Home arrow Berita arrow Perunggasan arrow Partisipasi Masyarakat Atasi Flu Burung

Login

Google
Web vet-indo.com

Komentar Terakhir

  • Join Our Community
  • Join Our Community
  • Join Our Community
Download Our Toolbar. Free, Private and Secure

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure


Partisipasi Masyarakat Atasi Flu Burung E-mail
(1 vote)
Ditulis Oleh Iwan Berri Prima   
Rabu, 11 Juli 2007

Partisipasi Masyarakat Atasi Flu Burung Korban terinfeksi flu burung bertambah. Hingga awal Juli 2007, total kasus positif flu burung di Indonesia mencapai 101 orang dan 80 diantaranya meninggal. Kasus ini tentu semakin mengukuhkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus dan korban terbesar di dunia, sebuah prestasi yang tidak perlu dibanggakan. Langkah konkret penanganan dan pengendalian telah diupayakan pemerintah. Namun melihat luasnya nusantara ini, partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap flu burung menjadi poin penting yang harus dilakukan dan ditingkatkan.

 

Tanpa dukungan dan kerjasama yang baik dari masyarakat, sulit memberantas flu burung. Khusus dalam memberantas flu burung pada unggas, penanganan sedini mungkin yang baik dan benar berdasar keahlian keprofesian, merupakan langkah penting dalam memutus rantai penularan flu burung ke manusia. Untuk mengantisipasinya, pemerintah harus segera melakukan upaya konkret berupa pengaktifan kembali peran
penting (revitalisasi) pos kesehatan hewan (poskeswan) di setiap daerah yang selama ini kurang mendapat perhatian pemerintah. Revitalisasi poskeswan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam penerapan sistem kewaspadaan dini yang meliputi early detection (deteksi dini), early reporting (pelaporan dini) dan early response (respon dini) terhadap penyakit hewan, baik yang bukan zoonosis (penyakit yang hanya menular antar hewan), terlebih zoonosis (penyakit yang ditularkan dari hewan kemanusia atau sebaliknya) seperti flu burung. Bahkan pemerintah perlu meneguhkan kewenangan dan peranan medis veteriner (dokter hewan) yang terangkum dalam sistem kesehatan hewan nasional (siskeswannas) dan sebagai payung hukumnya adalah Undang-Undang Veteriner. Mengingat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, ancaman bioterorisme dan munculnya berbagai penyakit pada hewan, tidak sedikit telah menghabiskan pikiran, waktu, tenaga dan kerugian ekomomi yang cukup besar dalam
penanganannya. Terlebih zoonosis. Nyawa taruhannya!

Iwan Berri Prima - Koordinator FMITFB (Forum Mahasiswa Indonesia Tanggap Flu Burung) Wilayah Jawa Bagian Barat


Tags:  Berita Perunggasan Partisipasi Masyarakat Atasi Flu Burung




Digg!Reddit!Del.icio.us!Facebook!Technorati!StumbleUpon!Furl!Yahoo!Add this social bookmarking functionality to your website! title=
Berita Terkait
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
Comments
Add NewSearch
Silakan Login Untuk Menulis Komentar

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 mei setyaningrum
 Boni Ari Fianto
 Petrus Canisius
 suindra sujadi
 prima sari
 Aan Awaludin
 Eni Puji Lestari Lestari
 Syamsul Alim
 hidayatun nisa
 RANGGA YUDHA KURNIAWAN
 joker DVM
 aris kurniawan
 Heru Prabowo
 rizaldo arbet
 ady wibowo
 sulistyo widyashadi
 aurora pujian
 indra praja
 wahyu darsono
 Tresna Setiabudi
 Helmy Al Farizy
 joker DVM
 Novika Ardyan
 Dara Keumala

Featured Video




More on Vet Videos...
We Support CIVAS

Berlangganan


Masukkan Alamat Email Anda:


online veterinary store

Who's Online

Saat ini ada 12 tamu dan 12 anggota online