03
avatar saya menghadapi masalah tentang susu pecah test alkohol.. sapi perah di test cmt hasilnya negatif, tp waktu di test alkohol susu menggumpal.. ada yg bs menjelaskan trmhksh
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 yusharto huntoyungo
 w arif s drh
 Lugito Buddi
 ephsiloningtyas chandra puspita
 kuchiki puja byakuya
 yuanita sevryana
 acep rohimat
 Herry Kurniawan
 flany gabby
 arif setyonarutomo
 anjar wigianto
 moigariacix moigariacix
 Rudi Harso Nugroho
 Indra Lesmana
 Paramita Diana
 achoiro wati rasid
 Harisman Sopandi
 kris ws
 Revan Maulana
 aracle -
 Drh Lani Suryaningsih
 drh.Jaden.P.Sidadolog Sidadolog
 Data Putra
 Oki Komara

Featured Video




More on Vet Videos...

Find Us On Facebook

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


Jurnal Terbaru

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...

Dalam rangka menghadapai swasembada daging sapi tahun 2010 diperlukan peningkatan populasi sapi p...

Who's Online

Saat ini ada 28 tamu online
free 
website hit counter