Select Language:
Home arrow Berita arrow Perunggasan arrow Menjaga Stabilitas, Merupakan Tugas Utama APAYO
  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Menjaga Stabilitas, Merupakan Tugas Utama APAYO E-mail
(2 votes)
Ditulis Oleh agung wahyono   
Kamis, 21 Pebruari 2008
Nenek moyang negeri ini faham, negeri bisa makmur apabila pertanian dan peternakannya maju. Bahkan, bagi masyarakat tradisional Jogja, tingkat kesejahteraan seseorang biasa diukur dengan kemampuannya menyediakan lauk daging dan telur. 

Yogyakarta merupakan provinsi kecil yang sarat potensi peternakan. Peternakan secara kultur berkontribusi terhadap pendapatan keluarga. Salah satu langkah dalam mendukung arah pembangunan subsektor peternakan 2008, Dinas Pertanian DIY telah menetapkan program pengembangan peternakan dengan mentransformasi pola agrikultur menjadi agribisnis. Pengembangan pertanian terpadu antara tanaman, ternak, kompos dan biogas lebih digalakkan. Program itu diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 12,5 miliar, dengan perincian Rp 10,2 miliar dari APBN, dan Rp 2,3 miliar sumbangan APBD. Produk Domestik Regional Bruto Propinsi DI Yogyakarta dari sektor pertanian dan perikanan tahun 2005 sebesar RP 3,185 triliun (18,84 %) dan peternakan menyumbang Rp 453,098 miliar, hanya 2,68 %.

Pengembangan usaha perunggasan memiliki fungsi strategis secara sosio-kultural dan ekonomi pedesaan. Itu sebabnya program pengentasan kemiskinan diwujudkan dalam bentuk penguatan usaha perunggasan berbasis komunitas. Melihat prospek perkembangan usaha perunggasan di Jogja masih terbuk lebar, integrator perunggasan dari daerah lain ramai-ramai melebarkan sayapnya ke Jogja. Sementara kandang tidak bertambah, maka yang terjadi adalah saling menggeser plasma – kalau tidak dikatakan berebut. Menilik daya tampung broiler Jogja yang hanya 80 ribu ek/hari (setara 120-130 ton /hari) maka jika ada inti baru masuk, akan menggeser populasi 25 inti yang sudah ada. Mungkin karena iklim usaha di Jogja dianggap lebih stabil. Para pelakunya lebih gampang diajak bicara,” ungkap ketua Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta (APAYO) drh Hari Wibowo. Lebih stabilnya iklim perunggasan Jogja tak lepas dari peran APAYO.

APAYO didirikan sebagai salah satu upaya bagaimana sebaiknya menyikapi kondisi peternakan saat ini terutama menghadapi kompetisi dan isu globalisasi dengan strategi-strategi yang memadukan seluruh faktor (kekuatan, peluang, kelemahan dan tantangan) yang berpengaruh dalam aktifitas usaha dan organisasi kita, sehingga dapat bermanfaat untuk kelangsungan usaha perunggasan. APAYO merupakan organisasi para peternak dan pelaku peternakan ayam, pedaging, dan petelur. Organisasi tersebut berdiri sejak 3 Februari 2002. Para pengurus Apayo selain berprofesi sebagai peternak, hampir semua berlatar belakang dokter hewan ataupun sarjana peternakan yang profesional di bidangnya. Populasi ayam di Yogyakarta saat ini sekitar empat juta ekor, dan telurnya satu juta butir. Produksi perbulan untuk daging 70 ton dan telur 20 ton. Menjadi wadah dan media komunikasi para peternak D.I.Yogyakarta agar memiliki satu kekuatan (bargaining position) dalam menentukan sikap, sehingga suara kita diperhitungkan, dan dapat memberi manfaat bagi seluruh anggota peternak merupakan visi dari APAYO.

APAYO juga melakukan terobosan dengan membentuk FKSAY (Forum Komunikasi Sales Ayam Yogyakarta) yang kini berusia hampir 2 tahun. FKSA merupakan komunitas terbatas yang bertujuan untuk kelangsungan usaha keanggotaan tidak mengikat tapi lebih bernuansa kekeluargaan dengan kepentingan yang sama forum ini terbentuk oleh keadaan yang tidak menentu di harga ayam karena kurangnya informasi di sektor produsen sehingga mudah diadu domba. Komunitas ini sangat fokus di marketing, sehingga sales yang handal tentu akan memperkuat di sektor produksi masing-2 anggota akhirnya ketemu visi dan misi yang sama. Beranggotakan 25 peternak inti (termasuk 8 integrator nasional), FKSAY rutin menghitung jumlah panen total anggotanya hingga 10 - 14 hari ke depan. Hal itu untuk menentukan harga referensi yang wajib diusung anggotanya.

