Select Language:
Home arrow Berita arrow Kasus Medis arrow Mengenal Pyometra pada Sapi
  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Mengenal Pyometra pada Sapi E-mail
(3 votes)
Ditulis Oleh Achoiro Wati Rasid   
Selasa, 16 Juni 2009

Peternak, khususnya peternak sapi, mungkin sangat mengharapkan ternaknya bunting. Berbagai usahapun dilakukan, mulai dari mengawinkan secara alamiah hingga mendatangkan mantri hewan ataupun dokter hewan untuk kawin suntik atau inseminasi buatan (IB). Tapi apa jadinya jika kebuntingan tidak terjadi, meskipun telah nampak perut membesar dan tidak birahi. Pembesaran perut dan tidak terjadinya birahi dalam waktu yang cukup lama bukan berarti sapi sedang bunting. Karena ada juga penyakit yang tanda klinisnya mengarah pada kebuntingan, yaitu pyometra. Apa sebenarnya pyometra?

Pyometra berasal dari dua kata, yaitu pyo yang artinya nanah dan metra yang artinya uterus. Pyometra merupakan penyakit dimana terjadi penimbunan nanah pada uterus akibat terjadinya endometritis kronis. Untuk memastikan apakah sapi tersebut bunting atau mengalami pyometra, sebaiknya dilakukan pengamatan fisik dan pemeriksaan, tepatnya eksplorasi rektal.

Pada pemeriksaan fisik, sapi yang mengalami pyometra akan menunjukkan pembesaran perut yang simetris. Hal ini terjadi karena nanah yang tertimbun dalam uterus akan mengisi kedua kornu. Badan kelihatan kurus dengan bulu yang kusam. Pada saat sapi berbaring, akan keluar kotoran berupa nanah dari lubang vagina. Sebaliknya yang terjadi pada sapi yang bunting. Pembesaran perut mengarah ke kanan, karena di sebelah kiri terdapat rumen, sehingga pertumbuhan fetus akan ke kanan. Badan kelihatan gemuk dengan bulu yang mengkilat. Selain itu, tidak ada kotoran yang keluar dari lubang vagina. Hasil eksplorasi rektal menunjukkan bahwa penyebab pembesaran perut yang simetris pada pyometra adalah karena nanah mengisi kedua kornu uterus. Mukosa uterus terasa lebih tebal dari normal, dan jika uterus ditekan akan berfluktuasi karena ada tekanan balik dari cairan dalam uterus. Tidak ditemukannya karunkula, arteri uterina mediana tidak teraba dan tidak ditemukannya fetus dalam uterus.

Beda halnya jika sapi tersebut bunting, melalui eksplorasi rektal akan ditemukan fetus yang hanya tumbuh pada salah satu koruna, dan koruna lainnya tetap kecil. Dinding uterus menipis, mengikuti pertumbuhan fetus. Arteri uterina mediana teraba dan karunkulapun teraba pada dinding uterus.

Achoiro Wati Rasid





Facebook!Yahoo!
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
erni d. wijayanti - salam kenal   | Registered | 2009-10-27 17:07:23
avatar maap nech.. ni bener ta achoiro yang dari Lamongan? dulu pa alumni smu 2 Lamongan?
trus nerusin fkh di udayana?? maap kalo salah... salam kenal ajah...tapi kalo bener alhamdulillah ketemu konco lawas, mugo2 masih inget pas smu dulu
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 Boaxpobiali Boaxpobiali
 Teguh Hadiansyah
 Rajmatha Devi Sugiharto
 Natalia Makaenas
 fifi wulansari
 BigManI BigManI
 Ruli Kurniawan
 nurbaharia kmpk
 arif setyonarutomo
 anjar wigianto
 moigariacix moigariacix
 Rudi Harso Nugroho
 Indra Lesmana
 Paramita Diana
 achoiro wati rasid
 ahmad syazali ahmad syazali
 Harisman Sopandi
 kris ws
 Revan Maulana
 aracle -
 Drh Lani Suryaningsih
 drh.Jaden.P.Sidadolog Sidadolog
 Data Putra
 Oki Komara

Featured Video




More on Vet Videos...

Find Us On Facebook

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


Jurnal Terbaru

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...

Dalam rangka menghadapai swasembada daging sapi tahun 2010 diperlukan peningkatan populasi sapi p...

Who's Online

Saat ini ada 44 tamu online
free 
website hit counter