Select Language:
Home arrow Berita arrow Kasus Medis arrow Efek dan Manipulasi Retensi Plasenta (Retensio Secundinae)

Login

Google
Web vet-indo.com

Komentar Terakhir

  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Download Our Toolbar. Free, Private and Secure

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure


Efek dan Manipulasi Retensi Plasenta (Retensio Secundinae) E-mail
(11 votes)
Ditulis Oleh Admin   
Rabu, 23 Mei 2007
Secara fisiologik selaput foetus tanggal dalam waktu 3 sampai 8 jam pospartum. Apabila selaput tersebut menetap lebih lama dari 8 sampai 12 jam, kondisi ini dianggap patologik dan terjadilah retensio secundinae.

Pada dasarnya retensio secundinae adalah kegagalan pelepasan villi kotiledon foetal dari kripta karunkula maternal. Sesudah foetus ke luar dan chorda umbilicalis putus, tidak ada darah yang mengalir ke villi foetal dan villi tersebut berkerut dan mengendur. Uterus terus berkontraksi dan sejumlah besar darah yang tadinya mengalir ke uterus sangat berkurang. Karunkulae maternal mengecil karena suplai darah berkurang dan kripta pada karunkulae berdilatasi. Pada retensio secundinae pemisahan dan villi foetalis dari kripta maternal terganggu dan terjadi pertautan. Pada plasenta yang mudah dilepas, proses pelepasan disebabkan oleh autolisa villi chorionik. Sesudah beberapa hari terdapat leukosit dan bakteria di dalam placentoma. Oleh karena itu placentitis mudah terjadi. Retensio secundinae sebenarnya adalah suatu proses kompleks yang meliputi pengurangan suplai darah diikuti oleh penciutan struktur-struktur placenta maternal dan foetal, perubahan-perubahan degeneratif, dan kontraksi uterus yang kuat

Infeksi uterus selama kebuntingan dapat menyebabkan retensio secundinae. Jasad-jasad renik seperti Brucella abortus. Tuberculosis, Campylobacter foetus dan berbagai jamur menyebabkan placentitis dan kotiledonitis yang mengakibatkan abortus atau kelahiran patologik dengan retensio secundinae. Agen-agen penyakit ini dan mikroorganisme lain yang menyebabkan abortus dan kelahiran prematur dapat menyebabkan pula endometritis, placentitis, dan retensio secundinae.

Retensio secundinae terjadi pada 69 % sapi dari suatu kelompok ternak tersebut yang diberikan makanan dengan kadar karotin yang. Avitaminose-A menyebabkan hiperkeratosis, metritis abortus dan retensio secundinae. Kemungkinan besar vitamin A perlu untuk mempertahankan kesehatan dan resistensi epitel uterus dan plasenta. Kadar vitamin A yang rendah memudahkan terjadinya infeksi.

Kelemahan dan atoni uterus karena berbagai penyakit dapat menyebabkan retensio secundinae. Penyakit-penyakit  tersebut adalah penimbunan cairan di dalam selaput foetus, torsio uteri, kembar, monstrositosis, distokia dan kondisi patologik lainnya.

Retensio secundinae jarang terjadi pada sapi potong dibandingkan dengan sapi perah yang dipelihara di kandang untuk waktu lama. Kejadian retensio secundinae berbeda-beda antara satu kelompok ternak dengan kelompok lainnya pada waktu yang berbeda. Sekali terjadi retensio pada seekor sapi, terdapt 20 persen kemungkinan bahwa sapi tersebut menderita lagi retensio pada partus berikut.

Gejala retensio secundinae cukup jelas, yaitu sebagian selaput foetus menggantung keluar dari vulva 12 jam atau lebih sesudah kelahiran normal, abortus atau distokia. Kadang-kadang selaput foetus tidak keluar melewati vulva tetapi menetap di dalam uterus dan vagina. Pemeriksaan terhadap selaput foetus sebaiknya dilakukan sesudah partus untuk mengetahui apakah terjadi retensio atau tidak. Pemeriksaan melalui uterus harus dilakukan dalam waktu 24 sampai 36 jam postpartum. Sesudah 48 jam biasanya sulit atau tidak ada selaput foetus di dalam cervix. Adanya selaput foetus di dalam cervix cenderung menghambat kontraksi cervix.