Selain itu, penetapan harga referensi juga memperhatikan perkembangan harga nasional, referensi posko Joglosemar, dan pengaruh berbagai peristiwa (termasuk penyakit) regional. “Artinya FKSAY tidak untuk menang-menangan tetapi jadi benteng bersama dari adudomba permainan harga,” ungkap ketua APAYO. Hari menyebutkan kesejahteraan anggota adalah ujung perjuangan asosiasi dan yang memperjuangkannya adalah anggotannya sendiri, bukan oleh orang lain. Sebab, tatkala kesejahteraan itu diperjuangkan oleh orang lain, maka segenap anggota menjadi orang yang ditentukan, bukan lagi yang menentukan. Di sinilah kemandirian organisasi memiliki makna yang sangat terhormat.

Program APAYO selanjutnya adalah peningkatan kualitas dan produksi. “Kita, bila beternak dengan kualitas yang tidak memadai hanya akan menghabis-habiskan dana untuk sesuatu yang tidak perlu. Maka kualitas sangat diperlukan. Di sinilah letak organisasi kita untuk bergerak dan masuk ke dalam peningkatan kualitas dan produksi. Kita punya ayam, kita punya produksi, kita masuk lagi menciptakan pasar. Setelah tercipta pasar kita menciptakan lagi kecenderungannya, yaitu kecenderungan pasar terhadap produk perunggasan itu,“ ucap Hari Wibowo. “Sekali kita masuk ke APAYO, maka kita harus mengajurkan apa yang dinamakan commercial oriented. Sehingga, apa yang dilakukan oleh peternak-peternak di bawah naungan APAYO, mempunyai margin (keuntungan) yang more (lebih), yang banyak menguntungkan. Maka 3 M harus dilakukan, yaitu more market, more market share, serta more margin,“ Menurut Hari, kesejahteraan peternak yang tergabung dalam APAYO hanya dapat diraih apabila IP-nya bagus, produksinya bagus, FCR mendekati berat badan, kematian dapat ditekan dan akhirnya BEP rendah.

Selain mempunyai tugas utama dalam menjaga stabilitas harga dan mensejahterakan anggota, APAYO juga banyak melakukan kegiatan seperti seminar, workshop, pelatihan, kampanye makan telur dan daging ayam serta masih banyak lagi kegiatan yang bertujuan untuk intern peternak sendiri maupun kegiatan lain yang membantu masyarakat. APAYO juga menyampaikan sikap berkaitan dengan isu flu burung yang dirasakan sangat merugikan peternak. Apayo memberikan jaminan produk unggas, baik telur maupun daging yang beredar adalah sehat dan aman untuk dikonsumsi. APAYO akan mengakomodasi seluruh peternak, demikian pula selalu berkoordinasi dengan organisasi yang ada di pusat seperti PINSAR, GOPAN, GPPU, dan organisasi peternak unggas di daerah-daerah lain untuk dapat bekerja sama. Tidak hanya di Yogyakarta di daerah-daerah lain juga sudah saatnya mempunyai organisasi/asosiasi yang bisa menjaga stabilitas di tiap-tiap daerah sehingga stabilitas nasional dapat diwujudkan dan dinikmati secara bersama-sama.

APAYO - Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta

Kantor : Jl. Stadion Baru No.24, Tajem, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta

Telp. 0274-884545, Fax. 0274-887272

e-mail : Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya





Facebook!Yahoo!
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 Indra Lesmana
 Nani Hendrayani
 drh. Djoko Walujo BR,M.Sc Budi Rahardjo
 komang widiana
 wheda asmara putra
 yolanda valois
 heri susanto
 Krisna Hadianta
 deddy rapen
 Abdul Haris
 Joshua Loh
 Shandy Maha Putra
 khrisna wahyu
 Dewi Larasati
 deny jaya triatma
 henny Pringadi
 deddy rapen
 Ayu Joesoef
 deny jaya triatma
 dedi kurniawan
 arif rahman
 Gold Coin HR
 Citra Nuranisa
 Ayu Setiawati

Featured Video




More on Vet Videos...

Find Us On Facebook

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


Jurnal Terbaru

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...

Dalam rangka menghadapai swasembada daging sapi tahun 2010 diperlukan peningkatan populasi sapi p...

Who's Online

Saat ini ada 104 tamu online