Select Language:
Home arrow Berita arrow Perunggasan arrow Optimalkan Program Kesehatan Unggas, Investasi Aman Peternak Senang
  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Optimalkan Program Kesehatan Unggas, Investasi Aman Peternak Senang E-mail
(4 votes)
Ditulis Oleh Agung Wahyono   
Jumat, 27 Pebruari 2009

Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk peternakan khususnya daging ayam sangat tinggi dan hal ini menyebabkan penggunaan obat-obatan untuk pencegahan dan perawatan/perlakuan terhadap penyakit ayam menjadi semakin penting agar daging dapat diproduksi secara efisien. Untuk mempertahankan efisiensi produksi ayam pedaging disatu sisi dan menyediakan produk peternakan yang aman untuk dikonsumsi, perlu diusahakan alternatif penggunaan antibiotik atau probiotik dalam industri perunggasan. 

Didalam budidaya perunggasan faktor penyebaran penyakit pada unggas dapat terjadi secara vertikal dan horizontal. Karena itu pengawasan yang ketat perlu dilakukan dan perlu juga perhatian yang lebih jika ayam yang dipelihara terinfeksi suatu penyakit. Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan seperti: umur ayam yang terinfeksi penyakit, tingkat morbiditas, jenis antibiotik dan dosis antibiotik yang akan digunakan untuk mengobati ayam yang sakit, semuanya ini merupakan hal yang sangat penting dan harus diketahui oleh seorang peternak.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian antibiotik, vaksin, dan probiotik pada ayam :

  1. Antibiotik yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi ayam, apakah untuk pencegahan atau untuk pengobatan,
  2. Pilihlah antibiotik yang cocok, dalam hal ini memiliki daya kerja untuk membunuh,
  3. Mikroorganisme patogen atau sesuaikan dengan spekrum antibiotik tersebut,
  4. Berikan antibiotik sesuai dengan waktu paruh yang dimiliki oleh antibiotik tersebut yang dipilih,
  5. Berat badan dan konsumsi air minum mutlak harus diketahui agar antibiotik yang diberikan sesuai dosis yang dibutuhkan,
  6. Perhatikan waktu henti obat dan lama pemberiannya,
  7. Kemampuan diagnosa yang akurat agar tidak salah dalam pemberian dosis, dalam artian dilihat tingkat morbiditas,
  8. Perhatikan umur ayam yang akan diobati.

Program Kesehatan Kemitraan Broiler CV.Setia Budi Sragen:

 

 

Dari program kesehatan yang diterapkan pada peternakan ayam CV. Setia Budi Sragen menggunakan obat dari PT. Pyridam Veteriner Jakarta ada beberapa variabel yang harus diamati tiap minggu antara lain : konsumsi pakan (consumtion), pertambahan berat badan (average daily gain/ADG), Umur (age), dan kematian (mortilitas) dari keempat variable tersebut akan dapat dihitung FCR, dan IP. Sebagai studi kasus pada budidaya ayam broiler 5.000 ekor jika diperkirakan membutuhkan modal 100%, maka modal tersebut dapat dibagi dalam 5 komponen kebutuhan yaitu : Pakan 76.3%, DOC 18.5%, Obat 1.5%, Sekam 1%, Pemanas 1% dan Upah Tenaga Kerja 1.7%.

Meskipun faktor obat hanya berkisar 1.5% dari total investasi namun faktor ini sangat menentukan bagus tidaknya performan yang dihasilkan. Jika dalam pemeliharaan ayam tersebut tidak diberi program kesehatan maka akan rentan terhadap kondisi sakit sehingga tingkat kematian semakin tinggi dan bisa mencapai angka 1.6.7%, pada umur 33 hari ayam hanya berbobot 1.09 kg dengan FCR (Feed Convertion Rate) 1.97% sehingga diperoleh IP (indeks prestasi) 220. Dari hasil yang diperoleh tersebut maka peternak tentunya akan mengalami kerugian yang luar biasa besarnya per ekor bisa mencapai Rp. 1.935,- jika dikalikan 5000 ekor maka peternak akan rugi sebesar Rp. 9.675.000,-.

Peternak yang selalu memantau dan melakukan program kesehatan dengan baik maka tingkat kematian bisa semakin ditekan hingga angka 1.97%, pada umur 33 hari ayam bisa mencapai bobot 1.96kg dengan FCR (Feed Convertion Rate) 1.65% sehingga diperoleh IP (indeks prestasi) 336. Dari hasil yang diperoleh tersebut maka peternak tentunya bisa memperoleh keuntungan yang besar, per ekor bisa mencapai Rp. 3.005,- jika dikalikan 5000 ekor hasilnya sekitar Rp. 15.025.000,-.

Mengingat sangat besar investasi yang ditanamkan dalam bidang budidaya perunggasan, maka diharapkan dalam pengelolahan kesehatan unggas peternak memiliki pengetahuan tentang tata laksana pemeliharaan ayam karena tata laksana pemeliharaan ayam tersebut merupakan bagian dari manajemen perunggasan, dimana merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi tingkat produksi. Semoga menjadi masukan untuk program manajemen kesehatan bagi dokter hewan yang bekerja sebagai health control di bidang budidaya perunggasan. (Agung Wahyono: Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya ) www.vet-indo.com/agung





Facebook!Yahoo!
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 ferrie cahyo lestiantoro cahyo
 drh rieza
 rini tarja
 helen fadma shary
 raja selian
 Jimmy Pangihutan
 IWAN KUSTIAWAN
 indrasukma putra
 deddy rapen
 Abdul Haris
 Joshua Loh
 Shandy Maha Putra
 khrisna wahyu
 Dewi Larasati
 deny jaya triatma
 henny Pringadi
 deddy rapen
 Ayu Joesoef
 deny jaya triatma
 dedi kurniawan
 arif rahman
 Gold Coin HR
 Citra Nuranisa
 Ayu Setiawati

Featured Video




More on Vet Videos...

Find Us On Facebook

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


Jurnal Terbaru

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sap...

Tatalaksana perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam...

Dalam rangka menghadapai swasembada daging sapi tahun 2010 diperlukan peningkatan populasi sapi p...

Who's Online

Saat ini ada 116 tamu online