|
Flu Burung Menyerang Lagi, 8000 Ekor Ayam Mati |
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Jumat, 03 Agustus 2007 |
|
Serangan Virus H5N1 yang menyebabkan flu burung atau Afian Influenza (AI) semakin meluas. Hingga Selasa (31/7), di wilayah Kecamatan Kutasari Purbalingga, tercatat 8 ribu ekor ayam mati mendadak. Dengan perubahan iklim dan cuaca seperti saat ini, dikhawatirkan angka kematian unggas itu akan terus bertambah.
Mengenai dugaan virus flu burung telah menyerang dua warga Kutasari, Camat Kutasari, Endot Marmanto mengaku belum menerima laporan baik dari dokter Puskesmas maupun dari para Kades. Namun, selain menyerang ayam kampung, virus ini juga menyerang ribuan ayam pedaging (broiler) milik penduduk yang dipelihara di kandang. Sehingga saat ini pihaknya justru terus meningkatkan kewaspadaan dan pantauan agar dapat segera melakukan tindakan jika ditemukan suspect pada manusia.
Kabid Penyuluhan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Purbalingga, Drh Sri Maharsi Wulan, memrediksi penyebaran dan serangan virus H5N1 akan bertahan hingga bulan Agustus sampai dengan November 2007. Pihaknya juga mengaku kesulitan mengawasi peredaran unggas di luar pasar hewan.
Selama ini, pengawasan peredaran unggas hanya dapat dilakukan di sentra-sentra jual beli unggas seperti di pasar hewan dan tempat penjualan ayam potong lainnya. Sementara transaksi dan peredaran unggas yang dilakukan oleh penjual dan pembeli di pinggir-pinggir jalan atau di daerah terpencil tidak dapat terdeteksi. Meluasnya serangan virus ini terjadi karena tidak semua peredaran unggas terpantau.
Kendati penyebaran virus ini diperkirakan masih akan terus terjadi hingga bulan November mendatang, namun diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Sebab hingga jumlah persediaan vaksin dan disinfektan masih mencukupi.
Dijelaskan Wulan, bahwa untuk mencegah penularan virus ini pada manusia, kewaspadaan masyarakat sangat dibutuhkan. Bila ditemukan unggas yang mati mendadak, disarankan segera memusnahkan dengan cara dibakar. Sementara jika ada ayam atau ternak unggas lain yang dalam kondisi sakit, sebaiknya tidak dilepas ke luar kandang, atau dipotong untuk dikonsumsi.(KR) Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
|