|
Kasus flu burung kembali merebak. Untuk mengantisipasi penyebaran virus flu burung, Gubernur D.I.Yogyakarta menyatakan waspadai pedagang itik dari Jawa. Bagi kita di Yogyakarta, mewaspadai flu burung menjadi hal yang sangat penting. Apalagi jika dikaitkan dengan masalah pariwisata yang merangkak naik. Salah satu yang bisa dilakukan adalah menjaga dengan ketat pintu masuk Yogyakarta dan memeriksa unggas-unggas yang masuk ke Yogyakarta. Pihak Dinas Peternakan di Yogyakarta diharapkan agar memberikan bantuan vaksinasi. Sikap proaktif aparat Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan di seluruh Yogyakarta sangat diperlukan untuk melihat situasi dan kondisi di lapangan. Pencegahan dini sangat penting dilakukan. Jangan sampai Yogyakarta menjadi daerah endemi flu burung pada hewan lain, sebab berbahaya bagi keselamatan jiwa manusia.
Apa yang diwacanakan oleh Gubernur Yogyakarta yakni waspadai flu burung dengan mewaspadai unggas yang datang dari luar, dinilai oleh Sangging di Kemenuh, sangatlah bagus. Namun perlu juga berkoordinasi dengan pihak Perguruan Tinggi seperti Peneliti Flu Burung Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Dengan koordinasi informasi takkan menyimpang. Namun yang pasti dalam hal mengantisipasi penyebaran flu burung ke Yogyakarta maka filternya harus benar-benar dijaga. Moral petugas di pintu masuk Yogyakarta harus kuat. Namun, Ketua Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta (APAYO) drh. Hari Wibowo menyatakan rasa kecewa dengan adanya wacana ini. Yogyakarta adalah daerah wisata, sementara flu burung adalah isu global. Kenapa flu burung di Indonesia di-blow up begitu besarnya, padahal belum pernah terbukti ada flu burung. Cobalah tanggapi masalah flu burung dengan proporsional. Jangan sampai gara-gara isu flu burung, pariwisata Yogyakarta hancur lagi. Langkah antisipasi memang diperlukan, tetapi janganlah dibesar-besarkan. Hari Wibowo menjelaskan flu burung bisa diatasi dengan sistem beternak yang bagus seperti mengaktifkan kembali panca usaha ternak, lomba ayam buras dan lain-lain. Pencegahan virus flu burung bisa dilakukan dengan cara vaksinasi. Menurut Hari, kita masih tetap bisa bersyukur sebab di Yogyakarta masih aman. Namun pencegahan sangatlah penting. Sebab, pencegahan jauh lebih penting daripada mengobati. Hanya dalam pencegahan pemerintah harus bekerja keras dan masyarakat haruslah tanggap. Action dari pemerintah adalah yang terpenting. Sementara untuk penerapan perda di Yogyakarta belumlah diperlukan. Lebih baik petugas datang ke rumah-rumah atau tempat pemeliharaan hewan untuk mengecek unggas tersebut, apakah ada virus flu burung atau tidak?. Pemerintah janganlah terburu-buru membuat perda. Efektifkan dulu petugas yang sudah ada. Pihak pemerintah harus punya iktikad baik. Dan, masyarakat merasa mendapatkan sesuatu dari pemerintah. Jika unggas terbukti flu burung maka unggas itu dimusnahkan. Jika manusia yang kena flu burung apakah manusia akan dibunuh? Perlu dipertimbangkan lebih jauh bagaimana cara mencegahnya dengan tidak memusnahkan semua unggas. Tags: Flu Burung Merupakan Isu Global Yang Perlu Diwaspadai dokter hewan veterinary animal health Berita Terkait Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
|