Pada kasus yang berat, retensio secundinae dapat disertai dengan mastitis, metritis septik, perimetritis, peritonitis, vaginitis nekrotik, paresis pueruralis dan acetonameia. Pada kasus yang tidak terkomplikasi, angka kematian sangat sedikit dan tidak melebihi satu sampai dua persen. Apabila ditangani dengan segera dan baik maka kesuburan sapi yang bersangkutan tidak terganggu. Pada kasus retensio secundinae kerugian yang diderita peternak bersifat ekonomis karena produksi susu agak menurun dan kelambatan involusi dan konsepsi.

Berbagai cara dan sarana telah dipakai untuk menangani retensio secundinae. Cara yang masih populer di kalangan dokter hewan praktek adalah menyingkirkan selaput foetus secara manual dan memberikan obat seperti antibiotika dan preparat hormon. Walaupun selaput foetus sudah dapat dilepaskan dalam waktu 12 sampai 24 jam sesudah partus, tetapi terbaik dilakukan sesudah 24 jam sesudah partus, tetapi terbaik dilakukan sesudah 24 jam sampai 48 jam postpartus. Pelepasan secundinae sebaiknya jangan dilakukan sebelum 72 jam sesudah partus, kecuali apabila terjadi anorexia, peningkatan suhu tubuh atau gejala septikemia yang lain. Pada saat itu umumnya uterus sudah berkontraksi sehingga apeks dapat terjangkau. Cervix biasanya masih membuka dan tangan dapat dimasukkan ke uterus tanpa menimbulkan trauma. Kapan pun waktunya, penyingkiran plasenta harus dilakukan secara halus dan cepat dalam waktu 5 sampai 20 menit dengan cara higienik dan frekuensi pemasukkan dan pengeluaran tangan sesedikit mungkin. Anastesi epidural sangat membantu mencegah pengejanan dan defekasi. Apabila kedapatan bahwa cervix sudah menutup dan pelepasan plasenta sulit dilakukan, sebaiknya dibiarkan saja, jangan dipaksakan, dan hanya dapat diberikan preparat antibiotika dan hormon (Robert, 1971).

Pelepasan plasenta foetalis dilakukan dengan menempatkan tangan diantara endometrium dan chorion di ruang interkotiledoner dan kotiledon foetal serta karunkelnya dipegang secara individual, ditekan, dan dengan ibu jari dan jari telunjuk kedua struktur itu dipisahkan secara hati-hati dengan gerakan menggulung, mengupas, mendorong dan menekan. Gerakan ini dibantu dengan tarikan oleh tangan yang lain terhadap selaput foetus yang terdekat. Kotiledon dekat dengan cervix dilepaskan terlebih dahulu dari karunkel dan dengan tangan lain dari luar plasenta ditegangkan sewaktu pelepasan serta pengupasan kotiledon diteruskan ke bagian tengah cornue uteri mendekati cervix dan membantu pelepasan kotiledon di daerah tersebut. Semua selaput foetus harus dikeluarkan secara keseluruhan tanpa meninggalkan sisa di dalam uterus karena dapat berfungsi sebagai tempat infeksi.

Preparat-preparat hormon telah dipakai secara meluas pada pengobatan retensio secundinae. Penyuntikan oxytocin segera sesudah partus akan mencegah terjadinya retensio. Manfaat pemberian hormon ini sesudah 24 sampai 48 jam postpartum masih menjadi tanda tanya. Estrogen mempengaruhi uterus dengan meningkatan tonus dan aktivitas muskulernya, serta relaksasi cervix. Di samping itu uterus di bawah pengaruh estrogen dapat lebih mengatasi infeksi.

