|
Propaganda Terhadap Produk Unggas |
|
|
Ditulis Oleh Drh. Muhrishol Yafi
|
|
Senin, 02 Pebruari 2009 |
|
Secara tidak langsung, kampanye protein hewani yang berasal dari produk unggas sering berbenturan dengan keterangan dokter, yang sering menyebutkan bahwa daging ayam maupun telur ayam ras dinggap kurang sehat, dan dianggap sebagai salah satu penyebab timbulnya penyakit. Padahal disisi lain produk unggas berupa daging dan telur ayam merupakan makanan dengan zat gizi tinggi, terutama mengandung protein tinggi yang berguna untuk meningkatkan ketahanan tubuh seseorang dari serangan penyakit. Selain itu produk unggas merupakan sumber protein hewani yang murah dan harganya dapat dijangkau oleh segala lapisan masyarakat. Oleh karena itu Prof Budi Tangendjaya, seorang nutrisionist, mengungkapkan kejengkelannya pada para dokter dengan sesumbar “Saya tantang para dokter untuk memperdebatkan masalah konsumsi produk unggas ini, meskipun saya ahli dalam nutrisi untuk makanan unggas, tapi saya juga punya bekal untuk menjelaskan tentang nutrisi manusia.” terang Prof Budi Tangendjaya, pada acara seminar Krisis Finansial Global dan Penuruanan Konsumsi Per Kapita Produk Unggas Nasinal, di Aula Fadjar Notonegoro Fakultas Ekonomi Unair Surabaya pada 20 Januari lalu.
Acara ini terlaksana berkat kerjasama antara PINSAR Unggas Nasional dan BEM FE Unair Surabaya. Menurut Budi selain itu daging ayam ditengarai juga mempunyai lemak yang tinggi, tapi ia berpendapat bahwa jika ingin menghilangkan lemak pada ayam sebenarnya dapat mudah dilakukan, yaitu dengan menyobek kulitnya, sehingga tinggal daging putihnya saja. Sementara itu Drh. Hartono, Ketua PINSAR Unggas Nasional, menegaskan bahwa isu penyuntikan hormon insulin pada ayam yang tengah ada dimasa sekarang ialah isu yang menyesatkan dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Menurutnya penyuntikan satu persatu ke tubuh ayam ialah sebuah tindakan yang tidak mungkin dilakukan.Berita Terkait Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
|