Select Language:
Home arrow Berita arrow Kasus Medis arrow Mengatasi Kasus Pyometra pada Sapi
  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Mengatasi Kasus Pyometra pada Sapi E-mail
(5 votes)
Ditulis Oleh drh. M. Arifin Basyir   
Sabtu, 04 Juli 2009

Pada kasus pyometra harus diusahakan nanah dikeluarkan dari uterus, dengan cara irigasi, yaitu memasukkan cairan antiseptik kedalam uterus dan dialirkan keluar membawa nanah tsb. Cara inilah yang mengilhami mengeluarkan embrio (flushing) pada penerapan bioteknologi reproduksi generasi kedua yang disebut transfer embrio (TE). Pada TE cairan yang digunakan adalah media tertentu (episode yang akan datang pada serial bioteknologi reproduksi).

Pada kasus pyometra pada prinsipnya semua jenis antiseptik dapat digunakan untuk irigasi. Tetapi dianjurkan adalah antiseptik yang paling ringan dalam menimbulkan iritasi pada selaput lendir endometrium atau selaput mukosa uterus. Selama ini atau dewasa ini yang dianjurkan adalah Povidon Iodin 2%, mengacu pada treatmen profilaktif setelah perlakuan flushing pada mekanisme TE. 

Pada praktisi di lapangan hendaknya juga mempertimbangkan nilai ekonomis antiseptik yang dipakai, apalagi untuk hewan ternak milik petani ternak. Pada umumnya pengobatan pada hewan ternak sangat mepetimbangkan kelayakan ekonomis. Perlu diketahui bahwa povidon iodin cukup mahal dan untuk penanganan pyometra membutuhkan beberapa kali irigasi kira-kira bisa mencapai 5 liter povidon iodin 2% atau 1 liter konsentrasi 10% yang ada di pasaran.

Beberapa antiseptik golongan obat generik selain povidon iodin dapat dipertimbangkan obat generik lain yang lebih murah, namun ada kelebihan dan kekurangan lain yang perlu diperhatikan. Antara lain adalah Permanganas Kalium (PK, KMnO4). Kelebihan PK murah, tetapi tingkat iritasi sangat tinggi, bahkan bersifat korosif. Selain itu PK harus dipakai segera setelah dibuat larutan  segar. Mengacu pada buku Obat Generik Berlogo (OGB), ISO Indonesia, volume 01/2005 yang diterbitkan oleh Ikatan Sarjana Farnmasi Indonesia. Konsentrasi PK yang direkomendasi untuk manusia adalah 1:(5000-10.000). Antiseptik lain dalam OGB adalah hidrogen peroksida (H2O2) 1,5-6%, Klorheksidin Glukonat 5%.

Penggunaan antibiotika diterapkan setelah semua nanah dalam uterus dikeluarkan semua melalui irigasi dengan antiseptik. Pertimbangan yang perlu bagi antibiotika antara lain penicillin dapat diinaktifasi oleh enzim penisilinase yang dikeluarkan oleh bakteri yang umumnya membentuk nanah itu. Pertimbangan lain adalah antibiotika tidak larut sempurna (membentuk gumpalan), pada cairan mengandung nanah sehingga mengurangi efektifitas dan menimbulkan masalah lain bila tertinggal dalam uterus menjadi benda asing yang kelak di kemudian hari menimbulkan kasus lain yaitu corpus luteum (CL) persisten.

Karena itu irigasi dengan antiseptik hendaknya menjadi prioritas pertama dan utama, baru kemudian antibiotika dan bila perlu dipertimbangkan penggunaan antibiotika sistemik atau perinjeksi, setelah irigasi dengas antiseptik betul-betul tuntas.

drh. M. Arifin Basyir





Facebook!Yahoo!
Berita Terkait
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
Berikutnya >
 kristian saputra
 Utami Kurniawati
 harianto anto
 damar jati tengoro
 ilman sahlani
 supriyanto na
 victoria mbia
 agus riady
 deddy rapen
 Abdul Haris
 Joshua Loh
 Shandy Maha Putra
 khrisna wahyu
 Dewi Larasati
 deny jaya triatma
 henny Pringadi
 deddy rapen
 Ayu Joesoef
 deny jaya triatma
 dedi kurniawan
 arif rahman
 Gold Coin HR
 Citra Nuranisa
 Ayu Setiawati

Featured Video




More on Vet Videos...

Find Us On Facebook

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


Jurnal Terbaru

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...

Dalam rangka menghadapai swasembada daging sapi tahun 2010 diperlukan peningkatan populasi sapi p...

Who's Online

Saat ini ada 129 tamu online