Pemberian preparat antibiotika berspektrum luas seperti Oxytetracyclin (Terramycin), Chlortetracyclyn (Aureomycin) atau Tetracyclin kini terbukti lebih efektif bila diberikan secara lokal intrauterin dibandingkan dengan penicillin, streptomycin atau preparat-preparat sulfa. Preparat antibiotika berspketrum luas dalam berbagai nama kini dapat diperoleh di pasaran. Antibiotika tersebut diberikan dalam jumlah satu sampai 3 gram di dalam larutan 100 sampai 300 ml air suling atau NaCl fisiologik. Dapat pula diberikan dalam bentuk bolus.

* diambil dari berbagai sumber.

Tags:  Efek dan Manipulasi Retensi Plasenta (Retensio Secundinae) dokter hewan veterinary animal health




Digg!Reddit!Del.icio.us!Facebook!Technorati!StumbleUpon!Furl!Yahoo!Add this social bookmarking functionality to your website! title=
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Agung - BAhan tentang retensio dan dis   | Unregistered | 2008-02-22 22:47:55
Ada bahan ga tentang retensio dan distokia pada sapi perah?
Heru S Prabowo     | | 2008-05-01 23:45:38
Bahan tentang retensi palsenta? Banyak di internet. Buka pakai google dan tulis retained placenta atau retained foetal membranes. Nanti keluar jutaan tittle yang berguna.
Agung - BAhan tentang retensio dan dis   | Unregistered | 2008-02-22 22:47:51
Ada bahan ga tentang retensio dan distokia pada sapi perah?
dian   | | 2008-03-11 02:13:31
ada bahan gak mengenai penyakit vibriosis dan vaginitis pada ternak?? klo ada, kirimin ke emailku ya.
dian - info tentang vaginitis dan fib   | | 2008-03-11 02:13:53
info tentang vaginitis dan fibriosis, tolong ya
yulia - estrogen   | | 2008-04-26 20:34:14
ap ad bhn ttg hepar kambing ato sapi yg produksi estrogen???
thx
yulia   | | 2008-04-26 20:34:44
info ttg hepar kambing ato sapi yg memproduksi estrogen..thx
iwan utama - hepar estrogen   | | 2008-04-30 03:32:13
fungsi hepar justru detoksifikasi estrogen, yang memproduksinya ovarium. bahan dasar estrogen berupa steroid yang telah dimodifikasi gugus fungsinya.
salam iwan utama
Heru S Prabowo     | | 2008-05-01 23:45:52
Betul pak Iwan. Saya juga baru dengar kalau hepar memproduksi estrogen.Estrogen kan diproduksi oleh cairan folikel (liquor folikuli)saat folikel tumbuh dari primer menjadi de graaf. Nah, karena folikelnya membesar, jadinya estrogennya tambah banyak maka terjadilah tanda berahi pada sapi. Setelah berahi, LH dikeluarkan (surge) baru terjadi ovulasi. Atau saya yang nggak update ada temuan baru hepar menghasilkan estrogen?
iwan utama   | | 2008-05-03 20:48:34
dear yulia :

setahu saya belum ada artikel yang mengatakan bahwa hepar kambing atau hewan lainnya memproduksi estrogen. bahan dasar estrogen diproduksi di kelenjar anak ginjal (glandla adrenal) berupa hormon steroid. alat kelamin seperti ovarium akan memodifikasi struktur dasar steroid tersebut menjadi estrogen dan hormon steroid lain seperti androgen pada hewan jantan. hati bertugas mendetoksikasinya setelah estrogen tersebut tak terpakai lagi.
salam : drh. iwan h utama, msvt.
Heru Prabowo     | | 2008-04-29 11:40:06
Retensi plasenta jangan dikupas intrauterine!! Biarkan sampai lepas sendiri. Biasanya setelah 5 hari bisa dilepas pelan-pelan dari luar. Bila terjadi demam dan gejala infeksi lain, terapi dengan Oxytetracyclin 100 mg, 20 ml selama minimal 3 hari. Oxitocyn segera setelah melahirkan tidak banyak membantu!!Retensi plasenta biasanya berhubungan dengan kesulitan kelahiran, twins, stillbirth, kegemukan.Intervensi berlebihan malah akan berisiko meningkatkan terjadinya infeksi lebih lanjut.By the way, terjemahannya yang lebih smooth dong. Biar saat baca nggak ssambil ngernyitkan dahi. Ini maksudnya apa? Salam, Heru Prabowo. Lah
Deddy F. Kurniawan   | | 2008-05-03 03:44:41
pengelupasan kotiledon pada kasus retensi placenta tidak menguntungkan karena justru akan memperbesar perlukaan pada uterus dan meningkatkan resiko infeksi berikutnya. Pengalaman saya, pengelupasan itu akan memperpanjang wktu untuk berahi pertama (normal di indonesia 2-3 bulan, jika terjadi retensi plasenta bisa 4-5 bulan). lebih aman seperti saran dr.Heru, memberikan antibiotik intrauterin dan biasanya dalam waktu 1 minggu infeksi akan berkurang. dengan cara ini, pengalaman saya waktu berahi pertama akan lebih pendek 1 -2 siklus dibanding pengelupasan
Deddy F. Kurniawan   | | 2008-05-03 03:45:02
kasus ikutan dari retensi ini adalah metritis kalo diserta dengan darah dan berbau busuk kami menyebutnya metritis akut. jika menjadi cairan kuning keputihan (nanah) tidak berbau, kami menyebutnya metritis kronis.
lucy - brucella abortus   | | 2008-05-03 03:46:04
ad g pembahasan ttg brucella abortus lbh rinci lg????
iwan utama - soal brucella   | | 2008-05-03 20:47:32
dear lucy :
pembahasan brucella abortus cukup banyak, anda bisa akses di www.asm.org, cari artikel gratisan disana mengenai brucella. masih banyak juga situs-situs lain, cari saja di google/ yahoo, dll.
salam : drh. iwan utama, msvt.
lucy   | | 2008-05-14 05:12:58
makasi ya dok...infonya sangat membantu tgs aq...
penni - scoring diare krn pullorum   | | 2008-05-09 01:11:56
bagaimana scoring diare pd ayam yg terinfeksi Salmonella pullorum ?

pembagiannya seperti apa?


terima kasih
Anonymous   | | 2008-05-09 01:14:30
maaf, saya tidak tahu persis mengenai scoring feses ayam yang terkena salmonella, konfirmasi tampilan feses biasanya hanya secara kualitatif saja (warna, konsistensi, dan tampilan).
ely - pengawetan telur ayam ras   | | 2008-05-09 01:12:59
pada bbrp literatur yg mengatakn bhw dlm pengawetan telur memakai minyak yg tdk berbau, tdk berwarna.

1.apa benar minyak kelapa termasuk minyak yg digunakn utk pengawetan telur?
2. brp konsentrasi larutan garam yg tepat utk pengawetan telur ?

sekian terima kasih

saya tunggu jawabannya...
iwan utama   | | 2008-05-09 01:15:17
saya tidak tahu persis mengenai pengawetan telur, yang jelas jika menggunakan minyak apapun, pastikan bahwa : tidak ada mikroba yang memanfaatkan minyak tersebut sebagai lahan pertumbuhannya dan pastikan juga minyak tersebut tidak meresap ke isi telur.
yulia - estrogen lagi.......   | | 2008-05-10 02:52:15
yth.drh.Iwan utama
terima ksh ats jwbn yg diberikn,,,dan mungkin sebuah masukan yg berharga untuk bhn penelitian saya.Tetapi saya masih bingung juga dan sampai saat ini saya masih terus mencoba mencari landasn teori yang tepat karena menurut pembimbing saya penelitian ini memang terbilang masih fresh dan mungkin belum ada di dalam text book.
sekian terima kasih
iwanhu2008 - estrogen juga   | Registered | 2008-05-11 19:57:12
avatar ya, coba saja. apapun yang dikerjakan akan memberi hasil yang besar kemungkinannya berbeda. anda kuliah dimana?
yulia   | | 2008-05-13 01:31:31
amiin.....
saya kuliah d univ. Airlangga
iwanhu2008   | Registered | 2008-05-14 05:10:39
avatar ok yulia, tetap semangat ya, siapa dosen repronya? Dr. bambang (yang orangnya tinggi dan berkacamata) masih ngajar?
yulia   | | 2008-05-14 05:11:22
trima kasih bapak
insya allah saya masih tetap semangat...

maaf pak.,bukan pak Bambang tapi Prof.Laba Mahaputra.Saya ikut penelitian beliau.
kalau blh tau,bapak alumni UNAIR?
kq kenal Pak Bambang???
yulia   | | 2008-05-14 05:11:39
ohy kalau boleh tau alamat email bapak apa?

trima kasih.
iwanhu2008   | Registered | 2008-05-14 05:12:11
avatar dulu pak bambang kuliah di IPB th 1987, aku saat itu ambil S2, dia ambil S3. e-mail ku : iwanhu2006@gmail.com
mbambit - dokter hewan   | | 2008-05-21 07:54:08
yth.drh.Iwan utama
saya baru buka pertama kali website ini.,ternyata bapak dr alumni Fkh ipb ya.,saya dari mahasiswa FKH IPB Semester 4 skalian mau tanya soal hyperthiroidsm.,setahu saya gejala hyperthiroid itu c penderita mengalami metabolisme tubuh yang cepat sehingga badannya menjadi susah gemuk/kurus.,bagaimana cara mengobatinya?soalnya saya perawakannya tinggi kurus pdhl banyak makan tp ga gemuk2.,satu lagi pak.,apakah cara pengobatannya hampir sama dengan hypothiroidsm?kemarin baru ujian ttg endrokin pak.,hehe..
terimakasih.,
iwanhu2008   | Registered | 2008-05-22 07:13:26
avatar bit, kamu angkatan berapa di ipb? saya angkatan 17, angkatannya bu gunanti (klinik), bp isdoni dan bp kukuh (fisio). yah itu harus dipastikan dulu apa memang kamu hipertiroid (perlu cek lab dulu), atau karena memang turunan kurus? jika benar hipertiroid, apa karena turunan atau karena dapatan? yang punya wewenang itu kan dr umum, kita bisa saja tahu secara ilmu, tetapi kewenangan kita kan tidak pada manusia. bagaimana hasil lab-nya? kadar T3-T4? semua harus dicek dulu.
malik - hepar     | | 2008-06-08 06:27:45
ass. ww
kepada bpk iwan
aq lg penelitian tentang gambaran anatomi dan histopatologi hati mencit yg diinokulasikan plsmodium berghei, tp aq bingung ni karena bhan tentang gambaran hati akibat malaria banyaknya cuma pada manusia aja, apakah da yg lebih fokus ke hewan. makasih ya pak iwan
Anonymous   | | 2008-06-16 01:13:31
coba saja cari di berbagai situs lik, atau cari di veterinary clinical pathology journal. bagus penelitianmu, itu kan intracellular parasite. sdh di track di google? gunakan kata kunci plasmodium berghei animals
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 Dian Kusuma Wardani
 Khalisia Wardani
 umi kulsum
 jatmiko wahyu aji
 meyga cahyaningtyas
 Sapto Rini Wantono
 nois
 SARIYANTI -
 MARTIN SIANIPAR
 Zainee Mohd
 afriyansyah zaenal
 Heru Prabowo
 joker DVM
 lia vina
 Arief Fachrudin
 hidayatun nisa
 Zainee Mohd
 joker DVM
 zakiah mohd rashid
 Johan Manery
 Devine Larasati
 Sari Karunia Dewati
 ismail umar
 joko supriyatno

Featured Video




More on Vet Videos...
We Support CIVAS

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


online veterinary store

Who's Online

Saat ini ada 6 tamu online
free 
website hit counter